Cara General Motor Bangun Pabrik Ramah Lingkungan

Cara General Motor Bangun Pabrik Ramah Lingkungan


General Motor Co punya konsep sendiri dalam mewujudkan pabrik ramah lingkungan. Raksasa otomotif Amerika Serikat ini membangun 100 pabrik bebas sampah melalui penerapan sistem daur ulang material di seluruh dunia.

Menurut Vice President Bidang Produksi Berkelanjutan GM, Mike Robinson, selain ramah lingkungan, penerapan sistem daur ulang material meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya operasional perusahaan. Pasalnya, 90 persen sampah tak perlu lagi ditimbun.

Selain tak perlu lagi area junkyard atau tempat sampah raksasa, GM bisa memanfaatkan bahan-bahan metal dari mobil bekas atau produk gagal untuk dirakit menjadi kendaraan baru. Dengan cara ini perusahaan bisa menghemat biaya operasi hingga US$ 2,5 miliar atau Rp 23,4 triliun dalam tiga tahun.

"Program ini akan kami lanjutkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menunjukkan inovasi dalam industri," ujarnya seperti dikutip dari Autonews, Rabu 20 Juni 2012.

Jika saat ini GM berhasil mewujudkan pabrik bebas sampah, pada 2020 perusahaan itu bertekad membangun 25 pabrik non-manufaktur yang tak lagi meramu bahan baku menjadi komponen kendaraan. Produksi komponen diserahkan pada para pemasok kecil di luar perusahaan.

"Kami akan mempertahankan model bisnis yang lebih menguntungkan ini," kata CEO GM, Dan Akerson.

Saat ini kapasitas produksi GM mencapai 5 juta unit per tahun. Selain di Amerika Serikat, pabrikan mobil tertua di dunia ini memiliki instalasi produksi di Cina, Thailand, dan Indonesia.


http://www.tempo.co/read/news/2012/06/20/123411742/Ini-Cara-GM-Bangun-Pabrik-Ramah-Lingkungan

Keluhan Pilot Soal Menara Bandara Soetta

Keluhan Pilot Soal Menara Bandara Soetta


Dalam setengah tahun 2012, setidaknya ada 40 aduan berisi keluhan maskapai penerbangan ke pengatur lalu lintas udara. Seorang sumber menyatakan jika jenis keluhan itu beragam. “Ada keluhan insiden serius, ada juga insiden kecil,” kata dia.

Misalnya saja kasus near-missed antara Air Asia dengan Sriwijaya Air pada 24 Mei 2012 atau keluhan maskapai tetang tidak mulusnya pengaturan pendaratan oleh petugas.

Pertengahan April 2012, misalnya. Dari arah Dubai, pesawat Emirates berencana mendarat di Cengkareng. Pemandu pendaratan memerintahkan pilot turun lewat jalur yang sudah dia tetapkan. Tapi si pilot menolaknya. “Menurut pilot, angin pada saat itu terlalu kencang," kata Untari Dewi, Airport Services Officer Emirates. "Kalau dipaksakan, pesawat bisa ke luar landasan."

Pilot pun meminta jalur lain. Tapi si petugas menolak permintan itu. Akhirnya, pilot kembali melayang dan berputar-putar selama 45 menit. Pesawat baru minta izin turun setelah kekuatan angin berkurang.“Saya sudah melapor ke ATC (air traffic control), tapi mereka bilang tak ada masalah,” ujar Utari.

Keluhan lain yang disampaikan maskapai: soal kualitas radio komunikasi di Soekarno-Hatta. Pada 24 Mei 2012, radio pengawas berfrekuensi 124,35 sempat diterobos frekuensi radio komersial. "Ternyata frekuensi itu mengalami gangguan sejak malam hingga pagi selama tujuh jam," kata pilot Lion Air, Arie Susanto, dalam laporannya.

Menurut Direktur Keselamatan dan Keamanan Air Asia Sonny M. Sasono, terganggunya sistem komunikasi di Soekarno-Hatta bukan hal baru. Ketika ia masih terbang, pada 2005, alat komunikasinya juga terjebol gelombang radio lain. “Saya mendengar lagu dangdut dari radio amatir,” ujarnya.

Namun aduan itu ditampik oleh Vice President Air Traffic Services Soekarno-Hatta Sutrisno Jaya Putra. Kata dia, near-missed belum tentu disebabkan kelalaian petugas pemandu lalu lintas udara. "Bisa juga karena cuaca atau kelalaian pilot sendiri," ujar Sutrisno.

Tentang peralatan di menara Air Traffic Control Bandara Soekarno-Hatta, dia mengakui umurnya yang sudah tua. Tapi menurutnya peralatan itu masih layak digunakan. "Semua insiden kecil atau serius pasti ditindaklanjuti air traffic service," ujarnya.


http://www.tempo.co/read/news/2012/06/20/063411700/Apa-Saja-Keluhan-Pilot-Soal-Menara-Bandara-Soetta

Piala Liga Champions Dirusak Satpam Chelsea

Piala Liga Champions Dirusak Satpam Chelsea


Sebuah fakta baru terkuak menyusul dihukumnya tiga petugas keamanan Chelsea karena merusak piala Liga Champions. Pihak klub menyatakan sudah memperbaiki kerusakan yang timbul pada piala bergilir itu.

"Piala secara tak sengaja rusak ketika mereka sedang mengambil gambar," kata keterangan resmi klub asal London itu. Bos Chelsea Ron Gourlay tidak mau berkomentar soal insiden memalukan ini.

Menurut keterangan klub, kejadian itu berlangsung beberapa pekan setelah Chelsea merengkuh piala paling bergengsi sepak bola antar klub di Eropa itu. "Itu hanya kerusakan kecil dan sudah diperbaiki," ujar keterangan klub.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, piala rusak karena tiga orang petugas keamanan berfoto-foto selama berjam-jam dengan piala itu. Secara tak sengaja, salah satu pegangan piala terlepas dari badan piala itu.

Ketiga petugas keamanan itu sudah dijatuhi hukuman oleh Chelsea. Klub biru itu melansir bahwa kunjungan ke tempat piala disimpan adalah hal terlarang. Klub milik Roman Abramovich itu kemudian membawa piala ke ahli perak di London untuk perbaikan.

Hal seperti ini tak pernah terjadi di klub lainnya yang pernah mencicipi juara Liga Champions karena piala tersimpan dengan rapi. "Kami tidak mau berkomentar tentang prilaku staf kami," pungkas keterangan klub.


www.tempo.co/read/news/2012/06/19/099411629/Piala-Liga-Champions-Dirusak-Satpam-Chelsea

Nelangsa demi Badak Jawa

Nelangsa demi Badak Jawa


Program Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) atau Jarischa untuk mendukung konservasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) lewat pemagaran menyisakan pedih bagi masyarakat sekitar Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Beberapa anggota masyarakat kampung Legon Pakis, Desa Ujung Jaya, kehilangan ladang untuk bertani. Mereka nelangsa, kehilangan ladang tempat mencari nafkah, merasa ditipu, berada dalam ketakutan dan tak mampu melawan.

Jahadi misalnya, harus kehilangan lahan seluas setengah hektar akibat program JRSCA. Lahannya berada di dalam wilayah yang dipagari, 500 meter dari jalur yang "membelah" TNUK. Saat ini, ia menjadi buruh tani dengan sistem bagi hasil. Penghasilannya berkurang drastis.

"Ya, sekarang menurun. Sekarang ini kalau panen cuma sepuluh karung, lima kuintal. Kalau dulu dapat lima belas karung," katanya saat ditemui Kompas.com dalam trip bersama WWF Indonesia ke Ujung Kulon, Sabtu (16/6/2012).

Untuk kebutuhan bulanan, Jahadi mengatakan, ia hanya bisa mengandalkan uang hasil buruh membantu pembangunan rumah dan serabutan lainnya. Ia harus menghidupi 3 anak yang salah satunya sudah lulus Sekolah dasar dan harus masuk tahap pendidikan menengah.

Pengalaman yang sama juga dialami Sanaji. Pria berusia 31 tahun dan beranak satu ini tadinya bisa dikatakan mandiri, memiliki lahan bertani sendiri. Setelah kehilangan lahan, ia harus berbagi hasil mengelola lahan milik orang tuanya.

"Ladang saya seperempat hektar. Cuma itu saja ladang saya. Sekarang saya maro (bagi hasil) dengan orangtua. Lahannya di Sabrang (tak jauh dari Legon Pakis)," papar Sanaji yang kini mengaku bingung mencari nafkah.

Lemah, ditipu dan pasrah

Yang menyesakkan, Jahadi dan Sanaji mengaku ditipu oleh pihak pengembangan proyek JRSCA. pada saat yang sama. Mereka merasa lemah, takut mengadu dan hanya bisa pasrah menerima nasib.

Jahadi bercerita bahwa program JRSCA tidak pernah disosialisasikan pada masyarakat dengan baik. Ladang tempat Jahadi mencari nafkah diambil secara sepihak oleh taman nasional dan tidak diberikan ganti rugi.

"Hanya ada uang kadeudeuh (uang kasihan), 1,5 juta. Mau lahannya berapa saja tetap dapatnya 1,5 juta," tutur Jahadi yang mengaku bahwa uang tersebut sudah habis untuk membiayai kebutuhan rumah tangganya.

Uang kadeudeuh diberikan pada saat bulan puasa, menjelang Lebaran tahun lalu. Masyarakat diberi selembar kertas formulir dan diminta membubuhkan tanda tangan. Jahadi mengaku tak membaca tulisan pada kertas itu karena kemampuan membacanya terbatas.

"Saya tidak baca. saya pikir itu uang pemberian," kata Jahadi. Ternyata, Jahadi akhirnya mengetahui bahwa uang tersebut diberikan agar ia dan masyarakat setempat merelakan ladangnya diambil untuk proyek.

Jahadi masih "beruntung" sebab mendapat uang. Sanaji tak menerima uang sepeser pun. "Saya tidak terima uang. Saya tahu yang lainnya diundang, tapi tidak tahu kenapa saya tidak. Kenapa dibedakan," jelas Sanaji.

Kehilangan lahan tempat mencari uang tanpa ganti rugi, Jahadi dan Sanaji tak berani untuk mempertanyakan. Ada trauma masa lalu yang membuat mereka takut melakukan perlawanan ataupun sekedar mempertanyakan.

"Tahun 2006 ada penembakan. Ada yang masuk ke kawasan cuma mau mengambil jengkol. Tapi dia ditembak. Mati. Makanya kita tidak berani. Masyarakat sudah ketakutan sejak saat itu," kata Sanaji memaparkan.

Sanaji mengetahui lahannya diambil saat menjumpai buldoser ada di jalur pemagaran. "Saya lihat ada buldoser. Saya tidak bisa apa-apa, kalau sudah haknya saya tidak berani. Sekarang ya saya pasrah saja," katanya.

Nelangsa demi Badak Jawa


Proyek JRSCA dilakukan dengan pemagaran berlistrik, membuat wilayah di tengah TNUK dengan luasan 3.000-4.000 hektar. Wilayah mencakup Cilintang hingga Tanjung Sodong serta Laban hingga Karang Ranjang.

Kepala Balai TNUK, Mohammad Haryono, mengungkapkan bahwa saat ini hanya tinggal 35 ekor badak jawa, 13 betina dan 22 jantan. dari sejumlah populasi tersebut, 5 diantaranya anakan, 3 betina dan 2 jantan.

Dengan wilayah yang luas, pertemuan badak jawa untuk melakukan reproduksi sulit dilakukan. Karenanya, mengkonsentrasikan badak jawa di wilayah tertentu akan membantu program peningkatan populasi satwa ini.

"Bila terkonsentrasi, akan membantu reproduksi secara alami, memudahkan pemantauan juga. Selain itu juga untuk wisata, masyarakat bisa melihat badak jawa," paparnya saat ditemui Minggu (17/6/2012).

Menanggapi keluhan masyarakat, Haryono mengungkapkan, "Masyarakat tidak selalu bisa dipercaya. Mereka bisa bilang mereka tidak punya lahan di luar, tetapi mereka sebenarnya punya."

Ia mengatakan bahwa kawasan TNUK merupakan kawasan konservasi, maka kepentingan pembangunan utamanya adalah untuk kebutuhan ekologi, mendukung konservasi Badak Jawa.

Konservasi Badak Jawa memang sangat penting. Kepunahan jenis satwa ini memang harus dicegah. Badak Jawa adalah satu dari sekian jenis badak yang sekarang masih eksis. Badak di Vietnam telah dinyatakan punah pada akhir tahun lalu.

Namun pertanyaannya, haruskah konservasi satwa mengabaikan hidup masyarakat sekitarnya?

Jahadi dan Sanaji meminta lahannya kembali. Namun, jika memang tidak bisa, mereka meminta ganti rugi atas kehilangan lahannya. Kompensasi ini yang sepatutnya juga dipertimbangkan, selain juga efektivitas pemagaran serta konsekuensi ekologis yang mungkin muncul. 


http://sains.kompas.com/read/2012/06/19/18330267/Mereka.Nelangsa.demi.Badak.Jawa

Priyanto Memandirikan Siswa Miskin

Priyanto Memandirikan Siswa Miskin


Tak menolak siswa miskin yang mau melanjutkan ke SMKN 2 Subang, Jawa Barat. Kebijakan inilah yang dijalankan Priyanto, Kepala SMKN 2 Subang, untuk membuat anak-anak dari keluarga tak mampu dapat mengubah nasib keluarga.

Ia tak menyediakan beasiswa bagi siswa miskin. Menurut dia, siswa miskin perlu diajari tak mengandalkan bantuan orang lain untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu, jika mengandalkan beasiswa, siswa miskin yang bisa bersekolah di SMK berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional ini juga terbatas jumlahnya.

Priyanto bersama para guru memikirkan cara untuk menampung sebanyak mungkin lulusan SMP dari Subang. Mereka menemukan solusi dengan menggandeng perusahaan yang mau menerima siswa bekerja.

Kategori siswa dibagi menjadi siswa mandiri yang tak mampu tetapi nantinya membayar dari hasil keringatnya sendiri. Ada pula kategori siswa reguler yang biaya pendidikannya dibayar orangtua.

Siswa mandiri SMKN 2 Subang jumlahnya lebih dari 50 persen, sedangkan di kelas jauh yang menginduk ke SMKN 2 Subang lebih dari 70 persen. SMKN 2 Subang mengembangkan kelas jauh di Cipeundeuy (sudah menjadi SMKN), selain di Cikaum, Ciasem, Legon Kulon, Binong, Patokbeusi, Dawuan, Cibogo, Kasomalang, Cisalak, Pagaden dan Pagaden Barat, serta Compreng.

Gagasan siswa mandiri dan kelas jauh membuat Kabupaten Subang terpilih menjadi salah satu kota vokasi di Indonesia. ”Pendidikan di SMK untuk menyiapkan siswa bekerja. Mengapa siswa tak punya waktu kerja berkaitan dengan pendidikan di perusahaan, setidaknya tiga semester,” ujarnya.

Sekolah meminta perusahaan membayar siswa yang bekerja layaknya karyawan selama 3-4 semester. Siswa tak mampu membayar Rp 100.000, sedangkan yang mampu Rp 150.000 per bulan. Keinginan itu disambut sejumlah perusahaan.

Siswa mandiri ditampung di beberapa perusahaan hingga luar Subang, seperti PT East West Seed Indonesia untuk pertanian, PT Banshu Electric Indonesia dan PT Kinenta Indonesia untuk otomotif, PT Mandalawikri untuk permesinan, PT Puji Utami dan PT Gilontas International untuk pelayaran, serta Hotel Lembah Sarimas untuk pariwisata dan perhotelan.

”Siswa miskin di sekolah ini diajari membiayai diri sendiri. Ini bertujuan menumbuhkan kepercayaan diri siswa,” ujar Priyanto yang menerima siswa miskin tetapi bertekad kuat untuk belajar, tanpa syarat.

”Dulu, sekolah menghabiskan Rp 40 juta untuk beriklan agar siswa mau sekolah di SMK. Hasilnya tak memuaskan. Setelah ada kelas mandiri, banyak siswa yang berminat,” ujarnya.

Pendidikan ketarunaan

Belajar dari pengalaman kerja siswa mandiri, sekolah memahami kebutuhan tenaga kerja. Dunia industri meminta pekerja yang jujur, sehat, bisa diatur, disiplin, tertib, taat perintah, tak cengeng, dan mampu bekerja dalam tim.

Untuk membentuk siswa sesuai kebutuhan dunia industri, sekolah menerapkan pendidikan ketarunaan selama enam bulan bagi siswa baru. Pendidikan karakter ini membuat siswa bermental tangguh.

Rasa puas terhadap kinerja dan karakter siswa SMKN 2 Subang membuat makin banyak perusahaan yang menggandeng siswa. Bahkan, PT Kinenta Indonesia Purwakarta, perusahaan pemasok wiring harness, mengalihkan produksi ke sekolah dengan membuka teaching factory. Di ”pabrik” ini siswa bekerja layaknya karyawan, selama 7-8 jam.

Dalam waktu dekat ada perusahaan Jepang yang akan membuka pabrik di sekolah guna memproduksi 85 jenis sarung tangan. Pada tahap awal dibutuhkan 600 pekerja dari siswa mandiri, lalu berkembang hingga 2.000 siswa.

Tak kaku

Priyanto tak kaku memaknai proses pembelajaran SMK. Ia bersama para guru mengadaptasi kurikulum sesuai kondisi dan kebutuhan siswa. Tiap program keahlian harus mampu berproduksi guna mendukung siswa mandiri. Ada 12 program keahlian, seperti pertanian, peternakan, perikanan, otomotif, pelayaran, komputer, permesinan, tata boga, dan tata busana.

Apa yang dikerjakan Priyanto pernah diprotes dinas pendidikan setempat hingga pengawas. Terobosan yang dilakukan sekolah ini dinilai ”melanggar” aturan formal SMK.

”Kesempatan ini saya pakai untuk menjelaskan tujuan pendidikan nasional, terutama SMK. Cara ini justru membantu pemerintah agar indeks pembangunan manusia di Subang meningkat. Siswa SMK yang terbiasa bekerja tak akan menjadi penganggur. Ini sejalan dengan tujuan pemerintah mendirikan SMK,” katanya.

Ia juga pernah didatangi lembaga swadaya masyarakat pembela hak anak. Ia dicurigai mempekerjakan anak di bawah umur. Menghadapi kecurigaan itu, ia balik bertanya, apakah negara yang seharusnya melindungi dan memenuhi hak anak bangsa memenuhinya?

”Jika ada perusahaan yang peduli dan memercayai sekolah, apakah kelas mandiri salah? Mereka mampu berdiri tegak tanpa disantuni negara. Sekolah ini hanya ingin agar lulusan SMP bisa sekolah di SMK dan setelah lulus bisa bekerja.”

Setiap tahun ratusan siswa direkrut untuk bekerja di Jepang, Korea, dan Malaysia. Siswa miskin yang tidur di lingkungan sekolah mendapat tambahan belajar bahasa Jepang dan Korea agar mereka siap bekerja di luar negeri.

Priyanto senang melihat siswa berhasil. Contohnya, siswa mandiri asal Temanggung yang tidur di masjid dan membuat pupuk di sekolah mampu bekerja di Korea dengan penghasilan Rp 16 juta-Rp 22 juta per bulan.

Sekolah pun membantu mencari pinjaman sebagai modal awal siswa bekerja di luar negeri. Ada Bank Perkreditan Rakyat di Subang yang memberi pinjaman. Alhasil, utang sekolah ini mencapai Rp 678 juta.

Awalnya, SMK ini hanya diminati sekitar 300 siswa. Saat Priyanto menjadi kepala sekolah tahun 2001, ia menantang para guru bersama- sama memajukan sekolah. Langkah ini membuahkan hasil. Cara yang ditempuh SMKN 2 Subang ditiru sejumlah daerah.

Priyanto, alumnus sekolah pertanian setara SMK, awalnya memilih pertanian agar bisa bekerja. Ia tak bisa kuliah karena keterbatasan dana. Namun, ia mendapat beasiswa pemerintah untuk melanjutkan pendidikan diploma tiga sebagai guru pertanian di IPB.

”Dalam hidup ini, saya hanya ingin berarti bagi orang lain. Menjadi guru, saya mempersiapkan siswa lulus dan bekerja. Mumpung menjadi kepala sekolah, saya berusaha membuka akses agar lulusan SMP dari keluarga miskin bisa sekolah,” ujarnya.


http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/20/10391445/Priyanto.Memandirikan.Siswa.Miskin

Ilmuwan Indonesia Kembangkan UAV Terbesar di Asi

Ilmuwan Indonesia Kembangkan UAV Terbesar di Asia


Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, ilmuwan Indonesia yang kini berkarya di Jepang, mengembangkan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle-UAV) berbadan besar bernama Josaphat Laboratory Large Scale Experimental Unmanned Aerial Vehicle (JX-1).

"JX-1 sementara ini terbesar di Jepang, dan mungkin di Asia," ungkap Josaphat dalam wawancara lewat email dengan Kompas.com, Sabtu (16/6/2012).

JX-1 dibuat untuk melakukan  pengujian perangkat gelombang mikro dan kamera untuk penginderaan jarak jauh yang selama ini juga dikembangkan di laboratorium miliknya, Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL) di Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang.

JX-1 dikembangkan sejak 5 tahun lalu. Salah satu pertimbangannya adalah efektifitas biaya. Jika meminjam UAV untuk pengujian, prosedurnya cukup rumit dan memakan biaya besar.

"Misalnya pernah saya akan install radar dan ditawari biaya senilai sama untuk membuat UAV berbadan besar lebih dari 5 unit. Kalau punya UAV sendiri, bisa setiap saat menerbangkan sendiri dan tidak perlu khawatir untuk mengoperasikannya di daerah-daerah berbahaya," urai Josaphat.

Lebih Besar, Lebih Mumpuni

JX-1 memiliki beberapa kelebihan dibanding pesawat tanpa awak lain di Jepang saat ini, utamanya dalam hal ukurannya.

"Angkatan bersenjata Jepang pun hanya mempunyai UAV originalnya dengan rentang sayap terbesar adalah 3 m, sedangkan JX-1 adalah 6 m dan dapat berpayload sensor-sensor sekitar lebih dari 30 kg," tambah Josaphat.

Pesawat tanpa awak berbadan besar diperlukan untuk mengakomodasi perangkat dengan beragam frekuensi serta mendukung proyek Josaphat selanjutnya.

Josaphat menjelaskan, teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) di Jepang saat ini bekerja pada frekuensi L band dengan polarisasi linear. Sementara, Josaphat sendiri mengembangkan SAR yang berbasis polarisasi sirkuler sebagai sensor SAR baru di dunia.

Supaya dapat dibandingkan dengan sensor sebelumnya, Josaphat tetap mengembangkan pada freluensi yang sama. Sementara, L band memiliki panjang gelombang yang cukup panjang sehingga dibutuhkan antena berukuran lebih besar.

"Agar dapat mengakomodasi perangkat pada frekuensi rendah ini hingga tinggi (sekitar 50 GHz), maka UAV ini dirancang mempunyai ruang besar sejak awal," papar Josaphat.

JX-1 juga dipersiapkan untuk mendukung penelitian berikutnya. saat ini, sedang dipersiapkan radar yang akan bekerja pada frekuensi P, S, C, X dan Ku band. Ruang yang besar dibutuhkan untuk mengakomodasi payload misi secara bersamaan.

"Memang saat ini ada UAV kecil-kecil, tapi mempunyai keterbatasan fungsi dalam misi, termasuk flight endurance," kata Josaphat.

Selain soal ukuran, JX-1 memiliki kelebihan sebab dirancang tembus gelombang mikro dengan dielectric constant sekitar 1,5 atau material badan pesawat berkarakteristik mendekati udara. Dengan demikian, radar bisa disimpan di dalam badan pesawat sehingga lebih terlindungi dan pancaran gelombang dapat menembusnya.

Tulang Punggung Riset Penginderaan Jauh

JX-1 berhasil diterbangkan perdana pada 7 Juni 2012 lalu di Fujikawa Airfield. Setelah penerbangan perdana ini, JX-1 bakal siap mendukung beragam misi pengujian serta misi lanjutan berikutnya.

Saat ini, laboratorium Josaphat tengah mengembangkan Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR) sebagai SAR aktif sensor, GPS-SAR sebagai SAR pasif sensor, GPS-Radio Occultation (RO), dan Linear Polarized Synthetic Aperture Radar (LP-SAR).

JX-1 nantinya akan dimanfaatkan untuk mengujicoba sensor tersebut. Setelah ujicoba, sensor akan diaplikasikan pada mikrosatelit yang juga dikembangkan oleh Josaphat dan tim, bernama GAIA-I dan GAIA-II.

Josaphat menjelaskan, kedua mikrosatelit yang dikembangkan bertujuan untuk mengamati pergerakan kerak bumi sehingga membantu memprediksi gempa dan tsunami 3-5 hari sebelum kejadian. GAIA-I akan mengamati dalam resolusi lebih besar sementara GAIA-II dalam citra yang lebih detail.

Di Jepang, teknologi yang dikembangkan Josaphat digadang mampu menjadi tulang punggung dalam riset penginderaan jauh. Nantinya, penginderaan jauh tak hanya mengandalkan radar dan satelit, tetapi juga didukung pesawat tanpa awak.

Saat ini, kata Josaphat, Malaysia dan Jepang sudah bekerjasama lewat program transfer teknologi untuk mengamati Semenanjung Malaysia. Josaphat berharap, Indonesia pun ke depan juga berminat mengaplikasikan teknologi yang dikembangkannya. 


http://sains.kompas.com/read/2012/06/20/10391931/Ilmuwan.Indonesia.Kembangkan.UAV.Terbesar.di.Asia

Google Hilangkan Video Terorisme

Google Hilangkan Video Terorisme


Google telah menghilangkan 640 video dari YouTube yang diduga mempromosikan terorisme pada 2011 setelah mendapatkan komplain dari Kantor Asosiasi Polisi Inggris.

Berita ini tercantum dalam laporan terakhir Transparency yang memperlihatkan permintaan dari otoritas internasional untuk menghilangkan atau memindahkan material.

Perusahaan itu mengatakan menutup lima akun yang berkaitan dengan tersangka pembuat video.

Bagaimanapun, perusahaan itu yakin telah menolak banyak permintaan yang sama dari negara lain.

Kantor Passport Kanada merupakan salah satu organisasi yang ditolak. Mereka meminta agar sebuah video yang menampilkan warga Kanada membuang air kecil di paspor dan menyiramnya di toilet, dipindahkan.

Google juga menolak untuk menghilangkan enam video YouTube yang berisi sarkasme terhadap tentara dan politisi senior Pakistan.

Permintaan itu datang dari Kementrian Teknologi Informasi Pemerintah Pakistan.

Tetapi Google melakukan tindakan untuk ratusan kasus yang lain, termasuk:

    Permintaan untuk memblok lebih dari 100 video YouTube di Thailand yang diduga menghina monarki yang merupakan sebuah kejahatan di negara tersebut.
    Menghilangkan video memuat pidato kebencian yang diunggah ke YouTube dari Turki.

Perusahaan menyatakan menerima 461 gugatan yang meliputi 6.989 item. Dan disebutkan telah memenuhi sekitar 68% persen permintaan.

Perusahaan menambahkan menerima 546 permintaan informal yang meliputi 4.925 item, dan menyepakati 43% kasus.

Analis kebijakan senior Google, Dorothy Chou, mengatakan perusahaan memperhatikan permintaan yang berkaitan dengan pidato politik.

"Ini mengkhawatirkan bukan hanya karena kebebasan berekpresi diambang risiko, tetapi beberapa dari permintaan ini dari negara yang anda duga - negara-negara barat bukanlah yang berkaitan dengan sensor," kata dia.

"Sebagai contoh, dalam semester kedua tahun lalu, regulator Spanyol meminta kami untuk menghilangkan 270 hasil pencarian yang berkaitan ke blogs dan artikel di koran yang merujuk kepada individu dan tokoh publik termasuk walikota dan jaksa.

"Di Polandia, kami menerima permintaan dari Biro Pengembangan Usaha untuk menghilangkan tautan ke situs yang mengkritik mereka.

"Kami tidak menuruti permintaan semacam itu."


http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2012/06/120618_google.shtml

25 Penyakit Ancam Perokok Usia Produktif

25 Penyakit Ancam Perokok Usia Produktif


Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, menyatakan setidaknya ada 25 jenis penyakit yang mengancam perokok aktif. "Ini karena mereka menghirup setidaknya 4.000 bahan kimia saat mengisap rokok," kata Tjandra dalam seminar »Konsumsi Rokok Mengancam Bonus Demografi” di Hotel Atlet Century.

Dari 25 macam penyakit itu, yang paling berbahaya dan paling banyak menyerang perokok adalah kanker paru-paru, serangan jantung koroner, hipertensi, dan gangguan janin pada ibu hamil. »Gangguan liver, penyakit persendian, dan kanker pita suara juga mulai banyak menyerang perokok,” kata Tjandra.

Ironisnya, menurut catatan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mayoritas perokok adalah kelompok usia produktif. Dengan demikian, ancaman penyakit dan penurunan kualitas kesehatan itu juga lebih banyak menyerang usia produktif. »Artinya, ada ancaman terhadap produktivitas penduduk Indonesia,” kata Abdillah Ahsan, peneliti Lembaga Demografi FE-UI.

Menurut Abdillah, data Survei Sosial Ekonomi Nasional dan Riset Kesehatan Dasar menunjukkan, dari 1995 sampai 2007, jumlah perokok usia 15-19 tahun telah meningkat lebih dari 200 persen. "Sekarang total perokok remaja sudah 4,2 juta orang. Ini kelompok usia produktif," kata dia.

Untuk menjaga produktivitas penduduk, Wakil Kepala Lembaga Demografi FE-UI Dwini Handayani menekankan pentingnya mencegah peningkatan jumlah perokok, terutama usia remaja. Salah satunya dengan segera mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tembakau. »Peraturan itu sangat efektif untuk menekan peningkatan jumlah perokok muda,” kata dia.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Emil Agustiono, mengatakan saat ini RPP Tembakau sudah di tangan presiden untuk segera ditetapkan. Menanggapi kekhawatiran sejumlah petani tembakau, Staf Khusus Kementerian Kesehatan Bidang Politik Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, menyatakan RPP tidak akan merugikan petani tembakau. "Tidak ada satu pun pasal yang melarang orang bertani tembakau," kata Bambang.

Bambang menjelaskan, RPP Tembakau tidak melarang produksi rokok atau kegiatan merokok sehingga tidak akan mengurangi pendapatan petani tembakau. »Lebih dimaksudkan untuk menghindarkan bahaya rokok bagi yang bukan perokok, terutama ibu hamil dan anak-anak. Caranya dengan mengatur tempat-tempat khusus untuk merokok,” katanya.

Dalam RPP tersebut akan diatur ihwal kewajiban memasang gambar peringatan bahaya rokok yang ukurannya 40 persen dari luas bungkus rokok. Selain itu, RPP mengatur soal perluasan kawasan tanpa rokok. »Orang tidak diperkenankan lagi merokok di dalam ruang yang tidak terhubung langsung dengan udara bebas,” kata Bambang.

http://id.berita.yahoo.com/25-penyakit-ancam-perokok-usia-produktif-221406224.html

Indonesia Perlu Optimistis Berperan di Forum Internasional

Indonesia Perlu Optimistis Berperan di Forum Internasional


Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia Zaenal A. Budiyono mengatakan Indonesia perlu optimistis dapat berperan di forum internasional, termasuk KTT G-20.

"Pandangan pesimistis terhadap masa depan Indonesia sama sekali tak mendasar. Itu semua hanya jargon yang dibangun kelompok yang berseberangan secara politik dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Zaenal melalui pesan elektronik yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu.

Ia tidak menyangkal bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah, seperti konflik agama, pemberantasan korupsi, dan birokrasi kompleks, tetapi pemerintah juga mencatatkan rapor biru di sejumlah bidang, seperti demokratisasi, lapangan kerja, menurunnya angka kemiskinan, dan peningkatan peran diplomasi.

Menurut dia, penting bagi suatu bangsa untuk menemukan konsensus nasional yang salah satunya adalah kesamaan langkah dalam pembangunan bangsa dan semangat kebangsaan.

Dengan adanya kesamaan visi tersebut, maka dinamika antarelite tidak perlu sampai menggagalkan tujuan nasional, katanya.

"Bahasa gampangnya, silakan masing-masing bersaing secara sehat di alam demokrasi. Akan tetapi, jangan menggunakan sampai melemahkan spirit rakyat untuk maju," tutur Asisten Stafsus Presiden Bidang Publikasi dan Dokumentasi yang turut serta dalam rombongan SBY untuk KTT G-20 Los Cabos, Meksiko ini.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa banyak negara berharap Indonesia bisa berperan di berbagai forum internasional, termasuk G-20, demi kebaikan dunia.

"Dipilihnya Indonesia bagian dari G-20, dunia juga berharap Indonesia `can do something` untuk dunianya," kata Yudhoyono di dalam pesawat kepresidenan saat melakukan penerbangan di atas Samudra Atlantik menuju forum G-20 di Meksiko, Minggu.

Yudhoyono berharap Indonesia bisa merumuskan berbagai pilihan untuk berbagai permasalahan global.

Supaya bisa berkontribusi pada tingkat global, kata Presiden, Indonesia harus bisa mempertahankan kondisi dalam negeri yang sudah baik.

"Dari aspek ekonomi kita mesti bisa meminimalkan dampaknya terhadap perekonomian kita, dan kita harus tetap bisa menjaga yang saya sebut dengan `positive growth`, pertumbuhan yang positif," tuturnya.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan adalah ciri-ciri negara-negara G-20. Namun, Kepala Negara merasa Indonesia bisa menambahkan satu ciri lagi, yaitu perekonomian inklusif.

Yudhoyono juga berharap Indonesia bisa mempertahankan hubungan baik dengan negara-negara anggota G-20 ini, APEC, "East Asia Summit", dan lain-lain. Hubungan baik itu akan menguntungkan karena Indonesia akan segera mendapatkan peringatan jika terjadi gangguan perekonomian global.


http://id.berita.yahoo.com/indonesia-perlu-optimistis-berperan-di-forum-internasional-153206306.html

Merintis Pengajaran Bahasa Indonesia di Inggris

Merintis Pengajaran Bahasa Indonesia di Inggris


Tidak mudah menjadi orang Indonesia bermukim di Inggris. Sering kami mendengar sapaan dari orang Inggris maupun sesama imigran salah menebak asal negara.

“Are you Malaysian?” atau “Are you Philippines?” adalah sangkaan yang sering diungkapkan kepada warga Indonesia. Tak bisa disalahkan, karena Malaysia dan Filipina lebih populer di negara Ratu Elizabeth II yang baru saja merayakan ulang tahun takhtanya yang ke-60 itu.

Malaysia adalah negara Commonwealth atau persemakmuran dengan mahasiswa yang bersekolah di Inggris mencapai 11 ribu orang lebih setiap tahunnya.

Sementara pelajar Indonesia hanya 1.275 pelajar tahun ini. Sementara warga Filipina, dapat dijumpai di berbagai pelosok negara hingga ke kota-kota kecil untuk bekerja sebagai perawat.

Keadaan  ini membuat sebagian dari kami gemas karena Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara. Sebenarnya, ada sebagian warga Inggris mengenali Indonesia secara spontan. Sayangnya, spontanitas yang muncul pertama kali itu sering kali berkaitan dengan kekerasan, seperti Bom Bali.

Chatham House, lembaga tanki pemikir (think-thank) terkenal di London, pernah membahas kasus kekerasan dalam satu serial diskusi tentang Indonesia pada April 2012.

Maimon Herawati,  pengajar Universitas Padjadjaran yang sedang studi S3 di Newcastle menjadi pembicara di dalam diskusi tersebut, harus bersusah payah meyakinkan pembicara dan peserta diskusi bahwa keadaan sehari-hari di Indonesia tidaklah demikian.

Rendahnya tingkat pengenalan dan anggapan negatif menjadikan ide memperkenalkan Bahasa Indonesia di Inggris menjadi sulit dilakukan. Tidak mengherankan jika ungkapan pesimisme berulang kali diutarakan sebagian peserta pelatihan calon pengajar Bahasa Indonesia yang diselenggarakan atas inisiatif Atase Pendidikan KBRI London, T. A. Fauzi Soelaiman pada tanggal 26 dan 27 Mei 2012.

Basoeki Koesasi, pengajar Bahasa Indonesia di Australia membesarkan hati para peserta dengan menjelaskan perbandingan pengajaran bahasa di Australia dan Inggris. Di Australia tentu lebih mudah menarik minat untuk belajar banyak hal mengenai Indonesia karena secara geografis Indonesia dan Australia berdekatan.

Namun, Pak Bas, demikian beliau biasa dipanggil, mengatakan bahwa ada gejala penurunan minat siswa dan warga Australia yang belajar Bahasa Indonesia. Gejala ini juga merata di negara-negara yang secara tradisional memiliki pusat-pusat kajian Indonesia seperti Amerika Serikat dan Belanda.

Pada saat bersamaan, penerima Bintang Jasa Pratama atas jasanya mengembangkan pengajaran Bahasa Indonesia di Australia itu menjelaskan bahwa negara Inggris akan meningkatkan perhatiannya ke Indonesia terkait dengan besarnya potensi ekonomi Indonesia. Dia mencontohkan kunjungan PM David Cameron ke Jakarta April lalu yang disusul dengan serangkaian kunjungan pejabat setingkat menteri dan anggota parlemen dari Inggris sebagai bukti adanya peningkatan perhatian tersebut.

Saat ini, pihak di Australia gelisah dengan tumbuhnya minat Inggris. Apalagi setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, berkunjung ke Inggris penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah Inggris di bidang pendidikan dan membuka program kajian Indonesia di University of Exeter. “Karena itu pelatihan semacam ini menjadi inisiatif yang strategis di tahun mendatang,” tegas Pak Bas.

Para peserta pelatihan memiliki latar belakang yang beragam, tetapi secara umum didominasi oleh pelajar dan ibu rumah tangga. Atase Pendidikan memang tidak menargetkan para peserta pelatihan untuk membangun lembaga profesional tersendiri. Pada tahap awal diharapkan mereka akan menjadi tenaga pengajar privat di kota masing-masing.

Kebutuhan belajar bahasa secara serius hingga saat ini terbatas pada mereka yang akan bekerja di Indonesia. Seorang pengajar bahasa profesional di London mengatakan bahwa sebagian besar murid adalah diplomat yang akan ditempatkan di Indonesia dan pesertanya hanya satu atau dua saja. Hal yang sama dilakukan seorang teman yang pernah memberikan pengajaran intensif selama tiga bulan di sela kuliahnya untuk calon manajer perusahaan Inggris yang akan ditempatkan di Jakarta.

Ben Murtagh, dosen kajian Indonesia di SOAS London, mengatakan jumlah peminat Bahasa Indonesia tidak begitu signifikan. Jumlah mahasiswa yang belajar bahasa di universitas tersebut mencapai sekitar 30 orang setiap tahun dengan setengahnya belajar sebagai pemula. Selain itu, SOAS juga menawarkan kursus bagi masyarakat luas. Jumlah tertinggi, 29 orang, dalam setahun yang dicapai pada 2008-2009 dan terendah 11 orang pada tahun berikutnya. Pada tahun akademik saat ini kelas kursus bahasa baru menjaring 22 peminat.

Melihat hal ini, Pak Bas meyakinkan, bahwa minat itu akan tumbuh perlahan-lahan seiring dengan meningkatnya peran Indonesia secara global dalam politik dan ekonomi. Indikasi ini beralasan, seperti halnya minat universitas-universitas di Inggris terhadap kajian Indonesia.

Kajian Indonesia di Oxford dan Exeter
Hingga kini, telah ada tiga lembaga yang mengajukan proposal untuk membuka kajian Indonesia, dua dari Oxford University dan satu di University of Exeter. Dari Oxford, OCIS (Oxford Centre for Islamic Studies) dan Green Templeton College secara resmi telah menyatakan keinginan membuka kajian Indonesia atau minimal mengangkat seorang dosen yang memiliki spesialisasi di bidang kajian Indonesia.

Sementara itu University of Exeter telah bersepakat dengan Kemdikbud RI untuk untuk mendukung dibuka kajian Indonesia dalam kerangka kajian Islam di bawah IAIS (Institute of Arab and Islamic Studies).

Sejatinya belum ada studi mengenai korelasi antara minat lembaga-lembaga pendidikan tersebut dengan minat di kalangan masyarakat Inggris. Tetapi Jonathan Githenz-Mazer, dosen senior di IAIS, mengatakan, tidak ingin terjebak dalam keraguan apakah ada peminat atau tidak. Sebagai penyelenggara kajian beserta kelas-kelas bahasa dari berbagai negara di Timur Tengah ia meyakini adanya potensi itu untuk kasus Indonesia.

Karena itu, ia berpikir lebih baik segera memulai dengan menawarkan kelas Bahasa Indonesia terlebih dahulu tanpa diganggu oleh perdebatan soal ada atau tidaknya peminat. “Let us testing the water,” tandasnya.

* Penulis adalah Alumnus University of Exeter, Inggris dan Penerima Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/12/06/10/m5eqix-merintis-pengajaran-bahasa-indonesia-di-inggris

Gadis Ini Tidur Berbulan-bulan

Gadis Ini Tidur Berbulan-bulan


Seorang gadis berusia 15 tahun bisa tidur selama berbulan-bulan.

Menurut laporan The Mirror,  gadis yang memiliki kebiasaan amat langka itu bernama Stacey Comerford. Ia menghabiskan usianya dengan tidur. Ya, hampir sepanjang hidupnya digunakan untuk tidur.

Kebiasaan aneh itu biasa disebut sindrom Kleine Levin. Tahukah Anda, hanya 1.000 orang di dunia ini yang memiliki kebiasaan langka tersebut.

Sang ibu, Bernie Richards mengatakan, sering menemukan anaknya tertidur pulas di lantai dapur.

Ketika Stacey mengalami episode tidur, ia hanya akan bangun untuk pergi ke toilet atau minum. Dia sangat moody dan sering berperilaku seperti balita, sering marah-marah jika dia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

Awalnya, dokter mengira Stacey hanyalah seorang remaja yang moody. Gadis itu juga sempat dirujuk ke rumah sakit, karena dokter khawatir dia menderita tumor otak. Dokter juga sempat memeriksa kemungkinan gadis itu mengidap epilepsi dan narkolepsi.

Ibu Stacey juga sempat diperiksa otoritas pendidikan setempat. Ia dituding melarang putrinya untuk pergi ke sekolah.

Sejak dinyatakan menderita sindrom Kleine Levin, Stacey harus menggunakan obat stimulan yang disebut modafinil dengan dosis tinggi. Obat itu bisa membantunya untuk membuatnya tetap terjaga. Obat ini meningkatkan kualitas hidupnya dan membuatnya lebih terjaga.

Kini, Stacey ingin kembali bersekolah. Sebab, dia telah tertinggal sembilan kali kesempatan ujian. Bahkan, dia tak pernah menikmati ulang tahun dan masa liburannya.


http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/12/06/15/m5nq0n-masya-allah-gadis-ini-tidur-berbulanbulan

Imam Malik dan Narkoba

Imam Malik dan Narkoba
Oleh: Prof Dr KH Achmad Satori Ismail





Dalam Syariat Islam, pengharaman miras dan narkoba melebihi pengharaman makanan, seperti daging babi dan bangkai. Setiap Muslim sudah tahu bahwa segala yang memabukkan termasuk dosa besar, tetapi mayoritas umat belum tahu bahwa mengonsumsi miras atau narkoba bukan sekadar dosa besar dan dilaknat penggunanya. Tapi, narkoba lebih bahaya dari sekadar dosa besar.

Pertama, narkoba disebut sebagai induk kejahatan. Betapa banyak orang yang kecanduan narkoba kemudian melakukan pencurain, perampokan, menjual diri, dan melakukan dosa-dosa lainnya. Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah induk segala kejahatan (khamr).” (HR an-Nasa’i).

Kedua, Allah melaknat 10 kelompok manusia berkaitan dengan miras dan narkoba: yang memproduksi, orang minta diproduksi, pengonsumsinya, pengantarnya, yang minta diantarkannya, yang menyiapkannya, penjualnya, pemakan hasilnya, pembelinya, dan yang dibelikannya. (HR al-Baihaqi).

Ketiga, sanksi mengonsumsi miras atau narkoba berbeda dengan mengonsumsi barang haram lainnya. Pemakai narkoba dalam syariat Islam harus dicambuk 80 kali. (Lihat Jami’ul ahadits, bab musnad Umar Ibnul Khattab. Juz 25 hlm 425).

Keempat, hadis yang mengungkapkan bahwa setiap yang memabukkan adalah khamr (miras, narkoba, dan sejenisnya) dan setiap yang memabukkan adalah haram (HR Muslim) menunjukkan bahwa keharaman narkoba karena bisa merusak akal. “Segala yang memabukkan, banyak atau sedikitnya tetap haram. (HR al-Baihaqi dan an-Nasa’i).

Dalam hal miras dan narkoba ini, Imam Malik bin Anas memiliki pendapat khas karena sikap preventif. Dia mengatakan bahwa semua yang memabukkan najis bendanya sama dengan najisnya kotoran manusia atau air seni.

Menurut ulama, khamr tidak najis bendanya tapi haram dikonsumsi. Sebagian ahli fikih Mazhab Maliki berpendapat bahwa Imam Malik melihat pada maqashidu as syar’i (tujuan syariat) dalam masalah miras seirama dengan tujuan syariat yang ingin melindungi akal.

Di antara pendapat Imam Malik dalam hal miras adalah: Pertama, semua yang memabukkan tidak boleh dikonsumsi walaupun dalam kondisi darurat. Kedua, dalam kitab Mudawwanah juz X hlm 365, Imam malik mengatakan, seorang Nasrani harus dicambuk kalau menjual khamr kepada Muslim jika tahu pembelinya adalah Muslim.

Bahkan, sebagian ulama melarang umat Islam untuk berbelanja di toko yang menjual miras dan zat yang memabukkan lainnya atas dasar dua alasan. Pertama, berbelanja di toko yang menjual miras termasuk dukungan material dam moral kepada penjual miras. (QS al-Maidah [5]: 2).

Kedua, keluar masuknya umat Islam ke warung yang menjual miras akan kelihatan oleh umat Islam secara umum sehingga mencerminkan teloransi terhadap miras, penjualnya, pembelinya, dan pengedarnya. Pendapat ini merupakan sikap hati-hati agar jangan sampai terjerumus pada yang haram.
“Barang siapa yang menjauhi syubhat (samar) bersihlah kehormatan dan agamanya dan barang siapa yang jatuh dalam syubhat berarti terjerumus dalam yang haram.” (HR Bukhari, Muslim dan lainnya).


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/06/13/m5j5tz-imam-malik-dan-narkoba

Memaknai Isra' Mi'raj

Memaknai Isra' Mi'raj

Oleh Mohammad Sofwan


“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS al-Isra’ [17]: 1).

Mahasuci Allah adalah sebuah kalimat tauhid. Allah Mahasuci dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya. Suci dari meninggalkan hamba yang dikasihi-Nya berada dalam kesedihan dan kesendirian ketika ditinggal oleh orang-orang yang dicintai dan menopang dakwahnya. Suci dari tidak kuasa mengadakan kejadian luar biasa, yang orang-orang berakal pun tidak bisa menerimanya.

Peristiwa Isra dan Mi’raj yang berlangsung lailan (pada sepotong, bukan sepanjang malam) adalah salah satu hal yang luar biasa. Luar biasa, sehingga kita pun perlu mengucapkan subhanallah seperti ayat di atas agar tidak terlena dengan keluar-biasaannya (kemahabesaran) dan kekuasaan Allah SWT.

Mengalami peristiwa ini adalah suatu kemuliaan yang besar. Dan, kemuliaan hanya diberikan kepada orang yang mulia. Beliaulah Rasulullah SAW. Karena itu, saat yang paling mulia bagi Rasulullah SAW adalah ketika sedang menjalani Isra dan Mi’raj.

Bukan ketika beliau berhijrah ke Madinah atau saat beliau menaklukkan Kota Mekkah. Karena, saat Isra dan Mi’raj, sekali-kalinya Allah SWT berfirman kepada beliau tanpa perantara Malaikat Jibril RA.

Namun, yang membuat kita bertanya-tanya, mengapa ketika berada dalam kondisi yang paling mulia ini, beliau disebut dengan hamba-Nya? Seperti  tertulis nyata dalam surah al-Isra [17]: 1. Mengapa beliau tidak disebut dengan rasul-Nya, nabi-Nya, kekasih-Nya, atau Muhammad saja?

Kesimpulan para ulama, ayat ini menunjukkan bahwa kondisi paling mulia yang dicapai manusia adalah ketika dia bisa merealisasikan dirinya sebagai hamba Allah SWT. Saat itulah Allah SWT rida kepadanya.

Lalu, bagaimana seseorang bisa menjadi hamba Allah SWT yang sebenarnya? Menjadi hamba Allah SWT adalah meyakini bahwa Allah adalah penciptanya yang berkuasa atas segala sesuatu. Sedangkan dia adalah hamba yang lemah, tiada daya dan upaya, menerima segala keputusan Allah SWT dengan penuh kerelaan.

Ketika memperjalankan hamba-Nya dengan peristiwa Isra, Allah SWT membuka kesempatan yang sama kepada seluruh manusia untuk bisa mencapai derajat kemuliaan. Karena, seluruh manusia sama-sama bisa menjadi hamba Allah SWT.

Berbeda seandainya yang diperjalankan adalah seorang nabi, tidak semua orang bisa menjadi nabi; atau seorang kaya, tidak semua orang bisa menjadi orang kaya; atau ulama, tidak semua orang bisa menjadi ulama; atau keturunan nabi, tidak semua orang lahir sebagai keturunan nabi.

Demikianlah karakteristik Islam, yang tidak menjadikan kemuliaan monopoli bagi golongan tertentu. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk membanggakan nasabnya, karena Allah SWT tidak menilainya berdasar nasab.

Tidak ada alasan bagi seseorang untuk membanggakan ilmu dan hartanya, karena ilmu dan harta adalah tanggung jawab yang harus ditunaikan. Hendaknya bersyukur ketika semua itu membuatnya menjadi hamba Allah SWT yang sebenarnya.


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/06/16/m5ol4t-memaknai-isra-miraj

Alarm Bisa Meledak

Alarm Bisa Meledak


Bom satu ini diciptakan bukan untuk menghancurkan, melainkan menciptakan 'ledakan' alarm. Namun hati-hati jika membawanya ke tempat umum, apalagi ke bandara. Bisa-bisa Anda ditangkap pihak keamanan.

Benda ini disebut dengan "Defusable Alarm Clock" yang diciptakan designer Michael Krumpus (41). Jam ini dirancang agar "korban" mempunyai kesempatan beberapa detik untuk memotong kabel yang benar, sebelum pemicu secara otomatis membuat alarm "meledak".

Ketika waktu habis, sejumlah lampu di sekitar jam itu akan menyala seakan-akan meledak.

Fungsi tiap kabel berubah secara acak setiap pagi, sehingga pengguna harus membedakan kabel kedua dan keempat yang bisa memicu rangkaian LED berkedip.

Krumpus mengaku terinspirasi dari melihat bom di film Hollywood. Jam ini dijual dengan harga 27 Poundsterling atau Rp 390 ribu dan tersedia untuk pembelian di internet.

"Saya pikir akan menyenangkan membuat jam alarm mirip bom yang sering kita lihat di film Hollywood," ujarnya seperti dikutip dari laman Dailymail, Senin (4/6).

Pria dari Minnesota, Amerika Serikat, itu mengatakan ia tak mengerti tentang bom. Namun ia berusaha membuat jam seperti bom di film-film. "Saya memang tidak tahu seperti apa penampakan bom sebenarnya, tapi di film-film mereka selalu memiliki batang dinamit yang diikat bersama-sama, dengan layar digital bertuliskan merah dan sekelompok kabel keriting".

Krumpus memang tak ingin hanya membuat jam biasa. Ia ingin jam yang menghitungnya mundur. "Saya pikir jam itu harus menakutkan seperti di film yang menghitung mundur," ujarnya.

"Jadi saya mencoba menghentikan hitung mundur dengan memotong kabel yang benar?"

Jam ini begitu realistis sehingga Krumpus harus memberi pesan di website-nya yang mengatakan bahwa bom tidak nyata.

Dear Federal Agents and other Law Enforcement, this is only a clock. It is no more dangerous than any other clock (Dear Agen Federal dan Penegakan Hukum lainnya, ini hanya sebuah jam. Ini tidak lebih berbahaya daripada jam lain).

Dia juga mengingatkan pelanggan untuk tidak membawa jam mereka ke luar rumah mereka karena berisiko bisa memicu peringatan bom. Dear Pranksters, I know you are excited to scare your friends and co-workers with a phony bomb but use your head. (Dear pranksters, aku tahu Anda sangat senang menakut-nakuti teman dan rekan kerja dengan bom palsu, tetapi gunakan kepala Anda).

"Ini jenis perangkat yang bisa membuat orang panik dan menelepon pihak berwenang.

"Jadi jangan membawanya ke sekolah atau tempat bekerja dan tentu tidak membawanya di dekat bandara! Serius, jangan menempatkan diri Anda ke dalam masalah".

"Dengan menggunakan imajinasi Anda, Anda dapat membuat jam yang terlihat seperti perangkat berbahaya


http://tekno.liputan6.com/read/408156/wah-alarm-bisa-quotmeledakquot

Melon Termahal Terjual Rp 116 Juta

Melon Termahal Terjual 116 Juta Rupiah


Ini cerita soal melon termahal. Buah yang dikenal dengan nama Yubari itu dilelang seharga 1 juta yen atau sekitar Rp 116 juta. Sepasang melon premium dari Hokkaido, Jepang, telah terjual dalam lelang pertama untuk kategori buah pada tahun ini.

Seperti dilansir NHK, baru-baru ini, kedua buah melon tersebut diambil dari koleksi 110 buah melon Yubari dari sebuah pasar di Sapporo, prefektur utara Jepang. Pemenang lelang tersebut adalah seorang penjual grosir sayur yang berbasis di Hokkaido. Ia meminta broker untuk memastikannya mendapatkan tempat teratas dalam aksi lelang tersebut.

Usai memenangkan lelang, perusahaan tersebut berencana memajang melon. Mereka baru menyajikannya kepada pelanggan ketika buah tersebut matang. Setelah melewati musim dingin dan bersalju, rasa melon di Jepang bertambah manis.


http://gayahidup.liputan6.com/read/402710/melon-termahal-terjual-rp-116-juta

Retina Buatan dari Sel Manusia

Retina Buatan dari Sel Manusia 


Para peneliti yang didukung Lembaga Ilmu Pengetahuan Negara Riken di Kobe, Jepang, membuat retina buatan dari sel induk embrionik manusia. Retina itu untuk membuat bentuk tiga dimensi yang dikenal dengan cawan mata.

Seperti dilansir NHK, retina buatan itu memiliki ukuran sekitar lima milimeter, dengan diameter dan titik nol (zero-point) setebal tiga milimeter. Menurut para peneliti, retina buatan tersebut dapat berfungsi untuk mengubah rangsangan cahaya dari luar menjadi stimulasi listrik.

Rangsangan tersebut disampaikan sel-sel saraf yang menyampaikan sinyal ke otak yang terlihat dalam bentuk lapisan-lapisan. Menurut peneliti, temuannya dapat menjadi titik terang bagi pengobatan retinitis pigmentosa, penyakit yang menyerang puluhan ribu warga Jepang.

Dua tahun lalu, Takashi Fujikado, ilmuwan asal Jepang, juga telah membuat retina buatan. Ia memberikan retina buatan itu kepada dua pasien wanita yang menderita kebutaan retina


http://tekno.liputan6.com/read/412802/retina-buatan-dari-sel-manusia

Fuya Kain Kulit Kayu Terhalus di Dunia

Fuya Kain Kulit Kayu Terhalus di Dunia 


Indonesia tak kalah dengan negeri mode di dunia lainnya. Lihat saja, ada pakaian terbuat dari kulit kayu dengan mutu yang ternyata paling halus di dunia. Pakaian itu disebut Fuya yang berasal dari bahasa Kaili, Sulawesi Tengah, berarti selimut atau sarung.

Kerajinan tenun tak begitu dikenal di kalangan masyarakat Sulawesi Tengah. Lalu mereka membuat pakaian dari kulit pohon mulberi atau ivo. Bahan tersebut kemudian direbus, lalu dipukul-pukul hingga menjadi semacam kertas tipis. Setelah itu bahan dijahit hingga menjadi pakaian atau selimut yang memiliki warna dasar putih. Sementara warna coklat berasal dari kulit pohon beringin. Proses penggarapan ini rata-rata selesai dalam tiga hari.

Kertas selain bisa dijadikan sebagai bahan pakaian juga dapat dipakai untuk materi pembuatan wayang beber dan lukisan kamasan Bali. Fuya kini masih dibuat oleh sekelompok kecil masyarakat di lembah Bada di sekitar Taman Nasional Lore Rindu. Alat pemukul yang disebut ike dari batu diperoleh secara turun temurun dari nenek moyang mereka yang ketika itu hidup pada zaman batu muda, diperkirakan 4000 tahun silam.

Sayang generasi muda sekarang enggan meneruskan budaya dan tradisi yang hampir punah ini karena dinilai tidak menguntungkan secara ekonomis


http://gayahidup.liputan6.com/read/412685/indonesia-punya-fuya-kain-kulit-kayu-terhalus-di-dunia

Jepang Bisa Bangkrut Sebelum Eropa

Jepang Bisa Bangkrut Sebelum Eropa


Pandangan cukup mengejutkan terhadap Jepang datang dari mantan penasihat keuangan miliuner George Soros. Takeshi Fujimaki, menyarankan dengan ekonomi Jepang seperti saat ini, sebaiknya investor segera membeli aset dalam bentuk dollar Amerika Serikat (AS) atau mata uang lainnya.

Apa penyebabnya? Ia menjawab, "Jepang berpotensi bangkrut sebelum Eropa. Setidaknya dalam lima tahun ke depan," ujarnya. Investor di Jepang, harus memiliki rencana cadangan jika ekonomi Negeri Sakura ini memburuk.

Caranya, menurut orang yang mengakhiri kariernya di perusahaan Soros pada tahun 2000 itu adalah dengan menata portofolio investasi dalam bentuk mata uang greenback, Swiss franc, poundsterling, dollar Aussie dan dollar Kanada.

Menurut pria yang saat ini mengajar di Waseda University itu, jika pemerintah Jepang default, posisi yen akan tergerus hebat dan menuju ke 400-500 per dollar AS. Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi bertenor 10 tahun bakal menjulang di atas 80%.

"Saya membeli dollar untuk mengantisipasi kondisi darurat," akunya.

Rasio utang melebihi Eropa

Saat ini, harga asuransi obligasi Jepang yang terekam dalam Credit Default Swap (CDS) untuk surat utang tenor lima tahun mencapai 90,9 basis points (Bps).

Pandangan Fujimaki bukanlah hal yang mengada-ada. Apabila pemerintah gagal mengelola sistem keuangan negara, bukan tak mungkin negeri ini gulung tikar sebelum Eropa.

Bayangkan, tahun lalu saja, rasio utang Jepang terhadap pertumbuhan ekonomi jauh lebih besar dari negara-negara Eropa yang tengah sekarat akibat krisis.

Rinciannya, rasio utang Jepang terhadap gross domestic product (GDP) sebesar 200% lebih tinggi. Angka tersebut juga yang tertinggi di antara negara-negara industri dunia. Sedangkan negara Eropa lumayan lebih rendah yakni Yunani 160%, Italia 119%, Portugal 103,1%, Irlandia 102,4% dan Italia 124,8%.

Wajar jika Tokyo harus khawatir dengan ancaman memburuknya ekonomi. International Monetary Fund (IMF) juga pernah memprediksi, rasio total utang Jepang terhadap GDP bisa mencapai 250% di 2015.

Adapun, upaya pemerintah Jepang untuk mengurangi laju utangnya adalah dengan menaikkan pajak penjualan hingga dua kali lipat pada 2015. Rencana ini masih menjadi perdebatan di parlemen Jepang.

Harus digarisbawahi juga, meskipun rasio utang Jepang membubung tinggi, ada perbedaan pemilik obligasi negeri ini dengan Uni Eropa. Jika surat utang Benua Biru banyak dimiliki investor asing, obligasi Negeri Matahari Terbit justru dimiliki oleh investor lokal. Tipikal inilah yang mengundang tanda tanya dan belum terjawab, apakah investor lokal akan lebih legowo ketimbang asing ketika pemerintah Jepang sewaktu-waktu menempuh kebijakan ekstrem? Atau, mereka tidak punya pilihan lain?.


http://internasional.kontan.co.id/news/silakan-cemas-jepang-bisa-bangkrut-sebelum-eropa

Ketika Judul Film Hollywood Diganti Bahasa Jawa

Ketika Judul Film Hollywood Diganti Bahasa Jawa


Apa jadinya kalo Judul Film barat diganti dengan bahasa Jawa, mau tau? langsung cek aja nih:
 
Enemy at the Gates – Musuhe Wis Tekan Gapuro
Die Another Day – Modare Ojo Saiki
Die Hard – Gak ono mate’e
Die Hard II – Matine Angel Tenan
Die Hard III – Kowe Kok Ra Mate-Mate To?
Die Hard IV – Jan Tenan’an…Arep Mati Kok Angel Tenan
Bad Boys – Bocah-Bocah Elek
Man of Fire – Wong Lanang Kesumuken
No Way Back – Ora Iso Mulih ( kesasar yo?)
Red Eye – Matane Abang ( klilipan opo?)
Casino Royale – Togel Akeh Duite
The Hoax – Ngapusi
Harry Potter – Hari Dodol’an Pot
Lost in Space – Ilang Neng Awang-awang
Cheaper by the Dozen – Tuku Selusin Luwih Murah
Paycheck – Kasbon
Independence Day – Pitulasan
There is Something About Marry – Meri Ono Opo-Opo’ne
Silence of the Lamb – Wedhus’e Mutung
Planet of the Apes – Planete Wong Apes
Gone in Sixty Second – Minggat Sak’cepete
The Abyss – Entek-Entek’an
Deja Vu – Pang’ling
Terminator – Terminal Montor
Lord Of The Ring – Pedagang Akik
Deep Impact – Ngantem Njero
Million Dollar Baby – Babi Regone Sa’juto
Blackhawk Down – Manuk Ireng Kenek Be’dhil
Saving Private Ryan – Ngelesi Privat Mas Ryan (pancene goblog tenan opo?)
Gone With The Wind – Wes Ewes Ewes Bablas Angi’ne
Because I Said So – Dikandani Kok Ngeyel Tenan Sih


Kaskus

Naik Gaji Malah Bikin Stress

Naik Gaji Malah Bikin Stress


Peningkatan gaji ternyata tidak menjamin kebahagiaan terutama bagi individu yang menderita depresi. Bagi kalangan penderita gangguan mental ini, kadar kebahagiaan justru berbanding terbalik dengan peningkatan penghasilan.

Hasil itu dipaparkan dalam penelitian University of Warwick, Inggris, dan University of Minnesota, AS. Dengan menggunakan responden dari Inggris dan Jerman, peneliti dari kedua unversitas itu memfokuskan pada hubungan gejala neurotisme, yang ditandai dengan kemarahan, permusuhan, dan depresi, dengan kepuasan hidup.

Eugenio Proto dari University of Warwick mengungkapkan ketidakbahagiaan atas peningkatan kuantitas materi ini terkait adanya gap antara harapan dan kenyataan. Dengan kata lain, kondisi mental mereka terlalu berekspektasi tinggi dan kurangnya rasa syukur atas apa yang dimiliki.

"Ketika mereka dalam pendapatan rendah, peningkatan gaji dianggap hanya sebagai pencapaian," katanya.

"Namun, jika sudah bergaji tinggi, mereka mungkin tidak menganggap itu sebanyak yang diharapkan. Mereka melihat ini sebagai kegagalan parsial dan itu menurunkan kepuasan hidup mereka."


http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/06/13/94583/Naik-Gaji-Malah-Bikin-Stress/11