Tampilkan postingan dengan label Bisnis dan Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis dan Keuangan. Tampilkan semua postingan

Menjaga Sepatu dan Tas Tetap Tampil Berkelas

Menjaga Sepatu dan Tas Tetap Tampil Berkelas


Usaha jasa perbaikan sepatu dan tas di pusat perbelanjaan semakin dilirik oleh pelaku usaha. Sebab, di tempat seperti itu konsumen akan mudah mengaksesnya. Sistem jemput bola inilah yang mendongkrak pendapatan pelaku usaha.

Hobi mengoleksi tas bermerek yang harganya selangit memang menjadi wajar di kalangan masyarakat kota besar. Bagi para perempuan kelas atas seperti artis, pengusaha, dan ibu-ibu pejabat, menenteng tas mewah beragam merek seperti Prada, Luis Vuitton, Gucci, Fendi, hingga Cristian Dior sekaligus menunjukkan prestise.

Namun, untuk memelihara tas impor yang harganya selangit tersebut ternyata tidak mudah. Jika tas terkena noda dan Anda salah membersihkan, bukan tidak mungkin tas kesayangan Anda malah rusak dan kehilangan kecantikannya. Karena itu, bila ada kerusakan, para pemilik tas premium tersebut rela merogoh kocek lebih untuk merawat koleksi kesayangannya.

Maklum, harga satu unit tas bisa mencapai puluhan juta rupiah. Nah untuk memperbaiki atau merawat tas-tas mahal itu, sang empunya tidak mau sembarangan menyerahkan perbaikan tasnya pada sembarang tukang reparasi. Sebab mereka tidak mau koleksi tasnya itu bisa semakin rusak. Alhasil, mereka pun akan mencari gerai reparasi tas yang memang memiliki keahlian di bidang perbaikan tas mahal.

Merespons hal itu, beberapa tahun terakhir muncul beberapa pelaku usaha yang menawarkan jasa perawatan dan perbaikan untuk tas-tas bermerek. Layanan usaha ini biasanya juga sekaligus melayani perbaikan sepatu. “Seiring dengan perkembangan fashion khususnya tas, usaha jasa perbaikan tas untuk kalangan menengah atas ini memang terlihat potensial,” kata Riamanda, pemilik gerai perbaikan tas dan sepatu bernama JustAlvin. Riamanda membuka usahanya pada Maret 2012 di Mal Lippo Cikarang.

Sebelumnya Riamanda bekerja di perusahaan serupa. Berbekal dengan pengalamannya itu, dia memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri karena melihat potensi usaha ini cukup besar. “Karena masih terbilang pemain baru, yang datang ke sini untuk reparasi baru sekitar 100 konsumen per bulan,” kata Riamanda.

Pasar potensi usaha ini ternyata tidak hanya di Jakarta. Buktinya, pada November nanti, Colorwash akan membuka satu gerai di Surabaya, Jawa Timur. Colorwash merupakan usaha yang bergerak di bidang jasa perbaikan dan perawatan tas dengan mengambil waralaba dari Singapura. Di Jakarta, Colorwash punya gerai di Basement Plaza Indonesia, Jakarta.

Ticco Chandra, pemilik Colorwash, bilang, celah bisnis perawatan tas ternyata tidak kalah cantik dengan bisnis jual beli tas mahal. Pertumbuhan pengguna tas mahal yang cukup signifikan menjadi alasannya untuk mengembangkan usaha ini di Indonesia. Rujukannya bisa dilihat dari banyaknya gerai tas mewah yang dibuka di sejumlah pusat perbelanjaan.


Kesepakatan tarif

Sejak berdiri pada Januari 2010, Colorwash sudah menangani ribuan tas dengan beragam kasus. Colorwash menerima order pembersihan untuk tas dengan beragam jenis bahan seperti kulit, kain, suede, dan kanvas. Sedangkan untuk pewarnaan, Ticco bilang, Colorwash hanya menerima tas dengan bahan kulit.

Selain pembersihan dan pewarnaan, Colorwash juga menerima perbaikan untuk kerusakan ringan. Pewarnaan sendiri kerap menjadi solusi pada tas yang mengalami kerusakan ringan seperti tergores, lecet, atau terkena noda yang susah dihilangkan. Meski prioritas Colorwash adalah produk tas dan sepatu, Ticco juga melayani jasa perawatan produk lain seperti dompet atau jaket kulit.

Tarif yang dipatok untuk memperoleh jasa Colorwash beragam. Untuk pembersihan, tarif yang dipatok berkisar antara Rp 90.000–Rp 390.000. Sedangkan untuk pewarnaan, pelanggan harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp 490.000 hingga jutaan rupiah. Ticco menambahkan, harga juga bisa berubah, tergantung dari kasus dan jenis barang yang ingin mendapat perawatan.

Riamanda mengatakan, setelah melihat tingkat kerusakan barang, ia biasanya menyampaikan ke konsumen soal asumsi biaya yang harus ditanggung sang empunya barang. “Jangan sampai konsumen komplain karena ongkos jasa kita dinilai kemahalan,” jelasnya. Riamanda mematok tarif terendah Rp 10.000 hingga ratusan ribu untuk biaya jasanya.

Top N Way, jasa reparasi tas dan sepatu di Giant Ciputat, memasang tarif yang sama. “Kalau rusaknya minim, tarifnya cuma puluhan ribu. Kalau berbahan kulit, biasanya tarifnya bisa sampai ratusan ribu,” kata Muhjid Ridwan, salah seorang karyawan Top N Way.

Tarif jasa yang ditetapkan JustAlvin dan Top N Way lebih rendah lantaran jenis tas yang mereka perbaiki tidak semua berharga jutaan rupiah. Selain itu biaya sewa lokasi usaha mereka yang tidak terlalu mahal juga mempengaruhi terhadap biaya jasa yang diberlakukan ke konsumen.


• Lokasi usaha

Lantaran segmen usaha ini adalah kalangan menengah atas, untuk membangun kepercayaan, sebaiknya pilihlah lokasi yang merepresentasikan kualitas layanan Anda. Pusat perbelanjaan menjadi salah satu pilihan utama.

Ticco memilih membuka usaha di Plaza Indonesia lantaran mengincar segmen kalangan atas. Selain itu, di lokasi tersebut, banyak butik-butik tas mahal sehingga akan memudahkan konsumen untuk mengakses Colorwash.

Ticco juga menjalin kerjasama dengan beberapa butik tas branded seperti Bottega Veneta, Burberry, Chanel, Gucci, Dior, dan Fendi untuk memudahkan menggaet konsumen.

Sementara itu, JustAlvin dan Top N Way memilih lokasi pusat perbelanjaan seperti Lippo Cikarang dan Giant karena mereka ingin mengincar segmen menengah. “Meskipun pasarnya lebih luas, tetapi tarif juga menyesuaikan,” jelas Ridwan. Lokasi ini dipilih karena target mereka adalah wanita. Selain di Giant Ciputat, Top N Way juga membuka gerai di Hero, Gatot Subroto Jakarta.

Ridwan mengatakan, biaya sewa lokasi Top N Way sekitar Rp 4 juta per bulan. “Kalau di mal besar biasanya bayarnya pakai dollar AS. Jadi kalau mau membuka usaha ini, ya, sebaiknya dipertimbangkan dengan modal yang dimiliki,” ujarnya. Dalam sehari, Top N Way bisa mendapatkan 15 pelanggan hingga 20 pelanggan. Omzet yang diperoleh sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,3 juta per hari atau sekitar Rp 30 juta hingga Rp 39 juta per bulan.

Sedangkan Colorwash, dalam sehari bisa menerima jasa pembersihan dan perawatan tiga unit tas dan tiga pasang sepatu. Dalam sebulan, transaksinya bisa mencapai 60 unit–90 unit dengan asumsi omzet mencapai Rp 1,6 juta per hari atau Rp 48 juta per bulan. Sayangnya, Ticco enggan menjelaskan berapa persen keuntungan bersih yang diperolehnya.


• Modal usaha

Meski pendapatan yang diperoleh cukup lumayan, Ticco bilang, waktu yang diperlukan untuk balik modal cukup lama yakni dua tahun hingga tiga tahun. Pasalnya, untuk memulai bisnisnya ini memang butuh modal cukup besar. Investasi terbesar dikucurkan untuk merenovasi lokasi usaha, membeli peralatan seperti mesin cuci khusus tas dan sepatu, mesin pengering, dan mesin pewarnaan. Semua peralatan yang dimiliki Colorwash diimpor langsung dari Korea. “Harga keseluruhan alat mencapai ratusan juta rupiah,” tutur Ticco.

Sementara itu Ridwan mengatakan, untuk memulai usaha ini, bisa saja hanya mengucurkan modal kurang dari Rp 100 juta. “Semua tergantung di mana kita akan membuka lokasi dan besarnya investasi perlengkapannya,” jelasnya.

Menurut Ridwan, untuk memulai usaha ini, cukup memiliki mesin jahit untuk tas, mesin sepatu, dan mesin duplikasi kunci masing-masing satu unit. Ridwan bilang, harga paling mahal memang mesin sepatu, yakni untuk kualitas standar yang harganya bisa mencapai Rp 50 juta per unit. Sementara harga mesin jahit sekitar Rp 5 juta.

Sementara itu, pembelanjaan peralatan lainnya seperti aneka gunting, lap, jarum, benang, sikat sepatu ataupun sikat tas tidaklah besar. Perkiraannya hanya menghabiskan dana sekitar Rp 3 juta. Pembelian perlengkapan gerai seperti rak, meja, dan kursi membutuhkan dana sekitar Rp 15 juta. Renovasi gerai dan pembuatan papan nama usaha paling tidak menghabiskan dana Rp 10 juta.

Terkait dengan pengeluaran rutin bulanan, biaya yang digelontorkan antara lain untuk membayar gaji karyawan, sewa tempat, belanja peralatan, dan pulsa. Gaji yang diberikan tidak besar, dengan kisaran Rp 2 juta per bulan. Sementara untuk sewa tempat di area supermarket, alokasi dananya Rp 4 juta per bulan. “Biasanya sudah termasuk biaya listrik,” kata Ridwan. Sedangkan biaya operasional seperti untuk pulsa dan transportasi sekitar Rp 500.000.

Untuk belanja peralatan dan perlengkapan seperti lem, benang, pelumas, sol sepatu, ritsleting, dan kemasan biasanya hanya menghabiskan dana sekitar Rp 3 juta. Menurut Ridwan, pembelanjaan ini tidak rutin karena produk-produk tersebut tidak baik juga disimpan terlalu lama sebab kualitas akan menurun. Misalnya pembelanjaan ritsleting atau sol sepatu tergantung dari kebutuhan, tidak harus belanja rutin.

Untuk promosi, mereka tidak menyediakan  anggaran khusus. “Yang penting memberikan layanan terbaik agar konsumen menjadi agen promosi kita,” kata Riamanda.     


http://peluangusaha.kontan.co.id/news/menjaga-sepatu-dan-tas-tetap-tampil-berkelas/2012/11/01

Kiat Pebisnis kucingan

Kiat Pebisnis kucingan


Kucingan  atau ‘sega kucing’  tersebar disegala penjuru Jawa Tengah. Ada yang selalu penuh dan tidak sedikit yang sepi. Apakah kiat yang perlu dipahami oleh pembisnis kucingan yang berpotensi menjadi salah satu wisata kuliner semarang ini?

Sega kucing  bukanlah suatu menu tertentu  tetapi lebih pada cara penyajian nasi bungkus yang  banyak ditemukan pada warung angkringan (www.wikipedia.org). Menu yang tidak istimewa ini menjadi favorit bagi banyak orang dari para remaja, orang dewasa maupun orang tua. Namun hanya beberapa  kucingan yang memiliki pengunjung  kaum remaja maupun para ibu-ibu. Mengapa?

Bagi kaum remaja putri maupun para ibu duduk di warung angkringan bersama para remaja putra atau bapak-bapak tentu  bukanlah yang mereka inginkan. Gengsi dong. Tapi mengapa mereka merasa nyaman saja duduk di kucingan tertentu misalnya  di warung dot com di tanah mas ataupun  di kucingan yang tersebar di sekitar simpang lima?

Suasana  kucingan ynag demikian biasanya adalah yang ramai dan selalu ada saja pengunjungnya meskipun bukan jam makan. Kucingan  yang dibuka sejak pukul sepuluh pagi hingga sepuluh malam itu  hampir tidak pernah sepi pengunjung. Sedang kucingan yang tidak mempunyai pelanggan  remaja putri atu kaum ibu biasanya kucingan yang sepi.

Selain itu kucingan yang ramai tentu saja menyajikan pilihan menu yang lebih komplet. Satu hari  menu yang dikeluarkan bisa mencapai lebih dari sepuluh menu nasi bungkus dan lebih dari sepuluh makanan pendamping seperti macam macam gorengan, berbagai macam sate seperti sate  telur, kulit, keong  dan dilengkapi dengan pilihan minuman seperti teh, kopi, jeruk, susu, stmj baik yang hangat maupun yang dingin. Sedangkan di kucingan yang sepi menu yang disediakan tidak bervariatif. Menu andalan adalah nasi tempe kering, teri, dadar dan gorengan yang sudah terlalu dingin untuk disantap bersama dengan nasi kucing.

Salah satu kucingan yang legendaris adalah  nasi kucing Pak Gik yang berlokasi di jalan inspeksi. Kucingan ini buka sekitar pukul sebelas malam  sampai pagi.  Kucingan ini juga selalu penuh meskipun pengunjung remaja putri atau ibu-ibu tidak begitu banyak.  Kucingan ini juga menyediakan variasi menu yang sangat banyak.

Dengan pembeli yang  minimal 30 orang tiap hari keuntungan yang bisa diperoleh  dalam setiap bulannya adalah sekitar  lima juta (www.angkringannasikucing78.com). Nah, terbayang kan keuntungan para pembisnis kucingan yang tidak pernah sepi.

Pembisnis kucingan adalah pembisnis yang bisa meraih kesuksesan dengan menyediakan berbagai menu variatif yang selalu baru dan gorengan yang hangat dan tentu saja tempat yang cukup bersih dan dengan penerangan yang terang benderang sehingga nyaman untuk tempat nongkrong  baik bagi para remaja maupun para orang tua, baik wanita maupun pria. Itulah kunci kesuksesan pembisnis kucingan.  Sukses kucingan. Jadikan kucingan sebagai wisata kuliner. 

 
Michelle Dhifa Septiani N. (SMA Kolese Loyola Semarang )


http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1677

Tipe Rumah Paling Laris

Tipe Rumah Paling Laris


Para pengusaha yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) mengungkapkan bahwa hingga saat ini penjualan rumah di Indonesia sudah mencapai 320 ribu unit.

"Targetnya, akhir tahun ini akan sampai 400 ribu rumah," kata Ketua Umum DPP REI, Setyo Maharso, dalam acara pameran Property BNI-REI Expo 2012 di Jakarta, Rabu 17 Oktober 2012.

Dari 400 ribu rumah yang dijual tahun ini, Setyo menjelaskan, sebanyak 50 persen adalah rumah berkelas kecil dan menengah dengan harga Rp150 juta ke bawah.

Sementara itu, 30 persennya, dia menambahkan, adalah rumah menengah dengan harga Rp150-300 juta dan 20 persennya untuk kelas apartemen dari harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar. "Sisanya lagi, 10 persen adalah penjualan apartemen mewah di atas Rp1 miliar," ujarnya.

Selain itu, Setyo menuturkan, dalam pameran properti yang digelar dari 20-28 Oktober 2012 di 20 kota seluruh Indonesia, diperkirakan menghasilkan transaksi sebesar Rp4 triliun.

Dari target penjualan tersebut, menurut Setyo, 50 persennya akan berasal dari penjualan rumah di kawasan Jabodetabek. "Sisanya baru tersebar di 19 kota lainnya," kata dia.

Sedangkan transaksi ke depan yang akan didapat pengembang dalam pameran ini, dia menambahkan, tidak hanya terjadi pada saat pameran, namun juga setelah pameran. "Efeknya akan terasa sampai tiga bulan ke depan," katanya.

Sementara itu, acara pameran ini diikuti oleh 750 pengembang yang merupakan anggota REI. Selain itu, akan ada ribuan rumah yang ditawarkan dari mulai kelas menengah bawah sampai menengah atas.


http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/360225-ini-tipe-rumah-paling-laris

Kelas Menengah Belum Berpikir Investasi

Kelas Menengah Belum Berpikir Investasi


Kelas menengah yang memikirkan investasi jangka panjang terbilang masih kecil. Hal ini terbukti dari masih minimnya investor reksadana.

Kelas menengah Indonesia menurut Mckinsey Global Institute sebesar 45 juta orang. Namun, hanya 151 ribu orang yang memiliki reksadana.

Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto, mengungkapkan sejak diperkenalkan 16 tahun yang lalu, produk reksa dana belum menjadi pilihan utama investasi masyarakat. Padahal instrumen ini menawarkan banyak keunggulan.

"Kami belum menjadi masyarakat yang memikirkan masa depan dan berpikir jangka panjang," kata Abi di sela acara Pekan Reksa Dana Nasional Jakarta, Kamis 18 Oktober 2012.

Jenis investasi ini juga sekarang sangat variatif, antara lain reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Masyarakat juga memiliki banyak pilihan untuk menginvestasikan dananya dalam jangka panjang. "Imbal hasi reksa dana juga sangat menarik dan risiko yang terukur," ujarnya.

Ketua Pekan Reksa Dana Nasional, Denny R Thaher, menjelaskan bahwa untuk meningkatkan jumlah investor, edukasi sangat penting bagi masyarakat. Terutama bagi yang sudah berkeluarga, agar dapat mengelola keuangannya di masa depan. "Kami yakin perubahan akan berhasil jika dimulai dari keluarga," katanya.

Untuk itu ia mengharapkan sinergi pelaku industri keuangan dengan dukungan pemerintah sebagai regulator agar industri reksadana dapat meningkat. Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan, dapat menggaet 5 juta investor dengan dana kelola sekitar 10 persen dari produk domestik bruto.

Untuk meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di reksa dana, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia akan menggelar "Pekan Reksa Dana Nasional" pada Kamis-Minggu (18-21 Oktober 2012).

Acara yang diselenggarakan di Atrium Laguna, Mall Central Park, Jakarta Barat, ini juga berisi talkshow dan seminar, penjualan produk reksa dana, hingga job fair bagi masyarakat yang berminat meniti karier di industri reksa dana.


http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/360387-kelas-menengah-belum-berpikir-investasi

Cara Trading Saat Breakout

Cara Trading Saat Breakout


Bagi yang sudah menguasai analisis teknikal, pasti tidak asing dengan istilah break out, suport dan resisten. Break out adalah sebuah momen atau kejadian dalam pergerakan harga saham, ketika harga saham melewati area atap alias resisten.

Resisten diartikan sebagai level harga yang secara psikologis menahan harga untuk naik lebih lanjut. Resisten ibarat atap. Jika sebuah bola dilempar dan terbentur atap, maka secara logika, harga akan cenderung turun. Oleh karena itu biasanya pelaku pasar berhati-hati ketika sebuah saham menyentuh area resisten alias 'atap' psikologisnya.

Misalnya, saham ABCD, memiliki area resisten kuat di harga Rp 5.000 per lembar saham. Maka ketika harga mendekati area tersebut, pelaku pasar jangka pendek mulai waspada harga turun karena secara psikologis, pada angka tersebut rawan aksi profit taking.

Namun, ketika ternyata harga saham berhasil naik melewati resisten 5000 tersebut, maka secara psikologis terjadi sebuah break out alias jebol atap. Terjadinya break out atau bisa juga disebut jebol resisten jika disertai dengan volume perdagangan yang tinggi, dapat memberi dampak signifikan bagi berlanjutnya penguatan harga saham.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana cara trading saat terjadi break out? Trader seringkali menghadapi dilema dalam menjawab hal ini.

Titik terjadinya break out atau jebol atap digambarkan sebagai tanda bintang berwarna hijau.

Jika kita membeli sebelum terjadi break out (area nomor 1),di satu sisi tindakan ini cukup beresiko karena belum tentu break out terjadi meskipun sudah nampak gejalanya. Namun sisi positifnya,ketika break out benar-benar terjadi maka kita boleh tersenyum karena kita mendapat harga lebih murah.

Nah, ketika terjadi break out yang didukung dengan volume perdagangan yang tinggi (ditunjukkan oleh diagram batang volume yang melompat), maka biasanya harga juga naik dengan cepat. Ketika terjadi konfirmasi break out,harga sudah berada jauh di atas titik break out, pada gambar ditunjukkan pada nomor 2.

Jika kita membeli pada area nomor 2 ini, sisi positifnya, kita pasti “dapat barang”, karena sebuah saham yang break out terkadang bergerak cepat dan belum tentu mengalami retracement atau kembali ke titik break outnya. Sisi negatifnya, jika kita membeli di point 2, kita akan mendapat saham di harga yang lebih mahal. Jarak dengan level stop loss (garis pink) pun semakin jauh, sehingga ketika titik stop loss tersentuh kita akan mengalami kerugian yang cukup besar.

Strategi ketiga adalah, membeli saham break out ketika mengalami retracement atau turun untuk sesaat ke area bekas break outnya,yang kini menjadi suport atau alas. Suport bekas terjadinya break out akan menahan harga turun lebih lanjut. Area no 3 ini adalah area terbaik untuk melakukan pembelian saham break out. Mengapa ?

Karena pada area nomor 3 ini saham tersebut sudah confirm break out, dan dengan membeli di area ke 3 ini trader akan mendapat harga lebih murah, sehingga jarak ke level stop loss juga tidak terlalu jauh. Dengan demikian resiko yang mungkin ditimbulkan juga tidak akan terlalu besar. Namun kekurangannya, tidak semua saham yang mengalami break out akan mengayun (retrace) atau turun kembali ke area bekas break out nya. Kecenderungan saham yang break out dengan volume tinggi biasanya berpotensi melanjutkan penguatan.

Lalu, apa yang harus kita lakukan dan bagaimana solusinya ?

Solusi terbaik adalah membeli pada area 2 dan 3 dengan bertahap. Dalam hal ini, pengaturan portofolio atau money management yang baik akan sangat berperan penting.

Sebagai contoh, Anda sebesar 20% dari portofolio Anda untuk membeli saham ABCD yang sedang break out. Anda bisa membeli pada area 2 ketika terjadi break out, maksimum separo dari dana yang Anda alokasikan tersebut (10%). Separo sisanya (10%) boleh Anda gunakan untuk menunggu di area 3. Dengan demikian maka resiko bisa diminimalisir. Dengan menggunakan metode ini, kita juga tidak akan “ketinggalan kereta”, dan juga memperoleh harga rata-rata yang ideal.

Nah, demikian trading tactics dari saya untuk trading pada saham-saham break out. Strategi ini bisa juga diterapkan pada trading komoditas atau forex. Sebaiknya trading break out dilakukan ketika pasar sedang berada dalam trend naik, dan bukan trend mendatar (sideways) atau malah turun.

Ellen May


http://finance.detik.com/read/2012/08/29/102511/2001776/479/bagaimana-cara-trading-saat-breakout?

Harga Pasaran Jet Pribadi Turun Setengah

Harga Pasaran Jet Pribadi Turun Setengah


Industri pesawat jet pribadi sudah mulai menanjak kembali setelah terjun bebas pada masa resesi ekonomi 2008 lalu. Tapi, para produsen pesawat dan analis memperkirakan masih butuh waktu lama supaya industri pesawat jet pribadi benar-benar pulih dan mencapai masa puncak.

Kini, harga pesawat jet bekas sudah dijual setengah dari harga aslinya. Pasalnya, stok pesawat yang tersedia masih sangat banyak, namun perusahaan dan orang-orang kaya menahan diri untuk tidak melakukan pemborosan, jadi harga jet pribadi jatuh ke titik terendahnya.

"Ini merupakan koreksi yang sangat tajam bagi industri (jet pribadi), banyak orang berharap segera pulih. Semua pihak sudah siap untuk pemulihan dan kita bisa melihat perkembangan meski lambat," kata Richard Aboulafia, analis penerbangan dari Teal Group di Fairfax, Vancouver, dikutip dari CNBC, Kamis (4/10/2012).

Tahun ini, terjual 172 jet pribadi baru di Amerika bagian utara, jatuh 70% dari penjualan di 2008 lalu sebanyak 658 pesawat, berdasarkan data JETNET. Sementara penjualan jet bekas masih stabil seperti di 2008-2009, tapi harganya hanya sepertiga dari harga di tahun tersebut.

Stok pesawat bekas masih menumpuk, jumlahnya mencapai 13,7% dari total jet pribadi yang ada di dunia. Beberapa analis juga menilai industri ini masih belum pulih hingga 2016 atau 2017 nanti.

Lemahnya permintaan membuat harga pesawat-pesawat jet pribadi terus terkoreksi. Para pelaku industri harus menghadapi kenyataan ini dan mulai membuat strategi baru untuk menggenjot pertumbuhan.

Bagi para produsen jet pribadi, target pasar yang masih sangat potensial adalah negara-negara berkembang, seperti China, India, Brasil, dan Timur Tengah. Para pelaku industri sudah mulai membuka kantor-kantor cabang di negara-negara tersebut.


http://finance.detik.com/read/2012/10/04/111310/2054347/4/harga-pasaran-jet-pribadi-sudah-turun-setengah-ayo-beli?

Memilih Investasi Terbaik

Memilih Investasi Terbaik


Meskipun investasi saham bisa dibilang tinggi imbal hasilnya, namun belum tentu semua orang cocok berinvestasi saham. Demikian pula investasi properti, emas, obligasi, dan yang lainnya. Jika teman Anda cocok berinvestasi pada sebuah instrumen investasi, belum tentu investasi tersebut adalah yang terbaik untuk Anda. Mengapa demikian ?

Setiap orang mempunyai latar belakang dan tujuan investasi yang berbeda. Selain itu setiap orang tercipta unik dengan karakter yang berbeda-beda dan juga tingkat kemampuan finansial yang berbeda pula. Jadi jika teman Anda merasa cocok pada sebuah jenis investasi, jangan asal ikut-ikutan. Lalu, bagaimana caranya menentukan jenis investasi yang cocok bagi kita?

Yang pertama, tentukan berapa banyak modal yang Anda miliki. Dengan menentukan modal, hal ini berarti Anda sedang menghitung berapa banyak “peluru” yang Anda punya. Jika Anda memiliki modal kecil, Anda bisa memilih investasi reksa dana, yang dapat dibeli dari nominal beberapa ratus ribu rupiah saja, berjenjang hingga jutaan rupiah. Investasi obligasi, misalnya ORI (Obligasi Ritel Indonesia) membutuhkan dana minimal sebesar Rp 5 juta. Bagaimana dengan saham?

Meskipun saat ini banyak sekuritas yang memberi penawaran sangat menarik, yaitu membuka rekening dengan dana sangat kecil, namun paling tidak Anda membutuhkan dana Rp 10 juta ke atas untuk membeli saham-saham lapis pertama hingga lapis kedua. Saham-saham lapis ketiga yang sangat murah harganya cenderung tidak likuid dan beresiko tinggi.

Yang kedua, tentukan tujuan Anda berinvestasi. Untuk apa Anda berinvestasi ? Misalnya saja, jika Anda memilih berinvestasi untuk tabungan anak jangka panjang, maka investasi saham jangka panjang, atau reksa dana saham adalah pilihan tepat. Namun jika tujuan Anda berinvestasi adalah untuk menyimpan dana untuk naik haji selama dua tahun ke depan, maka pilihan berinvestasi pada obligasi/reksa dana pendapatan tetap adalah pilihan yang tepat karena memiliki tingkat resiko lebih rendah daripada reksa dana saham.

Yang ketiga, tentukan profil resiko Anda. Investasi berdasar urutan tingkat resiko dan imbal hasil :

Deposito
Obligasi
Reksa dana, terdiri dari Reksa dana pasar uang, Reksa dana pendapatan tetap, Reksa dana campuran, Reksa dana Saham
Saham


Berinvestasi dalam deposito memiliki tingkat resiko paling rendah,namun juga imbal hasil yang sangat rendah sekitar 6% jauh di bawah tingkat inflasi yang rata-rata berkisar 10% per tahun.

Obligasi adalah pilihan tepat bagi Anda yang memiliki profil resiko moderat, namun menginginkan imbal hasil di atas deposito. Namun, Anda harus selektif dalam memilih obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan, karena adanya resiko gagal bayar. Untuk meminimalkan resiko gagal bayar, Anda bisa memilih obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, salah satunya adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yang dapat dibeli dengan minimal dana Rp 5 juta hingga maksimum Rp 3 miliar.

Di atas obligasi, ada reksa dana dengan berbagai jenjang profil resiko & imbal hasil pula. Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang memberikan tingkat imbal hasil tertinggi namun juga resiko cukup besar. Oleh karena itu, reksa dana saham sangat cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan bingkai waktu besar (di atas 5 hingga 10 tahun) untuk mendapatkan hasil yang maksimum.

Nah, pilihan investasi yang terakhir adalah berinvestasi langsung pada bursa saham. Berinvestasi langsung pada bursa saham ini sangat menarik. Mengapa ? Jika Anda jeli dan cermat dalam memilih saham, dan menentukan level beli dan jual, maka Anda memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan / imbal hasil cukup besar. Namun jika Anda tidak cermat dan tidak disiplin di dalam mengelola portofolio dan emosi (rasa takut dan serakah), maka resiko yang muncul juga cukup besar.

Jadi jika Anda berminat untuk berinvestasi langsung pada instrumen saham, sebaiknya Anda cermat dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang, dengan menggunakan Analisis Fundamental, dan menentukan timing beli / jual dengan memanfaatkan Analisis Teknikal.

Jika Anda malas belajar? Hmm… sebaiknya pertimbangkan lagi niat Anda untuk berinvestasi langsung dalam bursa saham. Lebih baik serahkan dana Anda pada manajer investasi/reksa dana yang terpercaya atau instrumen investasi lainnya.

Nah, demikian sharing dari saya tentang bagaimana memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Salam profit.

*) Ellen May, Penulis buku Best Selling Smart Traders Not Gamblers, praktisi pasar modal, @pakarsaham


http://finance.detik.com/read/2012/10/05/074618/2055159/479/bagaimana-memilih-investasi-terbaik-?991104topnews

Kenapa Harus Berinvestasi Emas

Kenapa Harus Berinvestasi Emas


KEBANYAKAN perempuan menganggap perhiasan buka sekedar logam mulia penyempurna penampilan. Mereka menilai emas sebagai benda investasi bernilai tinggi.

Bila Anda termasuk ragu berinvestasi emas, berikut tujuh alasan Anda melitik simpanan tersebut:

1. Sebagai pusaka
Jangan takut perhiasan yang Anda beli akan sia-sia. Selain bisa dijual jika ada keperluan mendadak dengan harga yang lebih tinggi, perhiasan juga bisa dijadikan sebagai benda pusaka di keluarga Anda. Contohnya, cincin yang Anda beli, bisa diwariskan untuk anak Anda di saat pernikahannya kelak.

2. Kecantikan
Perhiasan juga akan membangkitkan kecantikan dan keanggunan seorang perempuan.

3. Koleksi klasik
Saat Anda harus mendatangi sebuah acara dengan tema tertentu. Perhiasan yang sudah menjadi investasi, bisa kembali digunakan. Ya, perhiasan lama Anda akan memperkuat sisi klasik penampilan.

4. Benda tahan lama
Perhiasan terbuat dari logam mulia yang dipastikan awet kualitasnya. Sebagai tips, simpanlah perhiasan di tempat khusus sehingga cincin, kalung, dan perhiasan lainnya akan selalu terjaga kualitasnya.

5. Sebagai peringatan acara khusus
Selain ulang tahun dan berlibur dengan keluarga, ada banyak acara-acara khusus yang bisa diperingati dengan perhiasan. Misalnya seperti ulang tahun pernikahan, wisuda anak, atau bahkan pernikahan anak.

6. Desain terbaik
Anda tidak akan pernah menyesal jika memiliki sebuah perhiasan terbaik sebagai investasi. Untuk itu, pilihlah perhiasan dengan desain yang unik yang tidak pasaran dan kualitas yang mumpuni.

7. Anda akan mendapat untung berlipat
Harga logam mulia akan selalu naik sepanjang tahun. Dengan demikian, bukanlah sebuah kesalahan jika Anda mulai menginvestasi perhiasan. Namun, pastikan kebutuhan utama anggota keluarga telah terpenuhi. Jangan sampai Anda membeli perhiasan dengan alasan takut ketinggalan fashion.


http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/09/27/107676/Kenapa-Harus-Berinvestasi-Emas/11

Memangkas Anggaran Perjalanan

Memangkas Anggaran Perjalanan


Politik anggaran kita seolah hanya demi memuaskan kalangan pejabat, anggota legislatif, dan pegawai negeri. Tak cuma gaji terus membengkak, biaya perjalanan dinas mereka juga selalu naik. Bayangkan, dalam rancangan anggaran negara tahun depan, ongkos bepergian para petinggi dan pegawai mencapai Rp 23 triliun, naik 28 persen dibanding tahun ini.

Di luar anggaran perjalanan itu, pejabat dan pegawai pemerintah pusat selama ini telah menghabiskan Rp 241 triliun untuk gaji. Adapun buat gaji pegawai negeri di daerah, diperlukan dana sekitar Rp 300 triliun. Ini berarti sepertiga dari Rp 1.600 triliun anggaran negara dikonsumsi oleh mereka.

Kue anggaran yang tersisa kemudian dibagi untuk subsidi listrik dan bahan bakar minyak serta membayar cicilan utang negara. Anggaran pembangunan hanya ratusan triliun rupiah. Ini pun dalam prakteknya banyak yang dikorupsi. Dengan kata lain, politik anggaran negara kita kurang memperhatikan kepentingan rakyat bawah.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat semestinya segera mengoreksi kesalahan itu. Langkah ini bisa dimulai dengan memangkas anggaran yang tak penting, seperti perjalanan dinas. Kalangan politikus Senayan telah dikritik karena menghabiskan banyak duit negara untuk studi banding. Para pejabat pemerintah pusat maupun daerah semestinya tahu diri. Tak perlu bepergian, apalagi ke luar negeri, jika memang tidak mendesak. Kalau terpaksa pergi, sebaiknya tak usah membawa rombongan yang besar.

Sudah menjadi rahasia umum, banyak pejabat pusat dan daerah sering ke luar negeri dengan segala macam alasan. Bahkan ada bupati atau wali kota bersama anggota dewan perwakilan rakyat daerah melawat ke Eropa atau Amerika Serikat dengan dalih mencari investor. Nyatanya, sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk wisata dan berbelanja.

Badan Pemeriksa Keuangan juga menemukan banyak penyelewengan anggaran perjalanan. Bentuknya macammacam: dari pembayaran ganda, belanja yang tidak sesuai dengan bukti pembayaran, hingga laporan pengeluaran untuk perjalanan dinas yang tidak jadi dilaksanakan. Menteri Keuangan Agus Martowardojo pun pernah mengakui, anggaran perjalanan dinas selama ini bocor sebesar 30-40 persen.

Penyelewengan rupanya tetap saja terjadi sekalipun pembayarannya telah diperketat. Dulu Menteri Keuangan Sri Mulyani berupaya menutup kebocoran ini dengan mengubah cara pembayaran yang sebelumnya gelondongan menjadi at cost atau sesuai dengan pemakaian. Hanya DPR yang sampai sekarang pembayarannya masih secara gelondongan.

Semua itu semakin memperkuat argumen untuk memangkas anggaran perjalanan dinas. Menteri Agus Marto mesti bersikap tegas terhadap kementerian yang selalu mengusulkan anggaran dengan rumus lawas: anggaran tahun lalu ditambah kenaikan 10 sampai 20 persen. Mesti diteliti dulu efektivitas penggunaan anggaran itu. Tak ada alasan untuk menambah anggaran yang cenderung dihambur-hamburkan. Duit itu bisa dialihkan untuk pos lain, misalnya subsidi bagi rakyat miskin.

Negara ini juga tak akan mandek bila anggaran perjalanan dinas dipangkas. Yang terjadi malah sebaliknya, rakyat akan semakin terlayani bila anggota Dewan tidak sering ke luar negeri.


http://www.tempo.co/read/opiniKT/2012/09/24/1937/Memangkas-Anggaran-Perjalanan

Berdayakan Warga Mengolah Sampah jadi Kerajinan

Berdayakan Warga Mengolah Sampah jadi Kerajinan


Bagi sebagian besar orang, sampah berarti barang tak terpakai yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi lagi. Namun tidak demikian dengan Erni Suhaina, pendiri Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bu Nandang di Cilacap, Jawa Tengah.

Sejak 2005, ia memberdayakan warga untuk mengolah sampah menjadi produk kerajinan. Hal itu dilakukannya melalui serangkaian program pelatihan kepada warga di tiga kecamatan, yakni Cilacap Tengah, Cilacap Utara, dan Cilacap Selatan.

Metode pelatihan yang diterapkan Erni adalah dengan membangun mindset entrepreneurship melalui pemanfaatan sampah menjadi barang yang indah dan mendatangkan rupiah. "Slogan kami mengubah sampah menjadi berkah, indah, dan rupiah," ujar ibu tiga putera ini.

Dalam pendidikan kewirausahaan ini, peserta terbagi menjadi beberapa kategori. Pertama, pelatihan umum berbentuk seminar, workshop, dan sosialisasi yang pesertanya tidak terbatas jumlahnya.

Kedua, kursus reguler yang di dalamnya bisa menampung lebih dari 700 peserta. "Warga semua diarahkan untuk menjadi wirausaha," jelasnya.
Menurut Erni, saat ini sudah ada enam kelompok bina usaha (KBU) yang terbentuk dari hasil pendidikan tersebut. Keenam KBU itu memproduksi berbagai produk kerajinan dari sampah. Sebagian besar anggotanya adalah ibu rumah tangga dan para pemuda pengangguran.

Bahan baku produk kerajinan yang mereka gunakan dibagi menjadi dua, yakni berasal dari produk limbah dan non limbah. Khusus produk limbah, bahan bakunya dari limbah plastik, limbah kertas, limbah kaca, hingga limbah elektronik. "Kami merangkainya menjadi berbagai produk, seperti hantaran pernikahan, suvenir, keranjang, dan kotak tisu," jelasnya.

Sementara produk non limbah menggunakan bahan baku yang sifatnya baru atau bukan dari sampah limbah. Namun, pemakaian bahan baku non limbah itu persentasenya kecil. Harga jual produk berbahan bekas sampah itu bervariasi mulai Rp 1.500-Rp 100.000 dan dipasarkan lewat dua unit toko kewirausahaan yang dimiliki LKP Bu Nandang. "Tapi setiap KBU juga punya toko dan pemasarannya sendiri," ujarnya.

Sekarang ini, setiap warga yang terlibat di dalam KBU tersebut rata-rata bisa mengantongi pendapatan rutin sekitar Rp 250.000 hingga Rp 2.000.000 per bulan. Sedangkan omzet penjualan yang diperoleh LKP Bu Nandang sendiri berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta per bulan.

Erni, perempuan lulusan Sastra Inggris Universitas Padjajaran ini menambahkan, omzet dari bisnis tersebut, ia putar kembali untuk dana operasional pendidikan di masyarakat. Saat ini, LKP Bu Nandang tidak hanya memberikan pelatihan kepada warga Cilacap saja. Tapi juga sudah menyebar dan memberikan pelatihan kepada warga dari daerah lain, seperti Jakarta.

"Kadang mereka yang mendatangi kami di Cilacap, atau kami yang datang berkeliling untuk pameran dan seminar. Tentu dengan dana bantuan dari pihak sponsor," kata Erni yang kini menjadi mitra binaan PT Pertamina ini.


http://peluangusaha.kontan.co.id/news/berdayakan-warga-mengolah-sampah-jadi-kerajinan

Cash is The King

Cash is The King


Pernah mendengar istilah cash is the king alias punya uang tunai adalah raja? Saya asumsikan Anda pernah dengar atau tahu istilah tersebut. Makna utama dari istilah ini adalah ketika Anda memiliki cukup uang kas, Anda akan memiliki fleksibilitas dan kemudahan dalam hal keuangan.

Berikut ini beberapa keutamaan memiliki uang kas, antara lain:
1. Kebutuhan jangka pendek
Memiliki sejumlah uang kas membantu Anda untuk menjalani kebutuhan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan belanja, beli bensin, bayar listrik, uang sekolah, uang jajan, hingga membayar sumbangan. Semua ini merupakan kebutuhan yang perlu dibayar tunai dan jangan sekali-kali berpikir untuk menggunakan kartu kredit yang ujung-ujungnya Anda harus membayar biaya lebih akibat terkena bunga pinjaman. Ini merupakan kebutuhan yang perlu disisihkan dari pendapatan Anda dan sudah pasti terjadi setiap bulannya.

2. Dana darurat
Persiapan dana tunai atau uang kas ketika hal-hal terjadi di luar kebiasaan adalah mutlak diperlukan dalam kehidupan kita. Kita mungkin menghadapi suatu kondisi di mana kita mendadak kehilangan pekerjaan dan perlu waktu untuk mencari penggantinya. Kondisi lainnya yang mungkin terjadi adalah apabila salah satu sanak saudara tertimpa musibah dan sangat memerlukan bantuan keuangan dalam jumlah besar.

Jangan sampai ketika kondisi tersebut datang, Anda menjadi kalang kabut dan berpikir untuk menjual aset Anda. Hal ini merupakan sebagian opsi, tetapi sebaiknya merupakan opsi terakhir. Apabila Anda memiliki dana darurat, Anda tidak akan kehilangan aset dan tidak mengalami potensi kerugian atas penjualan aset tersebut. Dana darurat setidaknya melepaskan Anda dari masalah keuangan di tahap awal dan memberikan kesempatan bagi Anda untuk bertindak rasional tanpa merusak tatanan rencana keuangan Anda yang sudah dibangun.

Kedua poin di atas merupakan hal mutlak dari keutamaan memiliki uang kas di dalam perencanaan keuangan. Pada poin selanjutnya, saya berkeinginan untuk menjabarkan lebih mendalam berkaitan dengan keutamaan memiliki uang kas. Menurut saya, hal ini perlu juga menjadi pertimbangan Anda. Poin nomor 3 adalah:

3. Kesempatan
Ada kondisi atau suatu masa di mana Anda menemukan sebuah kesempatan untuk berinvestasi, tetapi kesempatan tersebut terlewati karena Anda sama sekali tidak memiliki uang kas untuk berpartisipasi. Anda mungkin berpikir memang ada ya kondisi seperti itu? Jawabannya: Ada...!

Seorang konglomerat di Indonesia pernah berkomentar dalam sebuah seminar yang pernah saya ikuti pada akhir tahun 2008, ketika itu IHSG terpuruk jatuh di kisaran 1.000. Ia berkata, "….saat ini banyak sekali berlian berserakan di jalan dan tidak ada satu pun yang mau mengambil atau membelinya. Alasannya ada dua: pertama takut dan kedua tidak punya uang kas untuk mengambil kesempatan tersebut."

Mau bukti? Perhatikan harga saham-saham blue chips ketika masa itu. Bandingkan harga saham tersebut pada tahun 2008 dengan harga pada tahun 2012. Saya ambil contoh: sebuah saham otomotif terbesar di Indonesia,  ketika akhir Oktober 2008 jatuh hingga Rp 6.600 per lembar saham dan pada Januari 2012 pernah menginjak di harga tertinggi, yaitu Rp 79.000 per lembar saham. Bayangkan apabila Anda membeli saham tersebut dengan dana Rp 50 juta di harga terendah dan menjualnya di harga tertinggi, maka dana Anda akan menjadi Rp 598 juta. Wow… hampir 12 kali keuntungan Anda.

Satu contoh lagi: sebuah saham perbankan kita pada tahun 2008 pernah memiliki harga Rp 400 per lembar saham dan pada awal 2012 berharga sekitar Rp 4.000 per lembar saham, 10 kali lipat kenaikannya. Hmmm… menggiurkan bukan? Semuanya bisa Anda dapatkan apabila saat itu Anda memiliki uang kas.

Namun, hal tersebut tidak serta-merta bisa terjadi di semua pilihan saham. Terdapat pula saham yang stagnan dan tidak berkembang. Ilustrasi di atas adalah kondisi di mana semuanya berjalan dengan lancar dan pengetahuan maupun pengalaman mutlak diperlukan untuk itu.

Butuh riset dan keahlian mendalam dalam menentukan investasi. Jangan lupa pula bahwa investasi tidak hanya mencari keuntungan di jangka pendek, tetapi disesuaikan dengan tujuan finansial Anda. Tujuan ilustrasi tersebut adalah sekadar memberikan gambaran mengenai adanya kesempatan ketika Anda memiliki uang kas.

Oh ya… satu hal lagi, kesempatan ini tidak hanya berlaku pada saham, bisa berlaku pada kendaraan investasi lainnya juga, seperti properti, emas, obligasi, dan juga reksadana.

Pesan terakhir
Dalam tulisan terdahulu saya pernah menjabarkan bagaimana merencanakan investasi dan mengenal instrumen (kendaraan) investasi. Karakteristik dari kendaraan tersebut berbeda-beda dan disesuaikan dengan destinasi finansial yang dituju. So, tentukan dahulu tujuan finansial Anda baru kemudian pilih kendaraan untuk mencapainya.

Nah, dalam tulisan ini saya ingin menunjukkan bahwa memiliki dana tunai juga merupakan suatu hal yang utama dalam perencanaan investasi. Semenjak dulu dan hingga kini, memiliki uang kas merupakan salah satu kemungkinan kendaraan investasi teraman dan berguna bagi kita dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu… seperti saat ini.... Selamat berinvestasi dan sukses selalu untuk Anda. 


http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/06/22/07190857/.Cash.is.The.King

Jiwa Wirausaha Perlu Disiapkan sejak Mahasiswa

Jiwa Wirausaha Perlu Disiapkan sejak Mahasiswa 


Jiwa wirausaha (entrepreneur) harus disiapkan sejak berada di bangku kuliah. Sebab jika sudah lulus baru berfikir wirausaha, akan kesulitan baik mental, modal, dan ide kreatif untuk menciptakan peluang.

Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKSW Dr Lieli Suharti saat berbicara dalam seminar Manajemen di STIE AMA Salatiga, Kamis (28/6). Lieli menjadi pembicara tunggal dalam seminar yang diikuti para mahasiswa itu.

Menurut  Lieli, kecenderungan masyarakat Indonesia usai kuliah adalah mencari pekerjaan. Doktrin-doktrin semacam itu selalu terpatri kuat terutama para orang tua mahasiswa yang menginginkan anaknya  mendapatkan pekerjaan yang mapan dengan bekal ijazah.

"Karena doktrin semacam ini para mahasiswa cenderung takut untuk memulai wirausaha. Seharusmya mereka tidak usah takut karena mencari pekerjaan yang diinginkan saat ini susah sehingga perlu terobosan usaha sendiri," katanya.

Lieli menyebut, fakta menunjukkan bahwa penganguran semakin bertambah dari tahun ke tahun. Negara maju memiliki minimal 2 % penduduk yang berwirausaha  seperti China 5 %, Singapura (7 %), USA (12 %). Sedangkan Indonesia baru 0,18 % penduduk yang berwirausaha.

"Berwirausaha pemula tidak harus muluk-muluk. Terpenting memiliki sikap kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Sedangkan kunci sukses wirausaha yaitu  kepribadian dan sikap mental, kemampuan manajerial, memahami lingkungan," katanya.

Dikatakan, kewirausahaan tidak dilahirkan tetapi dibentuk dan dapat dipelajari. Para wirausahawan yang paling berhasil sekalipun pada dasarnya adalah manusia dan banyak yang mulai dari nol.

Ketua STIE AMA Pandi Afandi menambahkan, pihaknya sudah mulai mendidik mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha. Mereka disiapkan dengan berbagai materi tambahan perkulihan yang mengarah kepada menciptakan peluang usaha.

"Mahasiswa yang berminta wirausaha akan kami fasilitasi dan akan dibantu. Meski begitu mereka yang kurang berminat, kami tidak memaksa dan fasilitas akademik seperti biasa," katanya


http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/06/28/122664/Jiwa-Wirausaha-Perlu-Disiapkan-sejak-Mahasiswa-

Miniatur Harley dari Korek Gas

Miniatur Harley dari Korek Gas


BAGI sebagian pemilik korek gas yang sudah tidak terpakai pasti akan membuangnya di tempat sampah. Namun, tidak bagi Sulistyo, warga Jalan Gajahmada Kampung Sonet 346 Semarang.

Lewat kreatifitasnya, kreasi unik dari korek gas bekas ternyata bisa menjadi barang seni yang bernilai tinggi. Dari sebuah korek gas bekas Sulistyo dapat membuat miniatur motor yang unik dan menarik.

"Daripada dibuang percuma, korek gas bisa menjadi kerajinan yang dapat menghasilkan peluang usaha," katanya.

Tak tanggung-tanggung, miniatur motor yang dia produksi bukanlah motor biasa. Melainkan motor yang memiliki tingkat kerumitan tinggi yakni Harley Davidson.

Butuh keahlian serta kejelian membuat motor berbodi kekar itu. Pasalnya, spesifikasi dari kerangka mesin, tangki, jok hingga stang tidak seperti motor bebek biasa. Sekitar 30 model miniatur motor Harley Davidson telah dihasilkan pria berusia 32 tahun itu.

Semakin sulit karya yang dikerjakan justru membuatnya semakin tertantang. "Bagian tersulit itu adalah membuat mesin, karena harus detil. Untuk itu, diperlukan kejelian dan kesabaran dalam membuatnya," tukas Sulistyo.

Motor asal Amerika itu dipilih Sulistyo karena ia tertarik dengan bodi Harley yang kekar dan gagah. Ide membuat miniatur motor Harley dia temukan dari internet. Geretan korek api adalah bahan utama untuk mesin Harley buatannya. Dia memanfaatkan barang bekas pakai lainnya, seperti pipa pralon, busa hati, dan juga kawat bekas. Sementara tanki, jok dan ban dibuat dari busa hati. Untuk kerangka dihasilkan dari kawat bekas yang tak terpakai.

Proses pengerjaannya pun terbilang rumit. Pertama-tama Sulistyo harus membuat kerangka mesinnya terlebih dulu. Kemudian, badan serta bodi yang lain. Barulah semua bodi dirangkai. Agar tampil menarik, miniatur dicat menggunakan lem besi. Alat yang digunakan untuk memproduksi miniatur motor itu terbilang sederhana. Hanya mengandalkan sebuah tang kecil dan lem untuk merekatkan semua komponen.

Sejauh ini, dia masih dalam tahap produksi. Sulistyo berencana, ke depan dia akan memasarkan produknya melalui internet. Soal harga, dia mematok harga mulai Rp 100 ribu untuk satu unitnya.


http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/lelaki/2012/06/06/241/Miniatur-Harley-dari-Korek-Gas

Faktor Penyebab Eksportir Malas Simpan DHE di Indonesia

Faktor Penyebab Eksportir Malas Simpan DHE di Indonesia


Bank Indonesia (BI) mewajibkan eksportir untuk menempatkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di perbankan nasional. Meski demikian, peraturan ini masih dipandang sebelah mata bagi para eksportir.

Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, mengungkapkan ada Dua Faktor yang menyebabkan eksportir kurang meminati menempatkan DHE pada perbankan domestik.
Faktor pertama, karena eksportir menilai imbal hasil dari penempatan DHE masih kurang menarik, mengingat valuta asing yang mereka tempatkan mendapat perlakuan serupa dengan simpanan pada umumnya.

Sementara faktor kedua, DHE yang disimpan bank di Indonesia diperhitungkan sebagai DPK (dana pihak ketiga). Dengan penempatan ini, jika memang terjadi masalah dengan sebuah perbankan maka dana yang mereka simpan tidak akan aman.

"Melihat dua faktor ini menyebabkan eksportir lebih memilih devisa hasil ekspornya ditempatkan di bank luar negeri, mengingat valas mereka tidak dihitung sebagai DPK, namun tetap dapat imbal hasil dan valasnya tetap aman," ungkap Ryan saat dihubungi Okezone di Jakarta, Rabu (27/6/2012).

Ryan mengatakan, BI harus lebih kreatif mencari jalan keluar agar eksportir lebih tertarik untuk menempatkan DHE di dalam negeri. Salah satu caranya, lanjut dia, adalah dengan meningkatkan kerjasamanya dengan Perbanas, Himbara atau bahkan Kadin Indonesia.

‎?"Pemberlakuan DHE pada dasarnya kebijakan yang bagus dalam upaya penguatan likuiditas valas, karena BI bisa menggunakannya untuk intervensi pasar tanpa perlu menggunakan cadangan devisa," tutup Ryan.

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan untuk mempertahankan devisa hasil ekspor yang disimpan dalam perbankan lokal bertahan lama, BI berencana memberikan fasilitas headging (lindung nilai) guna memberikan kepastian dalam menghitung risiko nilai tukar dalam jangka panjang.

Menurutnya, dalam UU Devisa hasil ekspor, memang belum ada ketentuan seberapa lama devisa hasil ekspor bisa bertahan di dalam negeri, Karenannya ditakutkan dana tersebut akan bertahan hanya selama dua bulan dan ke depan, BI ingin agar devisa tersebut dapat bertahan paling tidak satu tahun. 


http://economy.okezone.com/read/2012/06/27/457/654376/2-faktor-penyebab-eksportir-malas-simpan-dhe-di-ri

Instrumen Jangka Pendek Lebih Aman Dilirik

Instrumen Jangka Pendek Lebih Aman Dilirik


Belakangan Robby semakin rajin membaca berita pasar modal dan mengikuti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Karyawan sebuah perusahaan tekstil ini khawatir penurunan IHSG yang terjadi belakangan ini membuat rencananya menikah tahun depan terancam.

Apa hubungan antara rencana pernikahan Robby dengan penurunan IHSG? Rupanya, pria ini menyimpan dana untuk biaya pernikahannya dalam bentuk reksadana saham. Asal tahu saja, IHSG terus tertekan belakangan ini. Per Jumat (1/6), IHSG sempat jatuh di bawah 3.800, tepatnya di 3.799,77. Angka tersebut sudah lebih rendah ketimbang posisi indeks di akhir 2011 yang berada di 3.821,99.

Wajar kalau Robby pusing bukan kepalang. Mau mencairkan dana keluar dari reksadana pun ia merasa sudah tanggung. Apalagi, umur reksadana miliknya belum sampai setahun sehingga bakal terkena redemption fee bila mencairkannya saat ini. Apa boleh buat, kini Robby memilih menunggu pasar membaik kembali.

Memburuknya pasar modal seperti sekarang memang membuat investor kesulitan memilih instrumen investasi untuk membiakkan dana secara maksimal. Harga saham yang terus turun jelas membuat investor kesulitan mengail untung dari pasar saham.

Investor saat ini juga sulit mengharapkan keuntungan dari pasar obligasi karena harga obligasi terus turun. Pekan lalu, indeks obligasi pemerintah versi Himpunan Pedagang SUN (Himdasun) menyentuh level terendah di tahun ini. Namun, bagi yang ingin masuk sekarang, sebenarnya justru terbuka peluang untuk mendapatkan yield atau imbal hasil tinggi. Meski demikian, investor mesti sadar, masih ada risiko harganya turun lebih dalam lagi.

Di lain pihak, investor sulit mengandalkan produk perbankan seperti tabungan atau deposito untuk mendapatkan keuntungan. Sebab, bunga dari
produk perbankan saat ini terbilang mini. “Imbal hasil produk perbankan tidak maksimal untuk investasi,” tutur Freddy Pieloor, perencana keuangan dari Money’n’Love Financial Planning & Consulting.

Lantas, bagaimana sebaiknya investor menginvestasikan dananya di saat pasar modal sedang tertekan seperti saat ini? Para perencana keuangan menegaskan, pada dasarnya investor tidak perlu khawatir terhadap kondisi saat ini. Meski saat ini kondisi di pasar modal tampak buruk, kondisi ini diyakini hanya sementara. “Saya kira di semester dua nanti tanda-tanda pemulihan akan mulai terlihat,” ujar Agus B. Yanuar, Presiden Direktur Samuel Aset Manajemen.

Cari tahu jangka waktu investasi

Meski begitu, bukan berarti Anda bisa sembarangan menginvestasikan dana di saat pasar sedang tertekan seperti sekarang. Strategi pengelolaan investasi di saat kondisi pasar modal sedang buruk seperti saat ini akan bergantung pada horizon investasi Anda.

Nah, horizon investasi sendiri berkaitan dengan tujuan Anda melakukan investasi. Jadi, untuk berinvestasi di saat kondisi pasar modal sedang tidak bagus, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menetapkan secara jelas tujuan investasi Anda. Setelah mengetahui tujuan investasi dan lama waktu investasi, Anda bisa menentukan produk investasi serta strategi investasi yang cocok dengan tujuan investasi. Tentu saja, Anda tetap harus memperhatikan karakter risiko Anda.

Ambil contoh, Anda berinvestasi dengan tujuan menyiapkan dana kuliah bagi anak enam tahun mendatang. Dengan demikian, Anda memiliki waktu enam tahun untuk membiakkan uang Anda untuk keperluan biaya kuliah tersebut. Dengan horizon investasi di atas lima tahun, berarti Anda akan berinvestasi untuk jangka panjang. Para perencana keuangan sepakat, bagi tujuan investasi jangka panjang, kondisi pasar modal seperti saat ini justru bisa menjadi berkah.

Fauziyah Arsiyanti, perencana keuangan dari Fahima Advisory, menuturkan, penurunan harga saham dan obligasi saat ini bisa dimanfaatkan investor jangka panjang mengisi portofolio. “Ibarat belanja di mal, saat ini kita bisa belanja barang dengan harga sale,” tandas Zizi, sapaan akrab Fauziyah.

Ia bilang, instrumen investasi berbasis saham bisa dipertimbangkan untuk sarana investasi jangka panjang. “Produk berbasis saham itu lebih cocok untuk investasi yang jangka waktunya lima tahun ke atas,” tutur Zizi.

Meski begitu, sebaiknya Anda tidak lantas jorjoran menanamkan investasi di produk berbasis saham. Dalam keadaan seperti ini, lebih ideal kalau Anda menempatkan investasi dalam nilai terbatas secara bertahap.

Dengan demikian Anda bisa mengurangi risiko kerugian investasi jika harga saham masih terus turun. Sebaliknya, ketika harga membaik, kerugian yang timbul dari dana yang Anda tempatkan saat harga saham lebih tinggi akan ditutup oleh keuntungan yang diperoleh dari dana yang Anda tanamkan pada saat harga saham lebih rendah.

Lain cerita kalau tujuan investasi Anda akan tercapai dalam waktu satu hingga dua tahun, sebaiknya Anda menghindari produk investasi berbasis saham. Sebab, belanja saham saat ini mengandung risiko sangat tinggi jika horizon investasi Anda jangka pendek–menengah. Cuma, menurut Agus, investor dengan profil risiko agresif masih bisa menempatkan dana di pasar saham dengan porsi relatif kecil untuk menghindari risiko rugi. “Atau, beli reksadana saham dan biarkan manajer investasi yang mengelola dana,” papar dia.

Bagi investasi jangka pendek, para perencana keuangan merekomendasikan investor menempatkan dana di produk investasi yang likuid, seperti deposito atau reksadana pasar uang. Selain itu, emas dan reksadana pendapatan tetap juga bisa menjadi pilihan. Hanya saja, Zizi mengingatkan, investor tidak bisa mengharapkan keuntungan tinggi. “Tujuannya lebih untuk mengamankan dana guna memenuhi tujuan investasi yang ditetapkan,” ujarnya.

Nah, bagaimana, prospek investasi instrumen-instrumen pengaman dana tersebut? Mari kita tengok satu per satu.

Deposito

Saat ini, tingkat bunga deposito perbankan memang tidak terlalu tinggi. Namun, para perencana keuangan menilai deposito bisa menjadi salah satu alternatif instrumen penempatan dana saat krisis, terutama untuk investasi bertenor satu tahun sampai dua tahun.

Lantaran imbal hasil yang diberikan produk ini sangat kecil, para perencana keuangan menegaskan agar investor tidak memberlakukan produk ini sebagai produk investasi. “Deposito hanya sebagai tempat untuk menempatkan dana sementara,” kata Freddy.

Zizi menambahkan, investor bisa menggunakan deposito untuk melindungi modal investasi dalam kondisi pasar modal yang buruk. “Nilai modal yang disiapkan untuk investasi tidak berubah dan investor tetap bisa mendapat keuntungan meski tipis,” sebut dia.

Selain itu, dengan menempatkan dana di deposito, investor bisa menjadikan modal investasi tersebut sebagai dana darurat untuk menutupi pengeluaran tidak terduga. Misalnya, untuk biaya pengobatan anggota keluarga yang tiba-tiba sakit.

Reksadana pasar uang

Di saat kondisi pasar modal sedang bergejolak, reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan investasi jangka pendek. “Risiko reksadana pasar uang lebih kecil,” cetus Prita Hapsari Ghozie, perencana keuangan dari Zap Finance. Di lain sisi, reksadana pasar uang masih bisa memberikan imbal hasil lebih besar ketimbang deposito.

Reksadana pasar uang juga bisa menjadi penyeimbang bagi investor yang tetap memilih menempatkan sebagian dana investasi ke instrumen berbasis saham. Investor tersebut bisa mengurangi porsi investasi di reksadana saham dan memperbesar penempatan di reksadana pasar uang.

Zizi berpendapat lain. Dalam kondisi pasar modal yang buruk seperti sekarang, ia tidak menyarankan investor menempatkan dana di reksadana pasar uang. Alasan dia, investor tetap terpapar risiko penurunan nilai aset dasar, sementara imbal hasilnya tidak terlalu besar. Sama halnya deposito, reksadana pasar uang cocok untuk memenuhi tujuan investasi yang akan tercapai dalam waktu setahun sampai dua tahun.

Produk berbasis obligasi

Seperti halnya harga saham, harga obligasi juga turut turun. Meski begitu, perencana keuangan menilai investor bisa memanfaatkan reksadana pendapatan tetap untuk mencari keuntungan di tengah situasi pasar modal yang kurang baik.

Agar bisa mendapatkan imbal hasil yang optimal, para perencana keuangan menyarankan agar investor menempatkan dana di instrumen investasi ini setidaknya tiga tahun. “Reksadana pendapatan tetap masih bisa memberi imbal hasil setidaknya 8%–10% tahun ini,” sebut Agus.

Namun, dalam jangka pendek, di saat kondisi pasar sedang buruk, investor akan menghadapi risiko penurunan nilai aset dasar (underlying asset). Untuk menghindari risiko tersebut, investor bisa mencoba menempatkan dana di reksadana terproteksi. “Dengan masuk ke reksadana terproteksi, setidaknya modal investor tetap aman dan tidak berkurang,” sebut Prita.

Emas

Belakangan harga emas juga mengalami penurunan. Meski begitu, para perencana keuangan menilai emas tetap layak dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif instrumen investasi di saat kondisi pasar modal sedang buruk.

Alasan mereka, harga emas tidak terpengaruh oleh inflasi. Logam mulia ini juga terhitung instrumen investasi yang likuid. “Kalau dana sudah dibutuhkan, investor bisa menjual emasnya dengan mudah,” sebut Freddy.

Tambah lagi, kecenderungan harga emas naik di masa depan cukup besar. Dengan demikian, emas merupakan instrumen yang cocok untuk melindungi modal investasi.

Lalu, bagaimana dengan porsi penempatan dana di masing-masing instrumen? Dalam kondisi pasar seperti saat ini, para perencana keuangan menyarankan investor jangka menengah bisa menempatkan 50% investasi di produk yang likuid, seperti reksadana pasar uang dan deposito.

Lalu, sekitar 20% dana investasi bisa ditempatkan di produk investasi berbasis obligasi dan 20% di emas. Bila investor berniat menempatkan dana investasi di produk berbasis saham, perencana keuangan menyarankan agar porsinya tidak lebih dari 10%. Nah, silakan pilih investasi yang cocok buat Anda.


http://personalfinance.kontan.co.id/news/instrumen-jangka-pendek-lebih-aman-untuk-dilirik

Harta Miliarder Dunia Bertambah US$ 3 M Pekan Ini

Harta Miliarder Dunia Bertambah US$ 3 M Pekan Ini


Miliarder dunia berhasil mencatatkan kenaikan harta kekayaan dengan total nilai US$ 3 miliar di sepanjang pekan ini. Taipan ritel Swedia Stefan Persson, 64 tahun, mencatatkan penambahan kekayaan terbesar di antara miliarder lainnya dan berhasil menduduki posisi ketiga orang terkaya di Eropa.

Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Persson bertambah US$ 1,9 miliar pada minggu lalu setelah saham Hennes & Mauritz AB melonjak 9,62%. Kenaikan saham Hennes terjadi setelah perusahaan membukukan laba terbesar dalam tujuh kuartal terakhir. Dengan demikian, nilai kekayaan Persson saat ini mencapai US$ 24,2 miliar.

Sementara itu, Carlos Slim, 72 tahun, masih tetap menduduki posisi pertama miliarder dunia dengan nilai kekayaan mencapai US$ 69,1 miliar. Kekayaan pengusaha telekomunikasi ini naik US$ 2,25 miliar dalam lima hari terakhir setelah saham America Movil SAB yang berbasis di Meksiko melesat 4,05%.

Sedangkan kekayaan Bill Gates hanya berselisih US$ 8 miliar di bawah Slim. Nilai kekayaan pendiri Microsoft Corp ini bertambah US$ 256 juta setelah saham Microsoft naik 2,27%. Aksi beli yang melanda saham Microsoft terjadi setelah perusahaan merilis komputer tablet Surface pada 18 Juni lalu.

Di posisi ketiga, terdapat Warren Buffet, 81 tahun, dengan nilai kekayaan US$ 45,7 miliar.

Di sisi lain, kekayaan Mark Zuckerberg, CEO Facebook Inc, sudah meroket 22% dalam dua pekan terakhir. Reli saham Facebook berhasil menyelamatkan perusahaan dari anjloknya harga saham perusahaan dengan nilai IPO terbesar di AS sejak awal 2011. Pria berusia 28 tahun ini menduduki posisi 34 sebagai miliarder terkaya dunia dengan nilai kekayaan mencapai US$ 16,8 miliar. 


http://internasional.kontan.co.id/news/harta-miliarder-dunia-bertambah-us-3-m-pekan-ini

Sarjana Pertanian Jadi Juragan Tas

Sarjana Pertanian Jadi Juragan Tas


Sukses bisa lahir dari sebuah kondisi yang terjepit. Di tengah keadaan seperti itu, segala upaya positif akan dilakukan dengan penuh kerja keras. Upaya itu bisa berbuah kesuksesan seperti yang dialami Pipie Soeyoto, seorang produsen tas.

Ada banyak orang yang menjajal usaha pembuatan tas di Tanah Air, tapi tak semuanya sukses. Pengalaman Pipie Soeyoto mengajarkan, jika ingin berhasil, seorang pengusaha tas harus jeli membidik segmen pasar dan setia menjaga kualitas produknya. Melalui bendera PT Huda Rachma Groupindo (HRG), Pipie sukses menjadi produsen tas promosi. Berbagai instansi besar di dalam maupun di luar negeri menjadi pelanggannya.

Jumlah perusahaan yang pernah atau masih menjadi pelanggan Pipie lebih dari 32. Beberapa contohnya adalah Garuda Indonesia, Indosat, McDonald’s Indonesia, Penerbit Erlangga, PT Eka Boga Inti, PT Fastfood Indonesia (KFC), Unicef Jakarta Country Office, Senshukai Ltd (Jepang), MR International Ltd (Korea), PT Inti Garmindo Persada (Lois Jeans), PT Martina Berto, dan PT Lee Cooper Indonesia. Selain itu, hampir seluruh bank di Indonesia pernah memesan tas buatan Pipie. “Di Inggris, ada 12 sekolah yang rutin memesan tas olahraga dari kami,” kata ibu tiga anak ini.

Dengan strategi fokus membidik pasar korporat yang memesan dalam jumlah besar, pada akhir tahun lalu, omzet usaha Huga Rachma Groupindo mencapai sekitar Rp 13 miliar. Bukan hanya berhasil di bidang pembuatan tas, Pipie juga sukses membesarkan bisnis layanan pengiriman di bawah bendera PT Huda Express.

Namun, kesuksesan perempuan berkulit putih ini tidak didapat dengan mudah. Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret ini, awalnya, memulai usaha karena kondisi yang kepepet. Setelah lulus kuliah, surat lamaran yang ia kirim ke beberapa perusahaan tidak mendapatkan tanggapan. Alhasil, ia harus menganggur selama enam bulan.

Karena keadaan itu, pada tahun 1995, Pipie mencoba menjadi pemasok barang-barang promosi ke perusahaan-perusahaan farmasi. Sekitar dua tahun, ia menjalankan pekerjaan sebagai pemasok. “Selama menjadi pemasok, saya memperhatikan soal kualitas barang, terutama tas. Saya pelajari, bagaimana jahitan yang rapi dan bahan seperti apa yang bagus,” kenangnya. Dari pembelajaran di lapangan itu, meski tidak bisa menjahit, dia mulai mencoba memproduksi tas sendiri.

Tahun 1997, Pipie membeli dua mesin jahit dan membuka usahanya di garasi rumah. Dia sadar, sebagai produsen, modal yang harus dia keluarkan seharusnya jauh lebih besar. Alhasil, untuk mencukupi kebutuhan modal, ia menjual mobil. “Ternyata tidak mudah, sekalipun sudah ada pengalaman sebagai pemasok dan ada jaringan, tapi untuk memperluas pasar, ternyata, cukup susah. Pesaing cukup banyak,” katanya.

Suatu saat, ada orderan besar dari sebuah perusahaan kain, PT Kaltex. Dari situlah, keran pesanan dari perusahaan-perusahaan besar semakin lapang. Satu per satu, perusahaan datang memesan, bahkan menjadi pelanggan. “Pemesan datang karena promosi dari mulut ke mulut,” kata Pipie.

Tahun 2000, seiring kebutuhan, Pipie mulai meningkatkan produksi dengan membuat pabrik di kawasan Pamulang dan menambah 250 mesin jahit. Kapasitas produksinya mencapai 2,5 juta tas per tahun.

Pesanan tas promosi dari restoran cepat saji McDonald’s Indonesia cukup rutin. Cakupannya bukan hanya restoran di Jakarta tetapi juga ke daerah. Dari situ, Pipie berpikir untuk mendirikan perusahaan pengiriman barang. Pada tahun 2001, dia mendirikan Huda Express yang bertugas mengirimkan tas-tas pesanan ke pelanggan.

Menjaga kualitas

Setahun berikutnya, sekitar 2002, Pipie mendirikan pabrik susu sekaligus usaha multilevel marketing. “Hanya bertahan tiga tahun usaha ini,” ujarnya.

Pipie, rupanya, tak mau berdiam diri. Dia terus mencoba usaha lain. Tahun 2006, dia membangun sebuah kafe dan hasilnya lebih parah. Kafe ini hanya bertahan selama enam bulan. “Kondisi ini sempat membuat goyah keuangan perusahaan saat itu,” katanya.

Akhirnya, Pipie memilih tetap fokus menjalankan dua usahanya yaitu pembuatan tas dan layanan pengiriman. Hasilnya, sejak tiga tahun lalu, ia berhasil mengekspor pesanan tas ke Jepang, Korea, dan Inggris. “Semua berkat website. Pemesan dari luar rata-rata mendapatkan info tentang Huda Rachma dari website,” tuturnya.

Bisnis layanan pengiriman Pipie juga tak kalah sukses. Sejak tiga tahun lalu, Huda Express membuka layanan delivery service restaurant. Restoran yang menjadi pelanggan adalah McDonald’s, Solaria, Hoka-Hoka Bento, Burger King, dan beberapa restoran lain.

Meski usahanya kian berkembang, Pipie tak mau lupa diri. Dia menyadari, persaingan di bisnis tas sangat ketat. “Industri ini tidak sehat, banting-bantingan harga. Tapi, saya tidak mau terbawa arus,” kata Pipie. Demi mempertahankan kualitas, dia harus menjual produknya lebih mahal dibanding dengan pesaingnya yang menurunkan kualitas. Agar tetap bertahan, kini, Pipie fokus mencari pelanggan dari luar negeri. 


http://peluangusaha.kontan.co.id/news/pipie-sarjana-pertanian-yang-jadi-juragan-tas/2012/06/22

Harga Perumahan Indonesia Terbaik Se-Asia Pasifik

Harga Perumahan Indonesia Terbaik Se-Asia Pasifik


Indonesia bertahan sebagai bintang properti di kawasan Asia Tenggara. Buktinya adalah hasil survei konsultan properti Knight Frank yang menunjukkan harga perumahan yang stabil di hampir semua segmen.

Survei menggambarkan bahwa indeks harga perumahan di Indonesia naik 3,4 persen dari tahun ke tahun dan 0,8 persen dari kuartal ke kuartal. Angka tersebut membawa Indonesia ke posisi enam di kawasan Asia Pasifik. Menjadikan Indonesia lebih unggul ketimbang Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan dan Selandia Baru.

Knight Frank menyatakan krisis Eropa yang masih berjalan akan memberi efek negatif di sebagian besar kawasan Asia Pasifik. Sehingga mempengaruhi pasar perumahan hingga tahun ini.

Perusahaan tersebut juga memprediksi bahwa harga di rumah di Malaysia akan tetap stabil beberapa bulan mendatang. Tapi ada kemungkinan akan turun sedikit di semester tahun ini. Sementara Cina akan mengalami penurunan harga tahun ini karena pembatasan pinjaman dan tambahan pajak.

Akan tetapi, menurut Knight Frank karena pertumbuhan ekonomi yang stabil di Indonesia, semua yang terjadi di negara jiran tak akan mampir. Kemampuan mengendalikan inflasi dan pertumbuhan kelas menengah membuat Indonesia justru mengalami kenaikan harga rumah tahun ini.

Knight Frank Global House Price Index adalah survei yang memonitor harga perumahan di 53 kawasan di seluruh dunia. Menurut hasil survei, pasar perumahan yang positif di Indonesia karena dukungan peningkatan pendapatan dan urbanisasi.

Jakarta adalah contoh pertumbuhan harga perumahan yang terbaik. Knight Frank menemukan bahwa harga properti meningkat 8-11 persen pada kuartal pertama. Adapun sewa rumah harganya meningkat 4-6 persen.

Manajer Senior Knight Frank Hasan Pamudji mengatakan harga properti di Indonesia akan terus tumbuh, meski ada aturan baru tentang uang muka 30 persen. “Kebijakan uang muka akan mempengaruhi permintaan perumahan untuk kelas menengah dan atas,” kata dia. Tapi insentif dan kredit yang ditawarkan pengemban akan membuat golongan tersebut tetap membeli.

Karena itu, Hasan melanjutkan, aturan uang muka tidak akan berpengaruh terlalu signifikan. Kajian Knight Frank juga menunjukkan bahwa pasar perumahan kaum menengah dan atas di Indonesia menunjukkan kinerja lebih tinggi dibanding dengan permintaan perumahan secara umum. Para pengembang masih melihat peluang yang besar untuk rumah mewah yang dibandrol rata-rata Rp 2 miliar.


http://property.tempo.co/2012/06/19/harga-perumahan-indonesia-terbaik-se-asia-pasifik/

Punya Uang Belum Tentu Bisa Beli Rumah Baru di Serpong

Punya Uang Belum Tentu Bisa Beli Rumah Baru di Serpong


Ada uang, semua mudah didapatkan. Siapa bilang? Hal itu tidak berlaku untuk pembelian rumah baru di kawasan Serpong. Dengan sistem undian, maka membeli rumah baru di Serpong kini tidaklah mudah.

“Zaman sekarang, meskipun mereka punya uang cash belum tentu bisa dapat rumah di Serpong,” kata Cynthia KD Munthe dari Angels Property.

Cynthia menjelaskan, sistem undian ini muncul sejak meningkatnya jumlah calon pembeli untuk satu unit rumah di kawasan Serpong yang diduduki oleh para pengembang besar. Saat itu, satu unit rumah diminati lebih dari satu calon pembeli. Calon pembeli pun terus meningkat sehingga lama kelamaan sistem undian tak hanya dilakukan sekali, tapi dua kali penyaringan.

Pengundian pertama menyaring sekitar 50 calon pembeli menjadi 5 calon pembeli. Pengundian kedua menentukan pemilik rumah dari 5 calon pembeli tersebut.

Untuk calon pembeli yang terdaftar pada undian pertama akan mendapat fomulir pemesanan sementara. Dari nomor tersebutlah undian akan dipilih secara acak menggunakan komputer untuk memilih lima calon pembeli.

Jika masuk dalam lima besar calon pembeli, maka mereka sudah membayarkan dengan uang. Jika gagal terpilih pada undian kedua, maka uang calon pembeli akan dikembalikan. Calon pembeli juga bisa mencoba pada unit lain atau menunggu peluncuran cluster baru maupun kawasan hunian baru.

“Duitnya akan balik kalau enggak dapat di undian kedua. Formulir akan dicap refund sebagai bukti uangnya dibalikin. Kalau dapat satu unit rumah, ya tinggal ngikutin cara pembayaran,” terang Cynthia.

Sistem undian ini hanya berlaku untuk satu unit rumah yang diminati lebih dari satu pembeli. Calon pembeli pun baru bisa menempati rumah tersebut 1,5 tahun setelah peluncuran rumah dilakukan.

Sistem undian penjualan rumah ini pertama kali muncul pada Januari 2011. Cynthia pertama kali menanganinya untuk penjualan perumahan cluster Caspia milik pengembang BSD City.

Menurut Cynthia, selain meningkatnya calon pembeli, sistem undian ini guna menghindari para investor yang akan membeli rumah lebih dari satu unit. Dikhawatirkan para investor akan membeli banyak unit, kemudian menjualnya kembali dengan harga tinggi.

Jadi sistem membeli rumah saat ini tidak mengenal istilah “siapa cepat, dia dapat” atau “ada uang, ada barang”. Tapi, ya berdasarkan undian tersebut yang dipilih secara acak.


http://serpong.kompas.com/berita/detail/1865/Punya.Uang.Belum.Tentu.Bisa.Beli.Rumah.Baru

Hak Pengusaha Korban Lumpur Lapindo Terabaikan

Hak Pengusaha Korban Lumpur Lapindo Terabaikan


PT Minarak Lapindo Jaya, perusahaan juru bayar yang dibentuk PT Lapindo Brantas Incorporation tidak saja menunggak ganti rugi kepada warga melainkan juga mengabaikan hak perusahaan yang ikut ditenggelamkan Lumpur Lapindo. ”Bolak-balik hanya dijanjikan akan dilunasi, tapi tidak jelas kapan akan diselesaikan,” kata Direktur PT Srikaya Putra Mas, Adrian Zulkarnain, kepada Tempo, Jum’at petang, 1 Juni 2012.

Sebanyak 25 perusahaan yang menjadi korban lumpur Lapindo semula tergabung dalam Gabungan Perusahaan Korban Lumpur Lapindo (GPKLL). Namun karena PT Minarak Lapindo Jaya memberlakukan pola B to B atau business to business, masing-masing pengusaha berjuang sendiri-sendiri.

Selain Adrian, dalam pertemuan dengan Tempo di sebuah rumah makan di tengah Kota Surabaya juga hadir delapan pengusaha lainnya. Nasib yang mereka alami sama. Hingga enam tahun semburan lumpur Lapindo, tidak ada kejelasan penyelesaian hak mereka. ”Lapindo maupun Minarak cuma berbohong, pemerintah dan DPRD hingga DPR-RI juga tidak memperhatikan hak kami,” ujar Direktur PT Catur Putra Surya, RH Ritonga yang pernah menjadi koordinator GPKLL.

Pemilik PT Victory Rottanindo, Yeyen, maupun pemilik Yama Indo Perkara, Lenda M. Alfons mengeluhkan apa yang disebutnya sebagai penganaktirian oleh kebijakan pemerintah terhadap nasib para pengusaha. ”Kami adalah juga korban, sama dengan warga. Tapi pemerintah mengabaikan nasib kami,” ucap Yeyen. ”PT Minarak berkali-kali kami temui tak pernah bisa memberikan kepastian kapan hak kami dibayar,” tutur Lenda.

Setelah melewati berbagai tahap negosiasi yang alot, para pengusaha sudah mengalah menerima penetapan harga ganti rugi meski sangat tidak memadai. Tanah yang harus bersertifikat hanya dihargai Rp 250 ribu per meter persegi, dan bangunan dipukul rata Rp 650 ribu per meter persegi. Adapun perangkat mesin perusahaan dinilai sekadarnya.

Mesin PT Srikaya Putra Mas yang bergerak di bidang produksi peralatan mesin untuk pabrik hanya dihargai Rp 2 miliar. Padahal harga seluruhnya sekitar Rp 20 miliar. Namun karena tak ingin kolaps Adrian bersedia menyetujuinya. Perusahaan yang berlokasi di Desa Jatirejo dengan asset sekitar Rp 40 miliar harus diselamatkan. "Kalaupun saya tidak bisa meneruskannya, anak atau cucu saya yang mengelolanya," katanya.

Para pengusaha juga bersedia menerima skema pembayaran dengan cara mencicil. Bahkan pembayaran tahap pertama juga dicicil dua kali, yakni 20 persen dan 10 persen. ”Meski kami sudah mau mengalah tapi kenyataannya tetap saja tidak ada kepastian kapan hak kami dipenuhi,” kata Lenda.

PT Yama Indo Perkasa, produsen furniture yang beroperasi sejak 1994, mengajukan nilai ganti rugi Rp 8 miliar. Namun hanya disetujui Rp 4 miliar. Namun, kata Lenda, yang diterimanya hanya cicilan pertama 20 persen Juli 2007 dan 10 persen Agustus 2008. ”Hingga sekarang terkatung-katung tanpa kejelasan,” ujarnya.

Lenda harus bekerja keras menjaga kepercayaan konsumennya di Jepang karena beragam jenis furniture yang diproduksinya di ekspor ke Negari Sakura tersebut. Perusahaan direlokasi ke kawasan Candi. Perusahaan yang dibangun dengan investasi Rp 1,7 miliar yang semula berdiri di atas tanah 4.998 meter persegi, bangunan 3.760 meter persegi di kawasan Kedung Bendo lenyap ditelan lumpur. Seluruh perangkat mesin dan 90 persen furniture yang siap diekspor tidak bisa diselamatkan.

Kini Lenda meneruskan usahanya di kawasan Candi dengan menyewa bangunan seluas 500 meter persegi –PT Minarak hanya membantu uang sewa selama dua tahun. Sebelum ditimpa petaka lumpur bisa mengekspor minimal enam kontainer per bulan dengan nilai ekspor 40 ribu US dolar, kini hanya dua hingga tiga kontainer.

PT Victory Rottanindo yang dibangun tahun 2000 dengan investasi Rp 3 miliar hanya diberi ganti rugi Rp 7 miliar. Padahal jumlah yang diajukan Yeyen Rp 11,5 miliar. Produsen furniture dari bahan rotan yang diekspor ke inggris itu semula berdiri di atas tanah 8.500 meter persegi dan bangunan 7.000 meter persegi hilang tertimbun lumpur bersama seluruh perangkat mesin serta furniture siap ekspor senilai lima puluh ribu US dolar. Kini Yeyen meneruskan usahanya di sebuah gudang 400 meter persegi. ”Kami akan terus memperjuangkan hak kami. Tapi rasanya semua pintu tertutup,” ucap Yeyen.

Pabrik jam PT Catur Putra Surya di kawasan Siring juga lenyap. Perusahaan tempat tokoh buruh Marsinah pernah bekerja itu dibangun tahun 1992 dengan luas tanah 12 ribu meter persegi dan bangunan lima ribu meter persegi. Sebagian besar perangkat mesin tak bisa diselamatkan. Sebanyak 600 karyawan kehilangan pekerjaan.

Kini kegiatan produksi dioptimalkan di pabrik pertama di kawasan industri Rungkut Surabaya. Ritonga tak bisa menyembunyikan kemarahannya setiap kali membicarakan haknya yang diabaikan PT Minarak. Klaim ganti rugi yang diajukannya Rp 56 miliar hanya disetujui Rp 25 miliar. Seperti pengusaha lainnya Ritonga baru menerima 30 persen. ”B to B sama dengan bohong to bohong atau bohong melulu,” kata Ritonga.

Selain 25 perusahaan yang pernah bergabung dalam GPKLL masih banyak perusahaan lainnya, termasuk perusahaan kecil dan perusahaan kelas rumah tangga yang tak jelas nasibnya.

Vice Presiden PT Minarak Lapindo, Andi Darusalam Tabusalla ketika dimintai konfirmasi oleh Tempo tidak bisa memberikan kepastian kapan kewajibannya kepada para pengusaha tersebut dituntaskan. ”Saya tidak bisa bilang kapan,” ujarnya berkali-kali. Andi Darsalam berdalih saat ini masih berkonsentrasi menyelesaikan ganti rugi kepada warga.

Andi Darusalam bahkan mengatatakan kewajiban kepada para pengusaha tidak diatur dalam peraturan presiden sebagaimana pengaturan terhadap hak warga.


http://id.berita.yahoo.com/hak-pengusaha-korban-lumpur-lapindo-terabaikan-131954200--finance.html