Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan

Alasan Logis Penyebab Kesurupan Massal

Alasan Logis Penyebab Kesurupan Massal


Adanya peristiwa kesurupan yang dialami puluhan dan seorang guru di SMPN 1 Koba, Bangka Tengah, memunculkan banyak anggapan, salah satunya mengenai hal-hal mistis.

Namun, sebenarnya tidak demikian. Karena, secara ilmiah dan ilmu kesehatan, kesurupan dapat dijelaskan secara medis. Menurut Risaldi, psikolog, kesurupan massal di SMPN 1 Koba, Rabu (6/2/2013), terjadi karena ada satu orang yang menjadi pemicu kesurupan.

Bisa juga ada tekanan tertentu, sehingga menimbulkan histeria. Ditambah lagi, mental usia remaja atau anak-anak masih lemah.

Sehingga, ketika melihat temannya kesurupan, mereka menjadi tegang, dan tanpa disadari menular. Maka, ekspresi yang muncul dari yang lain seperti kesurupan.

"Ketika terjadi ketegangan, siswa dan siswi ini hilang kontrol. Reaksinya menjerit, kejang-kejang. Kebanyakan menimpa perempuan, karena mereka cenderung penakut, sehingga tersugesti dan hilang kontrol," ungkap Risaldi saat ditemui Bangkapos.com (Tribunnews.com Network), Rabu.

Selain itu, lanjutnya, fenomena kesurupan terjadi karena anak-anak dijejali dengan cerita horor, serta kepercayaan atau keyakinan terhadap hal gaib yang berlebihan.

Sehingga, tanpa sadar mereka tersugesti, dan menimbulkan ketakutan tersendiri. Pertanyaan kenapa kesurupan banyak terjadi di sekolah, karena usia anak sekolah dan remaja masih labil dan mudah tersugesti.


http://www.tribunnews.com/2013/02/07/kesurupan-massal-bukan-mistis-ini-penyebabnya

Benarkah Manusia Bebas

Benarkah Manusia Bebas


Hidup itu bagaikan permainan catur. Manusia bebas bergerak ke mana dia mau, namun pola gerakannya terikat dengan ketentuan yang sudah pasti. Perhatikan saja permainan catur, setiap aktor yang berada di atas papan terikat dengan pola gerakan yang sudah pasti. Jika dilanggar, permainan catur jadi buyar. Analogi ini bisa juga diterapkan pada permainan lain, misalnya sepak bola. Pemain bebas bergerak melampiaskan kemerdekaannya, namun tetap ada batasan yang mengikat dan mesti dipatuhi. Demikian juga halnya dalam panggung kehidupan. Tuhan memberi anugerah kebebasan atau kemerdekaan, namun manusia diikat oleh berbagai kepastian dan keterbatasan.

Batas yang paling mudah dilihat dan tidak bisa ditawar adalah keterbatasan fisiknya. Alam membatasi manusia tidak bisa terbang seperti burung atau menyelam ke dasar laut bagaikan ikan, sekalipun manusia memiliki kebebasan berimajinasi untuk melakukannya. Baru nanti dengan kreasi akalnya manusia menciptakan pesawat terbang atau kapal selam untuk dikendarai. Batasan yang paling nyata dan pasti tentu saja umur.

Diskusi apakah manusia memiliki kebebasan berpikir dan bertindak menjadi semakin rumit dan mengundang perdebatan abadi ketika dibawa ke ranah teologi dan ilmu sosial. Benarkah tindakan seseorang murni hasil pilihan dan kreasi dirinya ataukah tanpa disadari digerakkan oleh aktor lain yang mendominasi?

Terdapat mazhab dalam teologi Islam yang menyatakan bahwa manusia tak ubahnya wayang, sedangkan Tuhanlah sang Dalang yang menggerakkan. Dalam ilmu sosial dan psikologi juga terdapat pikiran serupa. Bahwa pikiran dan tindakan seseorang itu tanpa disadari merupakan pengaruh luar, baik lingkungan, genetik, pendidikan, struktur politik, dan lain sebagainya. Sampai tingkat tertentu manusia memang tetap memiliki kebebasan, namun terdapat kekuatan luar yang tidak sanggup dia kontrol dan tolak yang begitu dominan memengaruhi dan menggerakkan perilakunya.

Contoh yang paling mudah diamati adalah setiap anak terlahir di luar pilihannya. Selanjutnya akan diasuh oleh lingkungan budayanya yang sangat memengaruhi perasaan, pikiran, dan perilakunya, seperti dalam berbahasa, selera makan, dan sistem kepercayaan yang dianutnya. Bahkan faktor geografis tempat lahir dan tumbuh juga memengaruhi pola hidupnya.

Secara teoretis setiap orang memiliki kebebasan yang dengannya menjadi syarat sebuah tindakan akan dikatakan baik atau buruk. Tindakan apa pun tanpa adanya kebebasan untuk memilih akan sulit dikategorikan baik atau buruk, jika hal itu dilakukan secara terpaksa atau kehilangan akal. Itulah sebabnya orang yang hilang akalnya, anak kecil, atau terpaksa, hukuman tidak berlaku. Bahkan untuk ber-Islam dan beriman padaTuhan disyaratkan adanya pilihan bebas, bukan karena paksaan. Paksaan akan merampas ketulusan. Namun, sekali lagi, secara sosiologis dan psikologis perlu disadari bahwa perilaku seseorang ternyata juga dipengaruhi dan digerakkan oleh faktor-faktor yang bekerja di luar dirinya.

Dengan demikian kita dituntut bersikap bijak, jangan mudah menghakimi dan menyalahkan orang lain karena tindakan apa pun pasti ada faktor luar yang kadang kala memaksanya untuk melakukan. Hanya orang-orang yang memiliki daya kritis, kepribadian kuat dan mampu menjaga integritasnya yang sanggup melawan dorongan luar yang akan merusak kefitrian orang yang selalu menginginkan kebaikan, kebenaran, keindahan,dan kedamaian.

Meminjam istilah psikologi, dalam setiap orang terdapat archetype, sebuah struktur kejiwaan yang juga dipengaruhi sistem sosial tempat seseorang lahir dan tumbuh. "Archetypes are nothing more than the deep structures in the psyche and social system," kata Carol S Pearson. Dalam bahasa sains, archetype ini disebut fractals, sebuah struktur yang menyangga dan bekerja bagi eksistensi semesta ini.

Jadi, archetype ini tampaknya sebuah kombinasi antara potensi diri yang senantiasa melekat, kebebasan berkehendak dan memilih, serta kekuatan pengaruh lingkungan yang ketiganya berperan mengarahkan tindakan seseorang. Dengan memahami archetype, seseorang akan sangat terbantu melihat posisi dirinya dalam setiap langkah hidupnya karena archetype akan menyajikan dan menjelaskan potret diri dalam adegan serial drama dan film kehidupan yang tiap hari kita jalani.

Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.


http://www.metrotvnews.com/read/analisdetail/2012/12/03/297/Benarkah-Manusia-Bebas?

Istiqomah Berdakwah

Istiqomah Berdakwah


Kami mengenalnya sebagai seorang juru dakwah. Sering dia diminta untuk memberi wejangan agama.

Namun, beberapa tahun terakhir ia meninggalkan gelanggang dakwah dan bergabung dengan partai politik lalu masuk di parlemen.

Kesehariannya kini lebih sering menenteng gadget, seperti iPad dan HP di tas mininya. Mungkin sebagai pengganti tasbih yang dulu biasa diputar sambil berzikir.

Biasanya, sebelum azan, wajahnya selalu tampak basah oleh air wudhu dan sudah bersiap di belakang mihrab. Kini, walau azan sudah berkumandang, beliau terlihat masih sibuk menyalami relasi dan kolega politik. Majelis-majelis ilmu dan mimbar-mimbar dakwah yang dulu membesarkan namanya, kini terlihat hanya seperti hiasan.

Kita pasti mengelus dada. Sangat disayangkan jika akhirnya beliau benar-benar meninggalkan harakah dakwah. Semoga saja, sahabat kita ini kembali berjuang menegakkan kebenaran dan Islam.

Tulisan ini tentu bukan ajakan untuk meninggalkan gedung parlemen atau melepas kursi kementerian. Tidak sama sekali. Ini hanya sekadar seruan moral untuk istiqamah dalam dakwah.

Masih terekam dalam ingatan kami, ketika beliau berpamitan. “Semoga posisi ini memudahkan langkah dakwah kita, narju bidu'aikum (mohon doa) ya ustaz,” ucapnya.

Sejujurnya ingatan ini hanya menambah gerusan hati saja karena kenyataan justru lebih tampak bukan sebagai batu loncatan dakwah yang memudahkan tapi menjatuhkan.

Peran juru dakwah yang “berubah” ini pastinya bukan hanya pada diri beliau, tapi telah membiak di negeri ini. Dulu kita mengenalnya sebagai ustaz, guru agama, penceramah, dai, punya pondok pesantren, dan sebagainya. Akan tapi, setelah masuk wilayah kekuasaan, peran itu berubah.

Kita sudah sering mendengar banyaknya pejabat yang masuk 'hotel prodeo'. Tak hanya politisi, tapi juga sosok yang selama ini dikenal alim. Sering juga kita dengar, ada banyak sekali pesantren tutup, karena para santrinya tidak lagi terurus. Karena pengasuhnya jarang pulang dan tak sempat mengajar. Majelis-majelis taklim berhenti, karena ustaz atau ustazahnya sedang ke luar kota.

Atas keadaan inilah, rasanya penting melihat lagi risalah istiqamah dalam dakwah. Tidak mengapa berganti “baju”. Dengan lebih “bergaya”, seharusnya daya jelajah dakwah lebih kuat dan menghunjam.

Rasanya menjadi luar biasa jika manusia-manusia Muslim parlemen atau para petinggi kekuasaan, sesaat sebelum terdengar suara azan, pimpinan sidang meminta penghentian sidang untuk bersama melaksanakan shalat berjamaah. Indahnya pemandangan itu.

Jika sudah demikian, benarlah keadaan mereka. Silakan rebut dunia, raih kedudukan, tapi jangan tinggalkan umat dan akhirat. Jadikan kursi dan meja sidang sebagai mushala. Jadikan persidangan dan lobi-lobi sebagai mimbar dakwah.

Saudaraku, tetaplah bersahaja, apa adanya. Amalan kebaikan yang sebelumnya hidup, hidupkan kembali. Sungguh, buah istiqamah itu akan menanti kita. Orang yang istiqamah dalam dakwah sebenarnya sedang meniti jalan surga.

Mereka akan selalu dikawal dan dihibur para malaikat. Dan Allah beserta para makhluk-Nya, akan turut membantu setiap urusan mereka, baik dunia maupun akhirat. (QS Fushilat [41]: 30). Wallahu a'lam.


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/11/15/mdj9sc-istiqamah-berdakwah

Biksu yang Jadi Orang Paling Bahagia di Dunia

Biksu yang Jadi Orang Paling Bahagia di Dunia


Apakah kebahagiaan itu dan apa parameternya, tak ada patokan pasti. Namun, sebuah studi yang dilakukan University of Wisconsin memperkuat dugaan banyak orang, bahwa rasa syukur dan keyakinan pada kekuatan Maha Mulia menjadi faktor seseorang menjadi bahagia.

Para peneliti menunjuk seorang pria asal Prancis, Matthieu Ricard sebagai orang yang pantas menyandang gelar paling bahagia didunia. Titik balik kehidupan pria 66 tahun itu terjadi 40 tahun lalu, saat ia meninggalkan dunia akademis, pindah ke India untuk belajar ajaran Buddha. Kini, ia menjadi orang kepercayaan Dalai Lama dan menjadi pemuka agama yang dihormati Barat.

Menurut para peneliti, meditasi yang rutin dilakukan Ricard setiap hari punya keuntungan lain selain tujuan spiritual, meningkatkan kapasitasnya untuk bahagia.

Bagaimana sains menemukan benang merah antara laku spiritual dengan kebahagiaan?

Ahli syaraf Richard Davidson memasang 256 sensor pada tengkorak kepala biksu tersebut di University of Wisconsin, sebagai bagian dari penelitian terhadap ratusan ahli meditasi.

Hasil pemindaian menunjukkan, saat meditasi, merenungkan tentang kasih sayang dan hakikat cinta, otak Ricard memproduksi level gelombang gamma -- yang berkaitan dengan kesadaran, perhatian, pembelajaran, dan memori. "Ini belum pernah dilaporkan sebelumnya dalam literatur ilmu syaraf," kata Davidson dikutip Daily Mail.

Pemindaian juga menunjukkan adanya aktivitas berlebih pada sisi kiri prefrontal cortex (otak bagian depan), dibandingkan sebelah kanan. Kondisi ini memberinya kapasitas luar biasa untuk kebahagiaan dan mengurangi kecenderungan yang negatif.

"Kami telah 12 tahun mencari efek jangka pendek dan panjang aktivitas melatih pikiran melalui meditasi terhadap perhatian, kasih sayang, dan keseimbangan emosional," kata Davidson.

"Kami menemukan, hasil luar biasa pada praktisi yang telah melakukan 50.000 meditasi. Juga orang-orang yang bermeditasi selama 3 minggu, masing-masing 20 menit perhari, yang lebih masuk akal untuk dipraktikkan masyarakat awam di era modern."

Riset ini,  menunjukkan bahwa meditasi tak hanya duduk bersila di bawah pohon mangga, misalnya. "Namun mengubah secara drastis otak seseorang dan mengubah siapa dirinya.

Davidson yakin, meditasi bisa mengubah otak dan meningkatkan kebahagiaan, dengan cara yang sama seperti mengangkat beban dari otot tubuh.

Kuncinya: ketulusan

Sebagai biksu terkemuka dari Biara Shechen di Kathmandu, Ricard melewati alunan waktu di antara meditasi di tempat terpencil dan hening, melakukan riset ilmiah, menemani Dalai Lama sebagai penasihat saat perjalanan ke negara-negara berbahasa Prancis, dan menghadiri konferensi sains.

Ia juga menjadi pembicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, di tengah krisis finansial tahun 2009, berkata kepada para pemimpin dunia dan pemimpin bisnis, ini saatnya untuk mengakhiri keserakahan dan menggapai apa yang ia sebut sebagai "altruisme yang mencerahkan".

Ricard juga dianugerahi National Order of Merit dari negaranya, Prancis untuk kerja kerasnya melestarikan budaya Himalaya. Namun, karyanya dalam ilmu kebahagiaan mungkin yang mendefinisikannya sebagai yang terbaik.

Ricard melihat hidup sebagai sesuatu yang baik, menunjukkan kasih sayang, bukan sebagai perintah agama, tapi rute praktis untuk mencapai kebahagiaan.

"Cobalah tulus saat memeriksa, dan menginvestigasi jalan kebahagiaan itu," kata dia. "Ini yang coba diungkap dalam ajaran Buddha, bagaimana mekanisme kebahagiaan dan derita. Ini adalah ilmu tentang pikiran."


http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/363999-riset--biksu-ini-orang-paling-bahagia-di-dunia

Dunia Maya Dunia Bawah Tanah

Dunia Maya Dunia Bawah Tanah


Situs maya adalah sebuah situs yang sangat besar. Walaupun di beberapa daerah sudah digali untuk mencari tahu mengenai suku ini, masih banyak situs peninggalan masyarakat Suku Maya yang masih terkubur.

Palenque di daerah Meksiko Selatan dan Chichen Itza di bagian utara merupakan salah satu daerah yang telah digali. Bahkan di Tikal, daerah dengan kehancuran yang begitu terkenal di Guatemala, ada gundukan tanah yang disinyalir merupakan sebuh kuil besar yang terkubur.

Peneliti hanya melakukan penggalian untuk hal-hal yang mereka butuhkan. Misalnya saja, di Belize yang memiliki sisa-sisa reruntuhan, namun tidak dilakukan penggalian. Sama seperti di Altun Ha yang terletak 30 mil dari Belize. Orang dapat melihat piramida yang monumental di seluruh situs tersebut, namun lebih banyak yang masih terkubur. 


http://travel.okezone.com/stories/2012/10/30/544/711329/dunia-maya-dunia-bawah-tanah

Mucikari Dihukum Konseling di Masjid

Mucikari Dihukum Konseling di Masjid


Seorang hakim di Pakistan memerintah seorang wanita yang dituduh menjalankan rumah pelacuran untuk ''memperbaiki diri'' dengan menghadiri kelas agama di masjid setiap hari selama sebulan.

Kepala Hakim di Pengadilan Tinggi Peshawar Dost Mohammad Khan mengatakan konseling agama di masjid sebagai bagian dari persyaratan jaminan.

Hakim mengatakan wanita itu harus mendatangi ulama selama sebulan untuk menjalani ''perbaikan melalui ajaran agama''.

Para pengamat mengatakan hukuman untuk menjalankan reformasi spiritual sangat jarang, bahkan belum pernah terjadi di Pakistan.

Kepala Pengadilan Tinggi Mohammad Khan mengatakan ulama di masjid tempat perempuan itu ''dihukum'' harus memberikan perkembangan kemajuan saat hukuman berakhir.

Pengadilan juga memerintahkan polisi memastikan hukuman berlangsung di masjid.

Sementara itu kuasa hukum terpidana menilai polisi membuat tuduhan palsu atas kliennya.

Mereka berargumentasi bahwa kediaman perempuan itu dirazia tanpa ada surat penggeledahan yang sah dan polisi tidak bisa mengajukan saksi untuk mendukung tuntutan di pengadilan.
Efek jera

Hakim Khan dalam keputusannya mengatakan dia menyesalkan bahwa masih sedikitnya pelatihan kejuruan bagi wanita pengangguran yang memaksa mereka untuk memilih ''jalan ilegal'' untuk bertahan hidup.

Wartawan BBC di Islamabad melaporkan hakim mungkin memutuskan perintah belajar di masjid ini karena kekurangan bukti - terutama kurangnya bukti medis - untuk menjatuhi hukuman penjara.

Tetapi, hakim Khan juga sepertinya enggan membiarkan perempuan itu bebas dan memutuskan untuk memberikan efek jera dengan menerima konseling agama.

Bagaimanapun ulama yang ditugaskan untuk menjalani perintah pengadilan kepada BBC mengatakan, meski dia telah mendengar perintah tersebut, tetapi dia secara resmi belum diminta untuk mendampingi perempuan tersebut.

Dalam banyak kasus, mereka yang diduga menjalankan rumah pelacuran bisa lolos dari dakwaan jika mereka memiliki pelanggan orang-orang yang berpengaruh.

Tetapi jika mereka disidangkan, mereka biasanya mendapat hukuman yang berat.

Wartawan BBC melaporkan hukuman konseling agama ini merupakan yang pertama dijatuhkan bagi seorang wanita yang dituduh terlibat dalam prostitusi.


http://www.tribunnews.com/2012/10/03/mucikari-dihukum-konseling-di-masjid

Masjid Nabawi akan Tampung Dua Juta Jamaah

Masjid Nabawi akan Tampung Dua Juta Jamaah


Pemerintah Arab Saudi mulai mengerjakan rencana renovasi Masjid Nabawai di Madinah. Proyek renovasi akan memperluas masjid suci kedua umat Islam itu hingga menampung dua juta jamaah.Sesuai rencana, bangunan masjid akan diperluas hingga 614.800 meter persegi. Setelah renovasi, luas total bangunan masjid dan serambi akan menjadi 1,02 kilometer persegi.

"Renovasi akan mengakomodasi satu juta jamaah di dalam masjid dan 800 ribu di serambi," kata Menteri Keuangan Arab Saudi Ibrahim Al Assaf dalam peletakan batu pertama proyek renovasi seperti dilansir Arab News, Rabu (26/9).

Proyek renovasi juga mencakup pembangunan dua menara utama, menambah empat menara yang sudah ada di tiap sudut masjid saat ini.

Wilayah sekitar masjid (Central Zone) akan diperluas hingga tiga kali lipat untuk pembangunan hotel, pusat perbelanjaan, dan infrastruktur jalan yang lebih memadai. Untuk mewujudkan itu, pemerintah setempat akan menutup 23 hotel di Central Zone.

Sebagai gantinya, proyek pembangunan 21 hotel segera dirampungkan pada tahun ini. Dalam rencana jangka panjang, renovasi Masjid Nabawi diharapkan dapat menampung hingga dua juta jamaah pada tahun 2040.


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/09/26/mayehi-setelah-renovasi-masjid-nabawi-akan-tampung-dua-juta-jamaah

Patung Buddha Kuno dari Meteor

Patung Buddha Kuno dari Meteor


Patung Buddha berusia sekitar 1000 tahun yang ditemukan tim ekspedisi Nazi Jerman pada 1938, diyakini terbuat dari pecahan batu meteor, demikian analisa terbaru ilmuwan Universitas Suttgart, Jerman.

Patung seberat 10 kilogram, yang lazim disebut "manusia besi", menggambarkan sosok dewa kaum Buddha Vaisravana dan diyakini berasal dari abad ke-11 setelah masehi.

Analisis geokimia oleh tim peneliti Jerman-Austria, yang dipublikasikan dalam jurnal Meteoritics dan Planetary Science mengungkapkan bahwa patung ini diukir di atas batu ataxite, salah-satu jenis batuan meteor yang langkah.

"Patung ini dipahat dari batu meteor Chinga yang menabrak wilayah perbatasan antara Mongolia dan Siberia sekitar 15.000 tahun yang lalu," kata ketua tim penelitian dari Institut Planetology, Universitas Stuttgart, Dr Elmar Buchner, seperti dilaporkan Science Daily.
Nazi dan swastika

Tim peneliti yang dipimpin Buchner melakukan analisa patung itu pada 2007, setelah pemiliknya mengijinkan mereka untuk mengambil potongan kecil dari patung itu.

Dua tahun kemudian, tim peneliti itu diberi kesempatan untuk mengambil contoh yang lebih besar dari bagian dalam patung tersebut.

Belum diketahui bagaimana patung itu ditemukan, namun diyakini bahwa simbol swastika yang diukir di bagian perut patung itu mendorong tim ekspedisi Nazi Jerman untuk membawanya pada 1938 lalu.

Setelah dibawa ke Jeman, patung yang diyakini merepesentasikan raja kaum Buddha di wilayah utara, atau sekarang dikenal sebagai wilayah Jambhala di Tibet ini, dikoleksi oleh seseorang.


http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2012/09/120927_ancient_buddhist_meteorite.shtml

Memaknai Isra' Mi'raj

Memaknai Isra' Mi'raj

Oleh Mohammad Sofwan


“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS al-Isra’ [17]: 1).

Mahasuci Allah adalah sebuah kalimat tauhid. Allah Mahasuci dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya. Suci dari meninggalkan hamba yang dikasihi-Nya berada dalam kesedihan dan kesendirian ketika ditinggal oleh orang-orang yang dicintai dan menopang dakwahnya. Suci dari tidak kuasa mengadakan kejadian luar biasa, yang orang-orang berakal pun tidak bisa menerimanya.

Peristiwa Isra dan Mi’raj yang berlangsung lailan (pada sepotong, bukan sepanjang malam) adalah salah satu hal yang luar biasa. Luar biasa, sehingga kita pun perlu mengucapkan subhanallah seperti ayat di atas agar tidak terlena dengan keluar-biasaannya (kemahabesaran) dan kekuasaan Allah SWT.

Mengalami peristiwa ini adalah suatu kemuliaan yang besar. Dan, kemuliaan hanya diberikan kepada orang yang mulia. Beliaulah Rasulullah SAW. Karena itu, saat yang paling mulia bagi Rasulullah SAW adalah ketika sedang menjalani Isra dan Mi’raj.

Bukan ketika beliau berhijrah ke Madinah atau saat beliau menaklukkan Kota Mekkah. Karena, saat Isra dan Mi’raj, sekali-kalinya Allah SWT berfirman kepada beliau tanpa perantara Malaikat Jibril RA.

Namun, yang membuat kita bertanya-tanya, mengapa ketika berada dalam kondisi yang paling mulia ini, beliau disebut dengan hamba-Nya? Seperti  tertulis nyata dalam surah al-Isra [17]: 1. Mengapa beliau tidak disebut dengan rasul-Nya, nabi-Nya, kekasih-Nya, atau Muhammad saja?

Kesimpulan para ulama, ayat ini menunjukkan bahwa kondisi paling mulia yang dicapai manusia adalah ketika dia bisa merealisasikan dirinya sebagai hamba Allah SWT. Saat itulah Allah SWT rida kepadanya.

Lalu, bagaimana seseorang bisa menjadi hamba Allah SWT yang sebenarnya? Menjadi hamba Allah SWT adalah meyakini bahwa Allah adalah penciptanya yang berkuasa atas segala sesuatu. Sedangkan dia adalah hamba yang lemah, tiada daya dan upaya, menerima segala keputusan Allah SWT dengan penuh kerelaan.

Ketika memperjalankan hamba-Nya dengan peristiwa Isra, Allah SWT membuka kesempatan yang sama kepada seluruh manusia untuk bisa mencapai derajat kemuliaan. Karena, seluruh manusia sama-sama bisa menjadi hamba Allah SWT.

Berbeda seandainya yang diperjalankan adalah seorang nabi, tidak semua orang bisa menjadi nabi; atau seorang kaya, tidak semua orang bisa menjadi orang kaya; atau ulama, tidak semua orang bisa menjadi ulama; atau keturunan nabi, tidak semua orang lahir sebagai keturunan nabi.

Demikianlah karakteristik Islam, yang tidak menjadikan kemuliaan monopoli bagi golongan tertentu. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk membanggakan nasabnya, karena Allah SWT tidak menilainya berdasar nasab.

Tidak ada alasan bagi seseorang untuk membanggakan ilmu dan hartanya, karena ilmu dan harta adalah tanggung jawab yang harus ditunaikan. Hendaknya bersyukur ketika semua itu membuatnya menjadi hamba Allah SWT yang sebenarnya.


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/06/16/m5ol4t-memaknai-isra-miraj

Ponari Tidak Lulus UN

Ponari Tidak Lulus UN


Ponari, bocah asal Jombang, Jawa Timur yang pernah dijuluki si dukun cilik sejuta pasien tidak lulus pada ujian nasional (UN) tingkat sekolah dasar (SD) tahun ini. Pasalnya, SDN Balongsari 1, Megaluh, tempat Ponari bersekolah tidak memasukkan nama bocah ini sebagai peserta UN.

Alasannya, Ponari malas belajar dan sering tidak masuk sekolah. Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Megaluh Sugeng, Rabu (9/4 menuturkan sesuai datang yang masuk bocah bernama lengkap Muhammad Ponari Rohmatullah tercatat sering tidak masuk selama setahun terakhir.

Menurut dia tindakan tegas tidak memasukkan Ponari yang bernomor induk 13-141-001-8 sebagai peserta UN sudah sesuai prosedur. Bukan itu saja, dengan alasan sering tidak masuk, anak pasangan Kamsin dan Mukaromah ini juga tidak masuk daftar nominasi sementara yang masih bisa diikutkan UN.

Menurut Sugeng pihaknya bersama sekolah sudah berusaha membujuk si dukun cilik ini bersekolah agar bisa mengikuti UN. "Kita sudah berusaha tapi yang bersangkutan tidak mau, mau gimana lagi," imbuh Sugeng.

Dari laporan yang masuk, saat berada di kelas Ponari disebut lebih suka bermain telepon genggam dari pada memperhatikan pelajaran yang diajarkan guru.

Nama Ponari sempat menggegerkan publik di Tanah air pada 2009 lalu. Sebuah batu kecil yang diperolehnya dari mimpi sang nenek diyakini berkekuatan magis. Batu ini digunakan untuk mengobati para pasien yang makin lama makin banyak mendengar kebolehan Ponari mengobati pasien dengan media batu ajaib itu.

Selama lebih sebulan, puluhan ribu pasien tiap hari mendatangi rumah dukun cilik ini. Mereka harus antre berdesakan untuk mendapatkan air ajaib setelah dicelup batu milik Ponari. Membludaknya pengunjung sempat membawa tragedi. Sebanyak 5 pengunjung tewas akibat kehabisan nafas dan terinjak dalam lautan massa.


http://nasional.lintas.me/go/memobee.com/karena-malas-dan-sering-bolos-si-dukun-cilik-ponari-tidak-lulus-un-/

Adab Belajar Menurut Islam

Adab Belajar Menurut Islam


Hakikat hidup adalah belajar. Hakikat belajar adalah proses transformasi diri menuju peningkatan kapasitas intelektual, keluhuran moral, kedalaman spiritual, kecerdasan sosial, keberkahan profesional, dan perubahan sosial menuju khaira ummah (umat terbaik). Dengan belajar, manusia bisa hidup bermartabat dan membangun peradaban yang bersendikan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Perintah Allah SWT yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW adalah membaca. (QS al-Alaq [96]:1-6). Perintah ini sangat penting karena inti belajar adalah membaca. Tidak ada proses pembelajaran yang tidak melibatkan aktivitas pembacaan. Dalam Islam, belajar adalah ibadah. "Menuntut ilmu itu (belajar) wajib bagi Muslim dan Muslimah." (HR Muslim).

Perintah membaca tersebut sarat dengan adab (etika) mulia. Tidak semua membaca itu disebut belajar atau mencari ilmu. Alquran mula-mula mengaitkan perintah membaca dengan bismi rabbik (atas nama Tuhanmu). Artinya, adab belajar mengharuskan pelajar untuk meneguhkan niat yang ikhlas karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT, agar ilmu yang diperoleh membuahkan keberkahan dan memberi manfaat bagi orang lain.

Imam Syafi’i (150- 204 H) pernah “curhat” kepada gurunya, Waqi’ mengenai hafalannya yang buruk. Sang guru menasihatinya agar meninggalkan maksiat. Kata sang guru, ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat. Dengan demikian, belajar harus jauh dari perbuatan maksiat agar apa yang dipelajari menjadi “cahaya” yang dapat menerangi jalan hidup si pembelajar.

Selain bismi rabbik dan menjauhi maksiat, pelajar juga harus senantiasa berperilaku yang baik (husnul adab), rajin, tekun, rendah hati, dan selalu mengamalkan ilmunya. “Ilmu yang tidak diamalkan itu bagaikan pohon yang tidak berbuah.”

Imam Syafi’i juga menegaskan bahwa ilmu itu bukan yang dihafal dalam pikiran, tetapi yang bermanfaat dalam perbuatan. Sabda Nabi SAW, “Siapa yang bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah petunjuknya (amalnya tidak semakin baik), maka ia hanya akan semakin jauh dari Allah.” (HR ad-Darimi).

Belajar menuntut optimalisasi kecerdasan, kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran karena belajar itu bukan merupakan proses yang instan, (langsung berilmu) tetapi memerlukan kerja ikhlas, keras, dan cerdas.

Imam Syafi’i, pernah bersyair, “Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali terpenuhinya enam hal, yaitu: kecerdasan, antusiasme (kesungguhan), kesabaran, bekal yang cukup, bimbingan guru, dan waktu yang lama.”

Jadi, belajar itu bukan sekadar datang ke sekolah atau kampus untuk mendengar dan mencatat apa yang disampaikan guru, melainkan juga berusaha mengembangkan pemikiran, pengetahuan, kepribadian, moralitas, dan profesionalitas.

Karena belajar itu ibadah, maka menurut Imam Ja’far as-Shadiq, belajar itu harus dimulai dengan thaharah (pembersihan diri) dan berwudhu agar terhindar dari godaan setan. Adab lainnya adalah menghormati guru dan ulama. Seorang pelajar juga dianjurkan untuk berlapang dada (toleran) dalam menghadapi perbedaan pendapat dan pemikiran. Wallahu a’lam


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/05/21/m4cznr-inilah-adab-belajar-menurut-islam

Shalat Sepanjang Hayat

Shalat Sepanjang Hayat


“Dan orang orang-orang yang menjaga shalatnya. Mereka itu dimuliakan di dalam surga.” (Al-Maarij: 34-35)

Shalat menjadi keutamaan dalam Islam. Shalat bukan sebatas ritual wajib lima waktu dan 17 rakaat dalam sehari. Shalat adalah ibadah paling mulia yang diperintahkan Allah Swt kepada umat manusia agar terhindar dari perbuatan keji dan munkar.

Karena itu, yang terpenting dalam shalat bukan sebatas melaksanakan, tetapi mendirikan. Melaksanakan sebatas mengerjakan ritual keagamaan tanpa memiliki kesadaran dan pemahaman mendalam terhadap makna shalat. Mendirikan dibangun dengan landasan kesadaran akan dekatnya Allah Swt.

Kesadaran membangkitkan kecintaan dalam menjalankan perintah-perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya. Jadi Quran surah Al-Ankabut ayat 45 berbunyi “Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar,” benar-benar meresap ke dalam hati.

Dari sini diketahui bahwa perintah shalat bukan hanya sekadar melakukan gerakannya saja, melainkan lebih dari itu. Benar shalat adalah gerakan badan dan bacaan yang tertentu terdiri dari berdiri, duduk, ruku, sujud, tasbih, tahmid dan sebagainya. Akan tetapi yang mendatangkan pahala adalah yang mendirikan shalat disertai kehadiran hati di dalamnya.

Ini yang membedakan antara orang-orang melakukan shalat. Meski zhahirnya gerakan-gerakan dan waktunya sama tetapi ia akan berbeda dan bertingkat-tingkat di dalam menghadirkan hati dan kekhusyukan.

Di dalam mendirikan shalat terdapat pemenuhan terhadap naluri manusia yaitu butuh, lemah, suka meminta, mengharapkan perlindungan, berdoa, munajat dan menyerahkan segala urusan kepada yang lebih kuat, penyayang, penyantun dan lebih sempurna.

Alquran secara tegas memerintahkan seseorang untuk selalu minta pertolongan di antaranya adalah dengan shalat. Hal ini dapat dilihat pada firman Allah Swt Quran surah Al Baqarah ayat 45,  “Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya ia sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”.

Ayat ini berbicara mengenai sifat dan keadaan manusia yang memiliki sifat cepat berkeluh-kesah. Ketika mendapatkan keburukan dan kebaikan selalu ada respon negatif. Tetapi ada di antara manusia yang dikecualikan oleh Allah yaitu orang-orang yang shalat.

Shalat juga menjadi bukti nyata akan kesyukuran dan penghambaan diri kepada-Nya. Oleh karena itu orang yang mendirikan shalat bagaikan ikan yang tidak bisa hidup kecuali di dalam air, maka apabila ia keluar dari air ia sangat membutuhkannya dan ingin sekali lari kembali ke dalamnya.

Betapa banyak dan besar urgensi shalat yang disebutkan dalam Quran. Dalam berbagai ayatnya, Quran telah menerangkan keutamaan dan buah yang akan didapatkan dari shalat seperti pahala bagi yang mendirikan dan siksaan terhadap yang meninggalkannya. Dalam beberapa referensi, Quran juga menegaskan shalat memiliki ruh dan esensi yang harus direalisir sehingga seorang manusia mampu hidup dengan shalat dan shalat hidup dengannya. Sehingga sepanjang hayat hidup bershalatlah. 


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/05/11/m3t8x9-shalat-sepanjang-hayat

Faktor Dibalik Meningkatnya Populasi Muslim Dunia

Faktor Dibalik Meningkatnya Populasi Muslim Dunia


Populasi Muslim seluruh dunia naik pesat. Dalam 20 tahun ke depan, populasi muslim mencapai 6.9 miliar jiwa.

Menyikapi fenomena itu, Direktur Islamic Center Southern California, Imam Jihad Turk menilai ada dua faktor yang menyebabkan populasi muslim meningkat pesat, pertama adalah angka kelahiran tinggi di kalangan umat Islam, dan kedua, konversi.

"Tingkat kelahiran merupakan faktor utama yang memberikan sumbangsih. Sementara, faktor konversi lebih banyak karena pernikahan," kata dia seperti dikutip neontommy.com, Selasa (8/5).

Moises Gonzalez, yang baru saja memeluk Islam, merupakan contoh dari tren pernikahan yang dijelaskan Turk. "Saya jatuh cinta dengan seorang muslimah. Sebagai bentuk keseriusan, saya memutuskan untuk berpindah agama," ungkap Gonzalez, yang saat ini tidak lagi mengkonsumsi babi dan alkohol semenjak memeluk Islam.

Hal serupa juga dialami Ti Miekel. Sebelumnya, ia tidak memeluk agama apapun. Namun, saat bertemu dengan suaminya, ia sadar harus membuat langkah perubahan. Salah satunya adalah memeluk agama."Suamiku tidak pernah memintaku untuk memeluk Islam Jadi, keputusanku memeluk Islam atas pilihan pribadi," kenang dia.

Sebelum Mikkel memeluk Islam, ia telah mencoba untuk mengenakan jilbab layaknya muslimah lain. Ia pun merasakan ketenangan. "Aku tidak memiliki masalah dengan tata cara berpakaian. Tapi aku melihat jilbab, sebuah pakaian yang memberikan kenyamanan," kata dia.

Sementara itu, Wakil Direktur Islamic Center Southern California, Soha Yassine, meningkatnya populasi muslim dibarengi dengan meningkatnya tentangan yang harus dihadapi muslim. Sebabnya, generasi baru muslim perlu untuk tumbuh dalam lingkungan dimana mereka dapat berbicara secara terbuka atas masalah yang mereka hadapi.

"Penting untuk diketahui generasi baru muslim untuk memahami bahwa menjadi muslim dan seorang warga AS tidaklah ekslusif," kara dia.

Turk menambahkan, kesalahpahaman tentang Islam merupakan pekerjaan rumah bagi setiap muslim. Adalah tugas seorang muslim untuk meluruskan hal itu. Harapannya esensi Islam sebagai agama cinta damai dapat dipahami. "Kebanyakan orang sekarang ini berpikir Islam adalah agama kekerasan. Padahal itu tidak benar," pungkasnya.


http://id.berita.yahoo.com/inilah-faktor-dibalik-meningkatnya-populasi-muslim-dunia-140933079.html

Dzikir Akbar Sedunia di Hari Arafah

Dzikir Akbar Sedunia di Hari Arafah


Ibadah haji merupakan peristiwa yang sungguh luar biasa. Sekitar tiga juta umat Islam dari hampir semua negara di dunia bertemu untuk melakukan wukuf di Arafah.

Mereka semua mengenakan pakaian ihram berwarna putih tanpa perhiasan apa pun, dan hanya beralas kaki sandal jepit. Semua datang untuk bertobat kepada Allah SWT, memenuhi panggilan Nabi Ibrahim AS. (QS. 22:27).

Meskipun tidak dapat dibedakan antara pejabat tinggi dan rakyat kecil, antara yang kaya dan yang miskin, tetapi dari pancaran wajah masing-masing dapat diketahui siapa yang mewakili bangsa yang sudah berada di alas garis kemiskinan dan siapa yang bangsanya masih bergulat di bawah garis kemiskinan, siapa yang mewakili bangsa yang sudah maju dan siapa yang bangsanya masih tertinggal jauh.

Terlihat bahwa umat Islam sedunia masih menghadapi banyak persoalan besar yang memerlukan pemecahan bersama.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Aliah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan (petunjuk), dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu,dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Anfaal: 29).

Di Arafah, Allah SWT mengabulkan semua permohonan ampunan dan rahmat-Nya. Apabila seluruh umat yang wukuf di Arafah itu tidak hanya memohon ampunan dan berkah bagi diri masing-masing, tetapi secara bersama-sama memohon petunjuk Allah SWT untuk mendapatkan jalan pemecahan persoalan-persoalan besar yang sedang dihadapi umat Islam sedunia. Alangkah dahsyatnya apabila permohonan itu dikabulkan.

Allah SWT berfirman, “Tidaklah berdosa bagi kamu untuk mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu berangkat dari Arafah (selesai wukuf), maka berdzikirlah kamu kepada Allah di Masy’aril Haram (tempat-tempat suci).” (QS. Al-Baqarah: 198).

Maka apabila pada saat mabit di Muzdalifah para tokoh besar ulama dan cendekiawan yang mewakili umat Islam berbagai bangsa itu dapat berkumpul dalam satu tenda besar, kemudian membahas masalah-masalah besar umat Islam untuk menghadapi tantangan masa depan, lalu diakhiri dengan dzikir akbar bersama demi kemaslahatan umat Islam sedunia, alangkah dahsyatnya.

Solidaritas umat Islam sedunia akan dapat digalang. Sikap dan program kerjasama menghadapi tantangan masa depan akan dapat dikukuhkan. Dzikir akbar ini pasti akan didengar Allah SWT. Apabila pertemuan dan dzikir akbar ini dapat diselenggarakan setiap musim haji, Insya Allah umat Islam akan dapat mengejar ketinggalannya.


http://www.jurnalhaji.com/2012/05/07/dzikir-akbar-sedunia-di-hari-arafah/

Hikmah dari Setiap Kejadian

Hikmah dari Setiap Kejadian


Orang yang cerdas lagi kreatif dapat mengubah kerugian menjadi keuntungan. Sedang orang yang bodoh lagi nervous akan membuat suatu musibah yang menimpa diri menjadi dua musibah, ibarat pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga pula.”

Rasulullah SAW diusir dari Makkah. Ternyata di Madinah, beliau dapat mendirikan sebuah negeri yang memenuhi lembaran sejarah keberhasilan dan kecemerlangannya.

Ahmad bin Hambal dipenjara dan dihukum cambuk, setelah itu jadilah ia pemimpin ulama sunnah.

Ibnu Taimiyah dipenjara, namun setelah keluar dari tahanannya ia menjadi seorang ulama.

Al-Sarkhasi disekap di dasar sumur yang tidak dipakai lagi. Di sanalah ia dapat menulis dua puluh jilid buku dalam ilmu fiqih.

Ibnu Atsir menghabiskan masa pensiunnya menulis Kitab Jam’ul Ushul dan An-Nihayah yang keduanya merupakan kitab Hadits yang paling terkenal dan paling bermanfaat.

Ibnul Jauzi diasingkan dari Baghdad, ia pun memanfaatkan waktu itu dengan menulis tajwid tentang Qiroat Sab’ah.

Malik bin Raib terserang demam yang membawa kepada kematiannya, maka dalam masa sakitnya itu ia menggubah qasidahnya yang indah lagi terkenal di kalangan semua orang, sehingga ketenaran dan keindahannya memadai diwan-diwan para penyair kondang pada masa pemerintahan Khalifah ‘Abbasiyyah.

Demikian juga Abu Dzuaib Al-Hudzali (penyair jahiliyyah) ketika kelima anaknya meninggal dunia di Madinah. Ia terus meratapinya dengan menuangkan eposnya tersebut dalam suatu qasidah yang membuat dunia mendengarkannya penuh perhatian, banyak orang terperangah kagum akan keindahannya, dan sejarah mengacungkan jempol kepadanya.

Masih banyak lagi contoh inspiratif yang terjadi diberbagai belahan dunia ini jika kita mau mengambil ibrah. Kadangkala, Jika kita terbentur suatu musibah, kita larut dalam musibah tersebut tanpa melihat sisi cerahnya.

Ibaratnya, jika kita dapati segelas minuman lemon, bubuhkanlah padanya sesendok gula. Jika kita diserang seekor ular, ambil saja kulitnya yang berharga dan buanglah yang lainnya. Atau jika disengat oleh kalajengking, ketahuilah bahwa racunnya mengandung serum yang ampuh untuk melawan racun ular berbisa.

Demikianlah orang cerdas yang mampu mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan yang keras agar ia dapat mengeluarkan darinya buat kita bunga mawar dan bunga melati yang indah lagi harum.

Sebagaimana Firman Allah SWT, “Boleh jadi kalian mem­benci sesuatu, padahal itu lebih baik bagi kalian. ”(QS Al-Baqarah: 161).

Kerajaan Prancis sebelum masa revolusinya yang dahsyat pernah menahan dua orang penyair ulung mereka, salah seorang­nya bersifat optimistis, sedang yang lain bersifat pesimistis. Keduanya mengeluarkan kepalanya masing-masing dari jendela penjara.

Adapun yang bersifat optimistis, maka ia menatapkan pandangannya ke arah bintang-bintang, lalu tertawa, sedang yang pesimistis memandang ke bawah melihat tanah yang ada di jalan sebelah penjaranya, lalu menangis.

Pandanglah sisi lain dari tragedi yang menimpa diri, karena sesungguhnya keburukan yang murni itu tidak ada ujudnya. Bahkan yang ada di sana adalah kebaikan, penghasilan, kemudahan, dan pahala.


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/05/06/m3ko6k-memetik-hikmah-dari-setiap-kejadian

Toleransi Beragama Ala Pardew

Toleransi Beragama Ala Pardew


Cerita kali ini pantas menjadi cermin bagi masyarakat Indonesia yang kerap berpandangan dan berpikiran sempit terkait keragaman budaya dan agama. Apa yang dilakukan manajer Newcastle United Alan Pardew kali ini pantas untuk diteladani. Mengingat empat pemain intinya merupakan pemeluk agama Islam, Pardew meminta manajemen klub untuk membangun tempat beribadah di St James Park atau yang kini dikenal dengan sebutan Sports Direct Arena.

Keempat pemain yang dimaksud adalah bomber yang akhir-akhir ini penampilannya di lapangan hijau mengundang decak kagum, striker Papiss Demba Cisse, bomber Demba Ba, gelandang serang Hatem Ben Arfa, dan gelandang bertahan “berwajah sangar” Cheick Tiote. Keberhasilan The Magpies bersaing dengan Arsenal dan Tottenham Hotspur dalam memperebutkan tiket Liga Champions tak bisa dilepaskan dari ciamiknya penampilan kuartet di atas.

Karenanya, guna mengapresiasi keyakinan kuartet tersebut, Pardew mengaku telah meminta klub untuk membangun sarana beribadah di tengah-tengah fasilitas latihan yang ada di Sports Direct Arena. “Itu (rencana pembangunan sarana beribadah) telah saya bicarakan dengan Sekretaris Klub Lee Charnley. Sebab, saya pikir, keberadaannya sangat penting (bagi pemain). Kami akan merawat dan menjaga para pemain plus latar belakang keyakinannya,” tegas Pardew.

“Faktor religi alias keyakinan memainkan peranan yang sangat penting bagi sebagian para pemain kami. Anda harus menghormati mereka yang beragama lain dari sebagian besar pesepakbola profesional di negeri ini. Kami butuh fasilitas yang berbeda bagi mereka. Penting artinya bagi siapapun, bahwa apapun keyakinannya, kami akan berusaha memelihara dan memahaminya,” tandas mantan manajer West Ham United berusia 50 tahun itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena pesepakbola premiership yang memeluk Islam atau muslim kian merebak. Sebutlah misalnya saja empat pemain inti Manchester City: Yaya dan Kolo Toure, Samir Nasri, dan Edin Dzeko. Atau, kiper Wigan Athletic asal Oman Ali Al-Habsi, winger Chelsea asal Pantai Gading Salomon Kalou, striker Arsenal asal Prancis Marouane Chamakh, dan bomber Stoke City asal Mali, Mamady Sidibe.


http://bola.liputan6.com/read/398045/toleransi-beragama-ala-pardew

Masjid dan Suara Azan

Masjid dan Suara Azan


Masjid adalah tempat suci dan sangat dihormati umat Islam di seluruh dunia. Di masjid dimuliakan nama Allah melebihi tempat lain (QS an-Nur [24]: 36). Masjid merupakan bangunan risalah pertama yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sejalan dengan fungsi masjid sebagai tempat bersujud kepada Allah SWT maka masjid dan suara azan tidak dapat dipisahkan. Bukanlah masjid kalau tidak mengumandangkan suara azan. Suara azan tidak mungkin pula dikumandangkan secara rutin kalau bukan di masjid.

Pada zaman nabi, azan belum menggunakan pengeras suara. Muazin pertama Rasulullah, yaitu Bilal bin Rabah, cukup berdiri di tempat tinggi untuk mengumandangkan seruan azan. Dalam hadis diriwayatkan suatu ketika tiba waktu shalat, Rasulullah memanggil Bilal, “Wahai Bilal, kumandangkanlah azan, hiburlah kita dengan dia (azan itu).”

Tidak seorang pun ulama di dunia Islam yang memandang bidah azan dengan pengeras suara. Sudah jelas batas antara ibadah dan dunia dalam hal azan ini. Mustafa Kemal Ataturk di Turki pernah mengeluarkan larangan azan dalam bahasa Arab dari menara-menara masjid, tapi hanya berlangsung selama Ataturk berkuasa.

Mengapa suara azan harus jelas terdengar? Sebab, tujuan azan memanggil orang shalat berjamaah ke masjid. Namun demikian, kriteria muazin perlu lebih diperhatikan. Panggilan azan tidak sekadar asal bunyi, tapi diharapkan merasuk ke hati sanubari.  

Masjid harus sejuk dan menyejukkan. Suara selain azan memang bisa mengganggu waktu istirahat warga di sekitar masjid, terutama di perkotaan. Selawat, tarhim, bacaan Alquran, atau beduk bukan bagian dari azan. Hanya saja ada tradisi sebagian masjid di Tanah Air mengumandangkan bacaan selain azan berdekatan dengan waktu shalat atau memukul beduk sebagai tanda masuknya waktu shalat.

Sebagian orang mungkin terganggu dengan suara speaker selain azan pada jam-jam tertentu dan di lingkungan tertentu. Selain suara azan, tadarus Alquran di bulan Ramadhan dan takbir hari raya adalah ibadah dan syiar Islam. Tapi, kalau dilakukan semalam suntuk dengan pengeras suara atau menyetel kaset sampai pagi adalah tidak tepat.

Penggunaan pengeras suara di masjid dan mushala sudah ada pengaturan dan tuntunan yang dikeluarkan oleh Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI pada 1978. Dalam tuntunan tersebut, antara lain, diatur speaker masjid dipisahkan antara corong speaker keluar dan ke dalam. Speaker yang ditujukan ke luar masjid hanya untuk azan, sebagai tanda telah tiba waktu shalat.

Adapun bacaan shalat dan doa pada dasarnya hanya untuk kepentingan jamaah maka tidak perlu ditujukan keluar, sehingga tidak melanggar ketentuan syariah yang melarang bersuara keras dalam shalat dan doa.

Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 1976 mengeluarkan seruan tertulis tentang Penggunaan Alat Pengeras Suara untuk Kepentingan Syiar Islam, yaitu 15 menit sebelum waktu Subuh pada hari-hari biasa dan 30 menit sebelum waktu Subuh pada Ramadhan. Pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid-masjid menjelang Subuh merujuk pada keputusan Musyawarah Alim Ulama Terbatas DKI Jakarta, September 1973. Wallahu a’lam.

Oleh: M Fuad Nasar


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/05/03/m3fp0a-masjid-dan-suara-azan

Amalan Penolak Bala

Amalan Penolak Bala


Hidup ini tidak seindah yang dibayangkan. Banyak hal yang tidak terduga menghampiri hidup kita. Kepahitan dan kegetiran adalah warna yang memoles lembar kehidupan manusia. Meski sesungguhnya bagi orang yang beriman dunia ini adalah surga tak berperi dengan kenikmatan dan keelokannya yang tidak bertepi.

Untuk kita yang saat ini sedang dalam kubangan musibah ada baiknya kita mencoba menyisir jalan kebaikan berikut ini. Atau, kita yang sedang dihantui kegagalan, inilah amalan yang menghibur untuk menolak berbagai kemungkinan bala.

Pertama, melazimkan doa. Orang yang terbiasa dengan berdoa akan mengalir sebuah kekuatan yang mampu menjadikan dirinya tegar. Bahkan, doa adalah sebuah proteksi ampuh menstabilkan kondisi hati dengan berbagai macam keadaannya.

Disebut oleh Nabi Muhammad SAW, “Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa.” (HR Ahmad). Bahkan, ada doa yang langsung dari Allah untuk menuntun kita terhindar dari berbagai ujian, musibah, dan bala. “Duhai Allah jangan sekali-kali Engkau uji kami di luar batas kemampuan kami.” (QS al-Baqarah [2]: 286).

Kedua, kesungguhan takwa. Banyak disebut oleh berbagai ayat bahwa kesungguhan dan keseriusan dalam ketakwaan mengantarkan ketangguhan spiritual dalam menyelesaikan setiap kesulitan hidup. Ini artinya semangat takwa menghindarkan sebuah peristiwa buruk dalam hidup manusia. “Siapa yang bertakwa maka Allah jadikan baginya jalan keluar. Dan Allah karunia kan rezeki dari arah tak terduga. Siapa yang menyerahkan urusannya ke pada Allah maka akan dicukupkan (nikmat dan kebutuhannya) …” (Baca QS al- Thalaq [65]: 2-3).

Ketiga, rida orang tua. Setelah kita tegak dengan nilai-nilai Langit seperti disebut oleh dua poin di atas, saatnya kita mengumpulkan energi dari bumi. Dan, kita perlu memulainya dari bilik kedua orang tua kita. Doa dan restu mereka yang pada urutannya mengantarkan kepada sejuta kebaikan, yang kita unduh tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Keramat terampuh di dunia ini tidak lain doa dan restu orang tua. “Rida Allah ada pada rida orang tua dan murka-Nya ada pada murka kedua orang tua,” demikian sabda Nabi Muhammad SAW riwayat al-Hakim.

Keempat, sedekah. Keutamaan sedekah sudah banyak yang menyebutkan. Bahkan, secara terang sebuah hadis mengisyaratkan, “Sedekah itu benar-benar menolak bala.” (HR Thabrani dari Abdullah ib nu Mas’ud). Karena, agama adalah amal. Maka, nikmat dan kelezatan beragama akan berasa jika kita benar-benar mengamalkan. Karena itu, saat nya kita buktikan dengan amal nyata. Kita bersedekah pasti ada proteksi bala yang langsung Allah desain.

Kelima, istighfar. “Kami tidak akan turunkan azab bencana selama mereka masih beristighfar.” (QS al-Anfal, 8: 33). Berikutnya, silaturahim, berzikir, dan selawat. Terkait dengan zikir, disebut oleh Nabi SAW, “Petir menyambar siapa pun, tetapi petir tidak akan menyambar orang yang sedang berzikir.”

Terakhir, senantiasa berbuat baik. Kebaikan yang kita tebarkan di bumi adalah kebaikan untuk kita yang Allah gelontorkan dari langit (QS ar- Rahman [55]: 60). Wallahu a’lam. 


http://id.berita.yahoo.com/inilah-amalan-penolak-bala-024811701.html

Test Psikologi dan Cari Tahu Karakter Diri Anda

Test Psikologi dan Cari Tahu Karakter Diri Anda


Ada Sedikit Test Psikologi yang unik buat para pembaca blog ini. boleh percaya boleh juga enggak sama jawabannya dan jangan digunakan sebagai acuan. Menurut pengakuan yang udah pernah nyoba rata-rata 80% jawaban mereka sesuai dengan kepribadian masing-masing. Masih gax percaya ? Buruan nyoba aja kan gak ada salahnya mencoba. Langsung kita mulai saja.

Peraturan:
1. Jangan liat dulu jawabannya, ntar kalo udah bocor gak seru lagi !. Jawaban ada dibawah.
2. Jawab pertanyaannya dengan berurutan, ini bukan ujian disekolah yang bisa di jawab sesuka hati.
3. Jawab dengan PERASAAN bukan dengan LOGIKA, jika jawaban-mu nggak sesuai itu artinya kamu nggak menjawab pake perasaan.  



PERTANYAAN
Ini dia kita mulai pertanyaannya. Inget Peraturan ya..

Anda pergi ke suatu hutan, terus di hutan tersebut melihat suatu gubuk pada gubuk tersebut anda melihat suatu pintu.
1. Pintu tersebut ?
a. Terbuka
b. Tertutup

Lalu anda masuk kegubuk dan anda melihat sebuah meja.
2. Bentuk meja tersebut ?
a. Bulat
b. Kotak
c. Segitiga

lalu anda melihat sebuah pot yang sedang tergantung di sekitar ruangan.
3. Terbuat dari apakah pot tersebut ?
a. Guci, keramik ataw tanah liat
b. Plastik
c. Besi

4. Berapa banyak kah air didalamnya ?
a. Penuh
b. Setengah
c. Kosong

Lalu anda keluar dari gubuk tersebut saat berjalan anda melihat sejumlah kunci.
5. Terbuat dari apakah kunci tersebut ?
a.Emas
b.Perak
c.Besi

6. Berapakah jumlah kunci tersebut ?
(pilih angka 1 sampai 10)

Lalu anda berjalan kedepan dan anda melihat air terjun. Air terjun tersebut mengalir.
7. Berapakah derasnya aliran air terjun tersebut ?
(pilih angka 1-10 semakin tinggi angka yang anda pilih aliran air semakin deras)

Lalu anda berjalan kesebelah kanan anda melihat sebuah istana. Anda masuk kedalam istana tersebut. Didalam istana terdapat dua buah kolam. Di kolam yang pertama terdapat sejumlah koin yang terbuat dari emas tapi airnya kotor. Di kolam kedua terdapat banyak sekali koin yang terbuat dari perak dengan air cukup bersih.
8. Pada situasi tersebut apa yang anda lakukan ?
a. Mengambil koin emas pada kolam pertama
b. Mengambil koin perak pada kolam kedua
c. Tidak mengambil apa-apa

Lalu anda keluar dari istana tersebut dan melihat sebuah kotak harta karun.
9. Ukuran kotak tersebut ?
a. Besar
b. Sedang
c. Kecil

Disekitar daerah tersebut anda melihat seekor kuda dan sebuah kotak besar. Oh tidak, tiba-tiba tornado datang !
10. Apa yang anda lakukan ?
a. Berlari menggunakan kuda
b. Masuk kedalam kotak besar
c. Berlari ketempat yang lebih aman

JAWABAN
Sekarang cocokkan dengan jawaban dibawah ini:

1. Pintu
Terbuka : Berarti anda orang yang terbuka pada sapa saja.
Tertutup : Anda orangnya tertutup.

2. Bentuk meja
Bulat : Anda berteman dengan sapa saja.
Kotak : Anda selektif dalam berteman.
Segitiga : Sangat pemilih dalam berteman.

3. Bahan pot
Guci,keramik ataw tanah liat : rendah hati dan berperasaan.
Plastik : fleksibel.
Besi : Keras kepala dan egois.

4. Isi pot
Penuh : Cita-cita anda sudah tercapai.
Setengah : Cita-cita baru tercapai sebagian.
Kosong : Cita-cita anda belum tercapai.

5. Kunci terbuat dari
Emas : Berjiwa besar, penolong dan ramah.
Perak : Percaya diri, kreatif .
Besi : Anda orang biasa-biasa aja.

6. Jumlah kunci
1-10 : Angka (1-10) menunjukkan jumlah teman/sahabat terdekat yang anda miliki.

7. Derasnya aliran air terjun menunjukkan GAIRAH SEKS yang anda miliki
1-10 : Semakin tinggi angka yg anda pilih semakin tinggi pula GAIRAH SEKS yg anda miliki !

8. Situasi
Mengambil koin emas pada kolam pertama : Anda orangnya matre/komersil. Jika mencari pasangan lebih mengutamakan kekayaan.
Mengambil koin perak pada kolam kedua : Jika memilih pasangan lebih mengutamakan tampang/fisik.
Tidak mengambil apa-apa : Apa adanya.

9. Ukuran kotak menunjukkan ego yang ada miliki.
Besar : Egois.
Sedang : Biasa aja.
Kecil : Baik hati.

10. Yang anda lakukan jika anda menghadapi masalah
Berlari menggunakan kuda : Membahas masalah tersebut bersama pasangan atau sahabat untuk penyelesaiannya.
Masuk kedalam kotak besar : Memendam masalah tersebut.
Berlari ketempat yang lebih aman : Menyelesaikan masalah sendiri.

Nah Selesai. Anda bisa cocokkan dengan karakter anda pribadi. Tak perlu malu. Mengakui bisa untuk introspeksi diri jadi lebih baik.


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4073263

Makin Banyak Peminat Wisata Spiritual di Bali

Makin Banyak Peminat Wisata Spiritual di Bali


Wisatawan yang berkunjung ke Bali kini tak hanya datang untuk menikmati keindahan alam atau seni budaya setempat. Sebagian wisatawan asing yang datang juga menyempatkan diri untuk belajar ilmu spiritual dan beladiri tradisional khas Bali.

Para wisatawan asing yang belajar ilmu spritual tak hanya menjalani latihan olah pernapasan. Mereka juga belajar ilmu tenaga dalam warisan leluhur masyarakat Bali.

Wisatawan asing juga belajar jurus-jurus beladiri yang dipadukan dengan spiritualitas, olah napas, dan tenaga dalam. Setelah belajar dengan tekun, wisatawan asing yang sudah mampu menguasai ilmu spritual biasanya bisa menjaga diri dari serangan, baik tangan kosong maupun dengan senjata.

Ada beberapa alasan wisatawan asing belajar ilmu spiritual dan beladiri tradisional Bali. Umumnya mereka ingin jaga diri serta kesehatan. Namun tak sedikit yang kembali menggunakannya untuk dunia medis di negaranya masing-masing.

Menurut guru spritual Gusti Ngurah Harta, untuk bisa menguasai ilmu dan beladiri tradisional, para wisatawan asing harus berlatih dengan tekun selama beberapa bulan. Beberapa wisatawan yang sudah mahir kini menjadi instruktur atau pelatih di negara asalnya.


http://gayahidup.liputan6.com/read/378033/wisata-spiritual-di-bali-makin-diminati